Rabu, 23 Desember 2009

KEMISKINAN DAN PEKERJAAN SOSIAL

A. SATUAN ACARA PERKULIAHAAN

Mata Kuliah :PEKERJAAN SOSIAL DENGAN KEMISKINAN
Kode MK :
Program :Pendidikan Pascasarjana Spesialis 1 Pekerjaan Sosial
Kelompok :Mata Kuliah Pilihan Keahlian
Semester :Genap II
Jumlah SKS: 3 SKS


B. ABSTRAK

Kemiskinan telah menjadi salah satu masalah paling serius di belahan dunia manapun; di negara negara maju dan apalagi di negara berkembang. Masalah kemiskinan merupakan salah satu target penanganan pekerjaan sosial yang sangat penting. Sejak kelahirannya sekian abad yang lalu, pekerjaan sosial sudah terlibat dalam upaya-upaya penghapusan kemiskinan. Namun demikian, saat ini ada kecenderungan bahwa penanggulangan kemiskinan didominasi oleh pandangan ekonomi, khususnya neoliberalisme, yang hanya menekankan program-program ekonomi jangka pendek dan residual. Mata kuliah ini menyajikan kajian mengenai isu-isu kemiskinan dan cara penanggulangannya, terutama berdasarkan perspektif pekerjaan sosial. Secara garis besar, mata kuliah ini akan difokuskan kepada tiga kompetensi yang harus dimiliki mahasiswa, yaitu:

1. Kemampuan menganalisis berbagai konsep mengenai kemiskinan, sebab-sebab yang mendasarinya dan pendekatan pengukurannya;
2. Kemampan menganalisis dan mempraktekkan berbagai cara penanggulangan kemiskinan yang bersifat langsung, mikro dan berdimensi ekonomi;
3. Kemampuan menganalisis dan mempraktekkan berbagai cara penanggulangan kemiskinan yang bersifat tidak langsung, makro dan berdimensi perlindungan sosial.

C. POKOK BAHASAN
1. Teori Sosialisme dan Kapitalisme Dlm Kemiskinan
2. Teori Kemiskinan Dlm Perspektif pekerjaan sosial
3. Indikator dan Ukuran Kemiskinan Dlm Pekerjaan Sosial
4. Perspektif Baru Penanggulangi Kemiskinan
5. Pengelolaan Lingkungan: Program Penghapusan Kemiskinan 1
6. Budget dan Perencanaan Partisipatif: Program Penghapusan Kemiskinan 2
7. Local governance and democracy: Program Penghapusan Kemiskinan 3
8. Livelihood and Rural Development: Program Penghapusan Kemiskinan 4
9. Simpan Pinjam dan Modal: Program Penghapusan Kemiskinan 5
10. Social Protection: Program Penghapusan Kemiskinan 6
11. Sistem perlindungan sosial: Program Penghapusan Kemiskinan 7
12. Sistem Jaminan sosial dan keamanan ekonomi: program penghapusan kemiskinan 8
13. Program Reduksi kemiskinan dan Pemberdayaan Sosial: program penghapusan kemiskinan 9
14. Kapita selekta kebijakan dan penanggulangan kemiskinan Depsos RI

D. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (KOMPETENSI DASAR)
1. Mahasiswa mengerti dan memahami hubungan antara teori sosial dalam kemiskinan dan pembangunan
2. Mahasiswa mengerti dan memahami tentang teori-teori kemiskinan menurut perspektif pekerjaan sosial
3. Mahasiswa mengerti dan memahami tentang indikator dan ukuran kemiskinan dalam pendekatan pekerjaan sosial.
4. Mahasiswa mengerti dan memahami tentang perspektif baru dalam menanggulangi kemiskinan
5. Mahasiswa mengerti dan memahami tentang pengelolaan Lingkungan: Program Penghapusan Kemiskinan 1
6. Mahasiswa mengerti dan memahami tentang (kebijakan) Budget dan Perencanaan Partisipatif: Program Penghapusan Kemiskinan 2
7. Mahasiswa mengerti dan memahami tentang Local governance and democracy: Program Penghapusan Kemiskinan 3
8. Mahasiswa mengerti dan memahami tentang Livelihood and Rural Development: Program Penghapusan Kemiskinan 4
9. Mahasiswa mengerti dan memahami tentang Simpan Pinjam dan Modal: Program Penghapusan Kemiskinan 5
10. Mahasiswa mengerti dan memahami tentang Social Protection: Program Penghapusan Kemiskinan 6
11. Mahasiswa mengerti dan memahami tentang Komponen-komponen sistem perlindungan sosial: Program Penghapusan Kemiskinan 7
12. Mahasiswa mengerti dan memahami tentang Sistem Jaminan sosial dan keamanan ekonomi?: program penghapusan kemiskinan 8
13. Mahasiswa mengerti dan memahami tentang Program reduksi kemiskinan dan Pemberdayaan Sosial: program penghapusan kemiskinan 9
14. Mahasiswa mengerti dan memahami tentang Kapita selekta kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan Depsos RI




E. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (INDIKATOR )
1. Mahasiswa dapat menjelaskan mengenai hubungan teori sosial dan kemiskinan;
2. Mahasiswa dapat menyebutkan dan menjelaskan beberapa pendapat ahli mengenai pengertian kemiskinan dan berbagai faktor yang mempengaruhinya;
3. Mahasiswa dapat menyebutkan dan menjelaskan mengenai model-model pembangunan yang berkaitan dengan penanggulangan kemiskinan
4. Mahasiswa dapat menyebutkan dan menjelaskan mengenai berbagai dimensi kemiskinan, serta potret dan kecenderungan (trend) kemiskinan di Indonesia;
5. Mahasiswa dapat menjelaskan mengenai parameter kemiskinan dan mampu menerapkan beberapa pendekatan dalam mengukur kemiskinan;
6. Mahasiswa dapat menjelaskan mengenai berbagai paradigma kemiskinan dan paradigma pekerjaan sosial dalam memandang kemiskinan.
7. Mahasiswa dapat menyebutkan dan menjelaskan mengenai karakteristik dan kemampuan orang miskin dalam menghadapi kemiskinannya;
8. Mahasiswa dapat menyebutkan , menjelaskan dan menganalisis kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan yang bernuansa pekerjaan sosial;
9. Mahasiswa mampu menerapkan, strategi-strategi pekerjaan sosial dalam menanggulangi kemiskinan.
10. Mahasiswa dapat menjelaskan tujuan dan sasaran pembangunan millenium (millenium development goals) dalam menanggulangi kemiskinan pada tataran global;
11. Mahasiswa mampu menerapkan strategi penanggulangan kemiskinan di wilayah Asia Pasifik;
12. Mahasiswa dapat menjelaskan perspektif baru dalam menanggulangi kemiskinan di Indonesia.
13. Mahasiswa dapat menjelaskan berbagai program pengelolaan lingkungan sebagai salah satu upaya penghapusan kemiskinan.
14. Mahasiswa dapat membuat proposal dan mengkritisi program-program penghapusan kemiskinan melalui upaya pengelolaan lingkungan
15. Mahasiswa dapat mengembangkan model penghapusan kemiskinan melalui dimensi pengelolaan lingkungan seperti pertanian, kelautan, kehutanan, pertambangan rakyat dll.
16. Membedah kasus-kasus spesifik penghapusan kemiskinan melalui dimensi pengelolaan lingkungan hidup
17. Mahasiswa dapat menjelaskan dan menganalisis kaitan antara kebijakan pembangunan daerah dan proses-proses perencanaan pembangunan secara partisipatif dengan penghapusan kemiskinan di daerah.
18. Mahasiswa dapat mengkritisi alokasi anggaran pembangunan daerah yang tidak pro-poor.
19. Mahasiswa dapat mengembangkan strategi advokasi anggaran pembangunan yang pro-poor
20. Mahasiswa dapat membadah kasus-kasus program penghapusan kemiskinan melalui uapaya advokasi pro-poor budget dan perencanaan pembangunan partisipatif
21. Mahasiswa dapat menjelaskan kaitan antara konteks local democracy dan good governance dengan proses penghapusan kemiskinan
22. Mahasiswa dapat mengembangkan analisis yang mendalam antara upaya pemberdayaan masyarakat untuk penghapusan kemiskinan
23. Mahasiswa dapat membuat proposal program pendekatan penghapusan kemiskinan melalui penguatan local democracy dan tatakepemerintahan yang baik
24. Mahasiswa dapat menjelaskan proses-proses penghapusan kemiskinan di pedesaan melalui perbaikan tata produksi dan pembangunan pedesaan.
25. Mahasiswa menjelaskan perspektif pembangunan pedesaan dan upaya-upaya penghapusan kemiskinan
26. Mahasiswa dapat membuat proposal program penghapusan kemiskinan di pedesaan dengan perspektif lokal
27. Mahasiswa dapat menjelaskan kaitan antara perlindungan sosial dengan dimensi kemiskinan
28. Mahasiwa dapat menjelaskan dimensi praktis dan dinamis dari program-program perlindungan sosial khususnya untuk kelompok miskin
29. Mahasiswa dapat membuat proposal program pengembangan perlindungan sosial secara proporsional
30. Mahasiswa dapat menjelaskan labour market sebagai penentu dalam membangun perlindungan sosial;
31. Mahasiswa dapat mengkaji peranan labour market dalam sistem perlindungan sosial.
32. Mahasiswa dapat mendalami tujuan jaminan sosial untuk mencapai keamanan ekonomi;
33. Mahasiswa menjelaskan skema-skema jaminan sosial untuk menanggulangi kemiskinan.

