Selasa, 26 Januari 2010

METODE BIMBINGAN SOSIAL

METODE BIMBINGAN SOSIAL
Bimbingan Sosial sebagai gerak dasar kegiatan di bidang sosial kemasyarakatan serta pembangunan sosial, titik berat pelaksanaannya mengarah dalam bentuk kursus-kurus atau pendidikan dan pelatihan (diklat), sesuai dengan tujuan gerak langkah bimbingan sosial tersebut, yang muatan materinya meliputi pemberian pengertian tentang kesosialan dan penyuluhan-penyuluhan sosial. Bimbingan sosial yang diberikan untuk masyarakat umum menggunakan penyuluhan sosial, sedangkan yang diberikan untuk merajut para relawan sosial dilaksanakan di dalam kelas dalam bentuk kursus.

Bimbingan sosial dan penyuluhan sosial ini pada akhirnya merupakan pola kegiatan penyadaran yang sistematis, sehingga dijadikan pendekatan Departemen Sosial dalam melaksanakan program kerjanya. Adapun penyelenggaraan bimbingan sosial dalam bentuk kursus tersebut diselenggarakan dalam penyajian yang sederhana mengingat peserta kursus masih banyak yang berlatar belakang pengetahuannya rendah, walaupun mereka pada umumnya terdiri para pamong desa dan relawan-relawan sosial lainnya. Hasil kursus tersebut berupa terbentuknya Kader-kader sosial sebagai Batu-batu Dasar Sosial dalam masyarakat.

Bimbingan Sosial tersebut dikembangkan dalam bentuk Kursus Sosial Umum, Kursus Sosial Khusus, Kursus untuk Tenaga Sosial, dan Penyuluhan Sosial. Setelah mengikuti kursus atau kegiatan penyuluhan sosial tersebut, mereka mempunyai tugas dan fungsi untuk :
1. Menyebarluaskan atau menggethoktularkan materi kesosialan kepada masyarakat disekelilingnya agar memiliki pengetahuan, rasa kesadaran dan tanggung jawab sosial, sehingga warga masyarakat tahu, mau dan mampu melaksanakan usaha-usaha yang disepakati dan dilaksanakan dalam masyarakat.

2. Membangkitkan rasa kesadaran dan tanggung jawab sosialnya agar setiap warga masyarakat timbul keinginan, kemauan untuk mewujudkan cita-cita sosial dalam mencapai taraf keberfungsian sosialnya.

3. Bertindak bersama-sama dengan warga masyarakat disekitarnya dalam rangka mewujudkan kesejahteraan sosial melalui berbagai kegiatan usaha kesejahteraan sosial, sesuai dengan sumber dan potensi yang dapat didayagunakan.

Mengingat semakin banyaknya materi dalam kursus-kursus tersebut maka dirumuskan Kursus Bimbingan Sosial Tingkat A (KBS-A), kemudian KBSA-1 dan KBSA-2, yang akhirnya ditetapkan Kursus Bimbingan Sosial –A (KBS-A) dan Kursus Bimbingan Sosial-B (KBS-B) serta bilamana ada hal-hal yang perlu pengembangan lebih lanjut dilakukan KBS-B Lanjutan.

Adapun penjenjangan kursus-kursus tersebut adalah sebagai berikut :
• KBS-A : menitikberatkan materinya tentang manusia sebagai makhluk sosial, kebutuhan-kebutuhan sosial dan permasalahan sosial. Manusia sebagai maklhuk sosial di bahas dalam KBS-A1, sedangkan kebutuhan-kebutuhan dan permasalahan sosial dibahas didalam KBS-A2.
• KBS-B : menitikberatkan materinya tentang pemecahan permasalahan sosial dikaitkan dengan sumber dan potensi dalam