34. Mahasiswa dapat menganalisis program prioritas perlindungan sosial untuk reduksi kemiskinan
35. Mahasiswa dapat mengkaji kaitan antara perlindungan sosial dan upaya penciptaan lapangan kerja
36. Mahasiswa dapat mengkaji kaitan antara perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat



F. METODE PEMBELAJARAN
 Ceramah
 Tanya jawab
 Presentasi
 Diskusi
 Tugas Individu dan Kelompok
 Pembahasan Kasus
 Studi Lapangan



G. MODEL PEMBELAJARAN
1. Pencapaian konsep: Model ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman Mhs. sebagaimana tercantum di dalam pokok bahasan.
2. Pertemuan kelas: Model ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Mhs. dalam memenuhi kebutuhan stakeholders/ sasaran program penghapusan kemiskinan.
3. Kerja-kerja Lapangan : Model ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam mengevaluasi program pengentatasn kemiskinan dan membuat model perbaikan exit strategy

H. MEDIA PEMBELAJARAN
 Whiteboard
 Boardmarker
 Flipchart
 Kertas Plano
 Masking Tape
 LapTop
 LCD/Projector

I. SISTEM EVALUASI
 Kehadiran : 10%
 Keaktifan di kelas : 5%
 Tugas : 15%
 UTS : 30%
 UAS : 40%






J. BAHAN BACAAN
Ade Cahyat, 2004, Bagaimana kemiskinan diukur, CIFOR
Amien Rais, 1995 : Kemiskinan dan Kesenjangan Di Indonesia, ICMI, Yogyakarta.
Andrew Macintyre, 1990: Business and Politics In Indonesia, Kensington, Allen and Unwim
Arief Budiman, 2000, Teori Pembangunan Dunia Ketiga, Jakarta : Gramedia.
Asrid Susanto, 1999: Kemiskinan Di Pedesaan, Jakarta: Bina Cipta.
Bappenas, 2005 : Rencana Kerja Jangka Menengah Program Kemiskinan 2005-2010, Jakarta; Bappenas
BKPK & Lemlit SMERU, 2001, Paket Informasi Dasar Penanggulangan Kemiskinan, Jakarta
Burhan D Magenda, 2000 : Perubahan dan Kesinambungan Dalam Pembelahan Masyarakat Indonesia, Jakarta : Prisma -LP3ES.
Carlos A. Heredia & uipo Pueblo, Bank Dunia Dan Kemiskinan
Carol Warren, 2001 : Kelas dan Perubahan Dalam Masyarakat Pedalaman di Asia Tenggara : Australia; University Mudoch.
Clifford Gertz; Agricultural Involution, Page. 200-2005 Didalam buku Hans Dieter Evers, 2000, Sociological Of South Eeas Asia, Kualalumpur : Oxford University Press.
Departemen Sosial, 2005 : Rencana Kerja Jangka Menengah 2005-2010 : Jakarta : Depsos.
Edi Suharto, Ph.D., 2005, Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat, PT. Refika Aditama, Bandung
Eko Budihardjo, 1998: Sejumlah Masalah Pemukiman Kota, Bandung; Alumni.
Ginanjar Kartasasmita, 1997 : Kemiskinan di Indonesia, Jakarta : Gramedia
Hans Antlov, 2002 : Negara Dalam Desa, Yogyakarta : Lappera
Hans Dieter Evers, 2002 : Urbanisasi Di Asia Tenggara : Jakarta: Yayasan Obor Indonesia
Hermuut Schneider, 1995 : Participatory Development From Advocacy to Action, Paris : OECD.
Immanuel Wallestein, 1999 : World Inequality : Origins and Perspectives on The World System, Montreal : Black Rose Books.
James Midgley, 2005 : Pembangunan Sosial, Jakarta : Ditpertais Depag
JH Booke ; Dual Society. Page-37-48. Didalam Buku Hans Dieter Evers, 2000, Sociological Of South Eeas Asia, Kualalumpur : Oxford University Press..
John Rapley, 2000 Understanding Development-Theory and Practice In Third Word, New York : Oxford University
JS Furnivall: Plural Societies page. 87-103 Didalam buku Hans Dieter Evers, 2000, Sociological Of South Eeas Asia, Kualalumpur : Oxford University Press
Jurnal Analisis Sosial, 2002 : Demokratisasi dan Kemiskinan atau Kesempatan Dalam Kesimpitan, Bandung : Akatiga
Kemala Chandra Kirana, 2000: Masalah Primodialis dan Kesukuan di Indonesia; Prisma- LP3ES
Kikis, UPC, AusAID, Agenda Penanggulangan Kemiskinan Struktural, Jakarta
KJ Veeger, 1993 Reliatas Sosial , Jakarta Gramedia
Laeyandecker, 1991, Tata Perubahan dan Ketimpangan, Jakarta : Gramedia.
Lea Jellinek , 1999 : Seperti Roda Berputar-Perubahan Sosial Sebuah Kampung di Jakarta, Jakarta : LP3ES
Lea Jellinek and Bambang Rustanto, 2000, Survival Strategies In Rural Area, Jakarta
Lea Jellinek, Susiladiharti and Bambang Rustanto, 2002 : My Neighbour Your Neighbour, Jakarta
Leslie Sklair, 2000: Sociology Of Global System, Baltimore: The Johns Hopkins University Press.
Majid Rahnema : Participation, Page 116-130 di dalam buku Wolfgang Sachs, 1992 : The Development Dictionary, London; Zed Books.
Michael P Todaro, 1994, Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga, Jakarta Erlangga. Bagian 1 bab 2 Ciri umum negara berkembang : Hal 20- 47.
Michael P Todaro, 1994, Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga, Jakarta Erlangga.
Puji Sayogyo, 2000: Perempuan dan Kemiskinan Di Pedesaan, Bogor : IPB
Robert W Hefner: 2000, Civil Islam. Yogyakarta : ISAI
Roger Eatwell, 2004: Ideologi Politik Kotemporer, Yogyakarta: Jendela
Sarah Cook and Naila Kabeer, 2003, Sosial protection In Asia, Nw Delhi : Haranand : Chapter 2: Safety Nets and Safety Ropes
Stepen K Sandershon , 2000: Makro Sosiologi, Jakarta :Rajawali
Suwarsono, 2002; Perubahan Sosial dan Pembangunan di Indonesia, Jakarta :LP3ES
Thee Kian Wie , 1983 :Pembangunan Ekonomi dan Pemerataan, Jakarta, LP3ES.
UNDP , 1999, Human Development Report, NewYork: Oxford University.
Vedi R Hadiz : Changing State Labour Relations In Indonesia And Malaysia and the 1997 Crisis.




K. MATERI PERKULIAHAN

1. Pertemuan ke 1

a. Pokok bahasan:
Teori Sosialisme dan Kapitalisme Dlam Kemiskinan

b. Tujuan instruksional khusus
-Mahasiswa dapat menjelaskan mengenai hubungan antara pembangunan dan kemiskinan;
-Mahasiswa dapat menyebutkan dan menjelaskan beberapa pendapat ahli mengenai pengertian kemiskinan dan berbagai faktor yang mempengaruhinya;
-Mahasiswa dapat menyebutkan dan menjelaskan mengenai model-model pembangunan yang berkaitan dengan penanggulangan kemiskinan


c. Bahan bacaan:
 Todaro, Michael (1994), Economic Development, Bab 1 “Economics, Institutions, and Development: A Global Perspektif, hal.3-26
 Todaro, Michael (1994), Economic Development, Bab 5 “Growth, Poverty, and Income Distribution,” hal.131-172



2. Pertemuan ke 2

a. Pokok bahasan:
Kemiskinan menurut perspektif pekerjaan sosial

b. Tujuan instruksional khusus

-Mahasiswa dapat menyebutkan dan menjelaskan mengenai berbagai dimensi kemiskinan, serta potret dan kecenderungan (trend) kemiskinan di Indonesia;
-Mahasiswa dapat menjelaskan mengenai parameter kemiskinan dan mampu menerapkan beberapa pendekatan dalam mengukur kemiskinan;
-Mahasiswa dapat menjelaskan mengenai berbagai paradigma kemiskinan dan paradigma pekerjaan sosial dalam memandang kemiskinan.



c. Bahan bacaan:
 TKPKRI (Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Republik Indonesia) (2005), Kemiskinan di Indonesia: Perkembangan Data dan Informasi Mutakhir 2002-2004, hal.3-46
 Suharto, Edi (2006), Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat: Kajian Strategis Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial, Bab 10 “Kemiskinan” hal.131-157
 Spicker, Paul (2002), Poverty and the Welfare State, Bab 2 “Understanding Poverty” hal.9-16

3. Pertemuan ke 3

a. Pokok bahasan:
Pendekatan pekerjaan sosial dalam menanggulangi kemiskinan

b. Tujuan instruksional khusus
-Mahasiswa dapat menyebutkan dan menjelaskan mengenai karakteristik dan kemampuan orang miskin dalam menghadapi kemiskinannya;
-Mahasiswa dapat menyebutkan , menjelaskan dan menganalisis kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan yang bernuansa pekerjaan sosial;
-Mahasiswa mampu menerapkan, strategi-strategi pekerjaan sosial dalam menanggulangi kemiskinan.

c. Bahan bacaan:
 Suharto, Edi (2004), “Human Development and the Urban Informal Sector in Bandung: The Poverty Issue” dalam New Zealand Journal of Asian Studies, Vol.4, No.2 hal.115-133
 Suharto, Edi (2005), “How Informal Enterprises Coped with the Asian Economic Crisis: The Case of Pedagang Kakilima in Bandung, Indonesia” dalam Edwina Palmer (ed), Asian Futures Asian Traditions, London: Global Oriental, hal.243-264
 Suharto, Edi (2007), Kebijakan Sosial Sebagai Kebijakan Publik: Mempertegas Roadmap Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial, Bab 3 “Masalah Sosial”
 Suharto, Edi (2007), Kebijakan Sosial Sebagai Kebijakan Publik: Mempertegas Roadmap Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial, Bab 9 “Kebijakan Penanggulangan Kemiskinan”





4. Pertemuan ke 4

a. Pokok bahasan:
Perspektif baru dalam menanggulangi kemiskinan

b. Tujuan instruksional khusus
-Mahasiswa dapat menjelaskan tujuan dan sasaran pembangunan millenium (millenium development goals) dalam menanggulangi kemiskinan pada tataran global;
-Mahasiswa mampu menerapkan strategi penanggulangan kemiskinan di wilayah Asia Pasifik;
-Mahasiswa dapat menjelaskan perspektif baru dalam menanggulangi kemiskinan di Indonesia.


c. Bahan bacaan:
 Asian Development Bank (2005), Meningkatkan Perjuangan Melawan Kemiskinan di Asia dan Pasifik, Manila: ADB
 The World Bank (2006), Era Baru dalam Pengentasan Kemiskinan di Indonesia, Jakarta: The World Bank

5. Pertemuan ke 5

a. Pokok bahasan
Pengelolaan Lingkungan: Program Penghapusan Kemiskinan 1

b. Tujuan instruksional khusus:
-Mahasiswa dapat menjelaskan berbagai program pengelolaan lingkungan sebagai salah satu upaya penghapusan kemiskinan.
-Mahasiswa dapat membuat proposal dan mengkritisi program-program penghapusan kemiskinan melalui upaya pengelolaan lingkungan
-Mahasiswa dapat mengembangkan model penghapusan kemiskinan melalui dimensi pengelolaan lingkungan seperti pertanian, kelautan, kehutanan, pertambangan rakyat dll.
-Membedah kasus-kasus spesifik penghapusan kemiskinan melalui dimensi pengelolaan lingkungan hidup


c. Bahan bacaan:
 Baswir, Revrisond. Pembangunan Pedesaan dan Penanggulangan Kemiskinan. Paper in Workshop on Community Empowerment Strategy, 1999.
 Centre of Statistic Bureau. Statistical Year Book of Indonesia. Jakarta – Indonesia, 2000.
 Karsidi, Ravik .2003. Dari Petani ke Pengrajin, Sebuah Studi Transformasi Pekerjaan (From farmers to craftsman, a job transformation study). Solo. LPM UNS and Pustaka Cakra Surakarta.
 Rossana Dewi, 2001, Progress “Sustainable Agriculture Based on farmer” (Experience on Sustainable Agriculture program in Java, Indonesia”. Gita Pertiwi Solo
 Suyitno. 1992. ”Agriculture Employment Development in Indonesia”. APO (ed). In Policies and Programs for Rural Employment Generation in Asia. Tokyo: Asia Productivity Organization
 Poverty Reduction Committee. Interim Poverty Reduction Strategy Paper. National Planning Board, 2002
 Wiranto, Tatag, Ir., MURP. Pokok-Pokok Kebijakan Pemberdayaan Masyarakat Dalam Upaya Penanggulangan Kemiskinan. Paper in Symposium on the Role og NGOs in Community Development, 2002.

6. Pertemuan ke 6

a. Pokok bahasan:
Budget dan Perencanaan Partisipatif: Program Penghapusan Kemiskinan 2

b. Tujuan instruksional khusus:
-Mahasiswa dapat menjelaskan dan menganalisis kaitan antara kebijakan pembangunan daerah dan proses-proses perencanaan pembangunan secara partisipatif dengan penghapusan kemiskinan di daerah.
-Mahasiswa dapat mengkritisi alokasi anggaran pembangunan daerah yang tidak pro-poor.
-Mahasiswa dapat mengembangkan strategi advokasi anggaran pembangunan yang pro-poor
-Mahasiswa dapat membadah kasus-kasus program penghapusan kemiskinan melalui uapaya advokasi pro-poor budget dan perencanaan pembangunan partisipatif


c. Bahan bacaan:
 Clark, John (1995); NGO dan Pembangunan Demokrasi (NGO and the Building of Democracy) , PT. Tiara Wacana Yogya
 Fauzi, Noer dan Zakaria, Yando R. (2000); Men-Siasat-I Otonomi Daerah (Strategy in Regional Autonomy), Insist Press dan KPA

 German Technical Cooperation-GTZ and CLEAN Urban-USAID (Luc Spyckerelle, Dr. Manfred Poppe, Syahroni, Mohammad Najib) (2000); Local Development Planning Report from Capacity Building Needs Assessment for Local Government and Parliament
 Graham, K.A. and Phillips S.D (1998); Citizen Engagement: Lessons in Participation from Local Government, The Institute of Public Administration of Canada
 Jacob, Prof. Dr. T. (2000); Membongkar Mitos Masyarakat Madani (Breaking down the Myth of Civil Society), Pustaka Pelajar- Yogyakarta
 Seligman, Adam B. (1992); The Idea of Civil Society, Princeton University Press, New Jersey

7. Pertemuan ke 7

a. Pokok bahasan:
Local governance and democracy: Program Penghapusan Kemiskinan 3

b. Tujuan instruksional khusus:
-Mahasiswa dapat menjelaskan kaitan antara konteks local democracy dan good governance dengan proses penghapusan kemiskinan
-Mahasiswa dapat mengembangkan analisis yang mendalam antara upaya pemberdayaan masyarakat untuk penghapusan kemiskinan
-Mahasiswa dapat membuat proposal program pendekatan penghapusan kemiskinan melalui penguatan local democracy dan tatakepemerintahan yang baik


c. Bahan bacaan:
 Antlov, H., 2003, ‘Not Enough Politics! Power, Participation and the New Democratic Polity in Indonesia’, in E. Aspinall and G. Fealy (eds), Local Power and Politics in Indonesia: Decentralisation and Democratisation, Singapore: ISEAS: 72–86
 Blackburn, J and De Toma, C., 1998. Scaling-down as the Key to Scaling up? The Role of Participatory Municipal Planning in Bolivia’s Law of Popular Participation. In Who Changes? Institutionalizing Participation in Development. ITDG Publishing, London, UK
 Blair, H., 2001., Participation and accountability at the periphery:Democratic local governance
 in six countrie, World Development, 28 (1); 21-39.
 Brock, K.,Cornwall, A., and Gaventa, J., 2001. Power, Knowledge, and political space in the framing of poverty policy. IDS Working paper 143. Brighton: Institute of Development Studies, UK
 Cornwall, A,. 2002.,Making Space, Changing places: situating participation in development. IDS working paper 173, Brighton: Institute of Development Studies, UK
 ___________.2004, Introduction: New Democratic Space? The Politics and Dynamics of Institutionalized Participation. In New Democratic Spaces? IDS Bulletin, Vol. 35. Number 2, April 2004
 Goetz, Anne Marie and John Gaventa. 2001, Bringing Citizen Voice and Client Focus into Service Delivery. Kertas kerja IDS 138. Sussex University, UK
 Hadiz, V., 2003a, ‘Power and Politics in North Sumatra: The Uncompleted Reformasi’, in E. Aspinall and G. Fealy (eds), Local Power and Politics in Indonesia: Decentralisation and Democratisation, Singapore: ISEAS:119–31
 _________2003b, ‘Reorganizing political power in Indonesia: a reconsideration of so-called “democratic transitions”’, Pacific Review, Vol 16 No 4: 591–611
 Hadiz, V. and Robison, R., 2003, ‘Neo-liberal reforms and illiberal consolidations: the Indonesian paradox’, Southeast Asia Research Centre Working Paper 52, September
 Mansbrigde, J., 1999., On the Idea That Partcipation Makes Better Citizens’, in S. Elkin and K. Soltan (eds), Citizen Competance and Democratic Institutions, University Park: Pennsylvania; State University Press.
 Nierras, R, Bishop, E, Abao, C and Rose-Millianos, K.,2002. Making Participatory Planning in Local Governance Happen., uppublished mimeograph, LOGOLink, IDS, UK, 2002
 Rosser, A., Kurnya, R and Donni, E, 2004. Indonesia: The Politics of Inlusions, IDS working paper No. 229, Sussex University, UK.
 Sukma, R., 2003, ‘Military and Politics in Post-Suharto Indonesia’ in T. Nguyen and F. Richter (eds), Indonesia Matters: Diversity, Unity, and Stability in Fragile Times, Singapore: Times Editions
 Thamrin, Juni., 2001 Catatan Pembuka: Pentingnya Partisipasi Dalam Proses Pengambilan Keputusan Publik. Dalam Perencanaan Partisipatif: Pendekatan Baru Untuk Local Good Governance. Buku seri perencanaan partisipatif. Logolink International workshop; IDS-IPGI-The Ford Foundation. IPGI SEKNAS
 ____________, 2004. Kebijakan-kebijakan Partisipatif yang Dapat Mendorong Optimasi Kesertaan Warga Dalam Pengambilan Keputusan Publik. Makalah seminar untuk Kongres Ilmu Pengetahuan, LIPI-Depdiknas.
 Thomas, John Clayton., 1995. Public Participation in Public Decisions: New Skills and Strategies for Public Managers. Jossey-Bass Inc., Publishers, 350 Sansome Street, San Francisco, California
 Törnquist, O., Priyono, A., Edwin, D., Samadi, W., Pradjasto, A., Prabawati, D., Kariedi, S., Yulianto, O. and Wijaya, A., 2004, Executive Report: 1st Round Study of The Problems and Options of Indonesian Democratisation.

8. Pertemuan ke 8

a. Pokok bahasan:
Livelihood and Rural Development: Program Penghapusan Kemiskinan 4

b. Tujuan instruksional khusus:
-Mahasiswa dapat menjelaskan proses-proses penghapusan kemiskinan di pedesaan melalui perbaikan tata produksi dan pembangunan pedesaan.
-Mahasiswa menjelaskan perspektif pembangunan pedesaan dan upaya-upaya penghapusan kemiskinan
-Mahasiswa dapat membuat proposal program penghapusan kemiskinan di pedesaan dengan perspektif lokal


c. Bahan bacaan:
 Breman, Jan and Gunawan Wiradi (2002), Good Times and Bad Times in Rural Java: Case study of socio-economic dynamics in two villages towards the end of the twentieth century, Singapore: Institute of Southeast Asian Studies.
 Business Week (October 14, 2002), Special Report: Global Poverty.
 Daly, Anne and George Fane (2002), ‘Anti-Poverty Programs in Indonesia’, Bulletin of Indonesian Economic Studies (BIES), Vol. 38 No. 3: 309-330.
 Dhanani, Shafiq and Iyanatul Islam (2000), Poverty, Inequality and Social Protection: Lessons from the Indonesian Crisis, United Nations Support Facility for Indonesian Recovery (UNSFIR) Working Paper 00/01, Jakarta: UNSFIR.
 Gardiner, Peter and Puguh B. Irawan (2001), A Poverty Profile for Indonesia, a report prepared for GLM Tokyo, Japan, Jakarta: Insan Hitawasana Sejahtera.
 Irawan, Puguh B. (2000), ‘Poverty Incidence in Indonesia: Measurement and Summary of Latest Evidence’, Penduduk & Pembangunan: Buletin Pengkajian Masalah Kependudukan dan Pembangunan LIPI, Jilid XI (1): 1-32.
 Irawan, Puguh B., Aswatini Raharto, Eka Rumanitha and Haning Romdiati (2000), Analisis Studi Evaluasi Penentuan Kriteria Rumahtangga Miskin Tahun 2000 (Result of Evaluation Study on Determining Criteria of Poor Households, 2000), Jakarta: BPS, LIPI and UNICEF.
 Irawan, Puguh B., Erman A. Rahman, Haning Romdiati and Uzair Suhaimi (2001), Anti-Poverty Programs in Indonesia: Analysis, Prospects and Policy Recommendations, Jakarta: BPS, BAPPENAS and UNESCAP.
 Irawan, Puguh B. and Haning Romdiati (2000), ‘Dampak Krisis Ekonomi terhadap Kemiskinan dan Beberapa Implikasinya untuk Strategi Pembangunan’ (Impacts of Economic Crisis on Poverty and Some Implications for Development Strategy), in Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi VII (National Workshop on Food and Nutrition VII): 193-244, Jakarta: LIPI.
 Islam, Iyanatul (2001), Identifying the Poorest of the Poor in Indonesia: Towards a Conceptual Framework, United Nations Support Facility for Indonesian Recovery (UNSFIR) Working Paper 01/06, Jakarta: UNSFIR.
 Jones, Gavin W. and Peter Hagul (2001), ‘Schooling in Indonesia: Crisis-Related and Longer-Term Issues’, Bulletin of Indonesian Economic Studies (BIES), Vol. 37 No. 2: 207-232.
 Kanbur, R. and L. Squire (1999), The Evolution of Thinking about Poverty: Exploring the Interactions, September, mimeo, Washington D.C.: The World Bank.
 Mishra, Satish C. (2001), History in the Making: a Systemic Transition in Indonesia, United Nations Support Facility for Indonesian Recovery (UNSFIR) Working Paper ½, Jakarta: UNSFIR.
 Mishra, Satish C. (2002), ‘Systemic Transition in Indonesia: The Crucial Next Steps’, a paper presented for the 13th INFID Conference, Yogyakarta, 29 September-2 October 2002.
 Mukherjee, Nilanjana (1999), Indonesia Consultations with the Poor, Washington D.C.: The World Bank.
 Mukherjee, Nilanjana, Joan Hardjono and Elizabeth Carriere (2001), People, Poverty and Livelihoods: Links for Sustainable Poverty Reduction in Indonesia, Jakarta: The World Bank and Department for International Development (DFID).
 Narayan et al. (1999), Can Anyone Hear Us? Voices from 47 Countries, Vol. 1, Poverty Group, PREM, Washington D.C.: The World Bank.
 Nelson, Joan M. (1998), Poverty, Inequality and Conflict in Developing Countries: Project on World Security, Washington D.C.: Rockefeller Brothers Fund, Inc.
 Pradhan, M., A. Suryahadi, S. Sumarto and L. Pritchett (2000), ‘Measurements of poverty in Indonesia: 1996, 1999 and beyond’, SMERU Working Paper, Jakarta.
 Pritchett, Lant and Sudarno Sumarto (2002), Targeted Programs in an Economic Crisis: Empirical Findings from the Experience of Indonesia, SMERU Working Paper, Jakarta: SMERU.
 Suryahadi, A. and S. Sumarto (2003), Measuring Vulnerability to Poverty in Indonesia: Before and After the Economic Crisis. A paper that will be presented in the Parallel Session on “Globalization: Growth, Poverty and Inequality” at the 4th Annual GDN International Conference, organized by IPALMO, January 21, 2003, Cairo, Egypt.
 World Bank (2000), World Development Report 2000/2001: Attacking Poverty, New York: Oxford University Press.
 World Bank (2001), Poverty Reduction in Indonesia: Constructing a New Strategy, Report No. 23028-IND, Jakarta: Environment and Social Development Unit, World Bank Office Jakarta.

9. Pertemuan ke 9

a. Pokok bahasan:
Simpan Pinjam dan Modal: Program Penghapusan Kemiskinan 5

b. Tujuan instruksional khusus:

1. Mahasiswa dapat mengkritisi program penghapusan kemiskinan melalui proses permodalan, simpan pinjam dan KUBE
2. Mahasiwa dapat menjelaskan prespesktif sosial-ekonomi pemberdayaan kelompok miskin
3. Mahasiswa dapat membuat proposal yang proporsional dan menyentuh dimensi pemberdayaan ekonomi rakyat.
c. Bahan bacaan:
 Cobham, A. 2001, Capital Account Liberalisation and Impacts on the Poor. January, draft.
 De Dios, E.S., 1995. On Recent Financial Flows: Causes and Consequences, dalam Towards Sustainable Growth, disunting oleh Fabella, R.V. dan Sakai, H. Tokyo: Institute of Developing Economies.
 FitzGerals, E.V.K. 2001. Short-term Capital Flows, The Real Economy and Income Distribution in Developing Countries. Segera terbit.
 Hutchcrof, P.D. 1998. Booty Capitalism: The Politics of Banking in the Philippines. Quezon City: Ateneo de Manila University Press.
 Siebert H., 1996. On the Concept of Locational Competition, Kiel Working Paper no. 731, The Kiel Insitute of World Economics, bulan Maret.
 http://www.infid.be/infidforum2001-stanna-capital&poverty-ind.html



10. Pertemuan ke 10

a. Pokok bahasan:
Social Protection: Program Penghapusan Kemiskinan 6

b. Tujuan instruksional khusus:
-Mahasiswa dapat menjelaskan kaitan antara perlindungan sosial dengan dimensi kemiskinan
-Mahasiwa dapat menjelaskan dimensi praktis dan dinamis dari program-program perlindungan sosial khususnya untuk kelompok miskin
-Mahasiswa dapat membuat proposal program pengembangan perlindungan sosial secara proporsional

c. Bahan bacaan:
 Abrahart, A and Verme, P. (2001). Labour Market Policies: theoretical background, in Social Protection in Asia and the Pacific. Asia Development Bank, Manila
 Cook, S; Kabeer, N and Suwannarat, G., (2003). Social Protection in Asia. HAR-ANAND Publication, New Delhi.
 Shepard, A; Marcues, R and Barientos, A (2004). Policy Paper on Social Protection. DFID, London
 Tambunan, T and Purwoko, B (2002). Social Protection in Indonesia; in social protection in Southeast Asia. FES, Singapore.

11. Pertemuan ke 11

a. Pokok bahasan:
Komponen-komponen sistem perlindungan sosial: Program Penghapusan Kemiskinan 7

b. Tujuan instruksional khusus:
-Mahasiswa dapat menjelaskan labour market sebagai penentu dalam membangun perlindungan sosial;
-Mahasiswa dapat mengkaji peranan labour market dalam sistem perlindungan sosial.

c. Bahan bacaan:
 Rejda, george (1994), the Social Insurance and Economic Security, University of Nebraska
 ILO (1998), ILO Social Security Publication 1-5
 Bappenas (2004), Strategi Pemenuhan Kebutuhan Sosial Dasar bagi Masyarakat Miskin, Jakarta: Bappenas

12. Pertemuan ke 12

a. Pokok bahasan:
Jaminan sosial dan keamanan ekonomi: program penghapusan kemiskinan 8

b, Tujuan instruksional khusus:
-Mahasiswa dapat mendalami tujuan jaminan sosial untuk mencapai keamanan ekonomi;
-Mahasiswa menjelaskan skema-skema jaminan sosial untuk menanggulangi kemiskinan.


c.Bahan bacaan:
 Purwoko, B (2006), Teori dan Badan Hukum Penyelenggara Jaminan Sosial, Program S2 FKM UI

13. Pertemuan ke 13

a. Pokok bahasan:
Program prioritas perlindungan sosial untuk reduksi kemiskinan dan pemberdayaan: program penghapusan kemiskinan 9

b. Tujuan instruksional khusus:
-Mahasiswa dapat menganalisis program prioritas perlindungan sosial untuk reduksi kemiskinan
-Mahasiswa dapat mengkaji kaitan antara perlindungan sosial dan upaya penciptaan lapangan kerja
-Mahasiswa dapat mengkaji kaitan antara perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat


c. Bahan bacaan:
 Sukamto, Thabrany dan Purwoko, Reformasi Jaminan Sosial di Indonesia, Kantor Menko Kesra dan GTZ Jerman






14/15. Pertemuan ke 14 dan 15

a. Pokok bahasan:
Kapita selekta kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan Depsos RI

b. Pekerjaan Sosial Dengan Kemiskinan

-Filosopi dan Ideologi Kapitalisme dan Sosialisme
-Teori-teori Kemiskinan
-Stratifikasi Sosial dan Kemiskinan
-Pendekatan dan Ukuran Kemiskinan
-Perubahan Sosial dan Pembangunan
-Pekerjaan Sosial dan Kemiskinan
-Program Penanggulangan Kemiskinan di Indoenesia
-MDG’S dan Kemiskinan
-Pemberdayaan Sosial dan Kemiskinan
-Perlindungan dan Jaminan Sosial
-Kelompok Marginal dan Kemiskinan Perkotaan
-Kemiskinan Pedesaan dan Pertanian
-Lingkungan Hidup dan Kemiskinan
-Kemiskinan dan Tata Kelola Pemerintahan
-Kapita Selekta I: Kemiskinan dan Pelayanan Publik
-Kapita Selekta II: Kemiskinan dan Perempuan

























Tutorial:

1. Pemahaman tentang Teori Sosialisme dan Kapitalisme
2. Pemahaman tentang Teori-Teori Kemiskinan
3. Indikator Sosial dan Pengukuran Kemiskinan
4. Profil Komunitas/Etnografi/Sosiogram/Lifehistory
5. Analisa Situasi Sosial Kemiskinan di Perkotaan dan Pedesaan
6. Mengkritisi dan Mengevaluasi Program Kemiskinan
7. Belajar Pengalaman dari Bangladesh dan Negara Lain
8. Analsis Kelompok, Organisasi dan Komunitas Miskin
9. Kuliah Lapangan Kemiskinan di Pedesaan dan Pedesaan
10. Workshop Akhir (Refleksi Pengalaman Praktik)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar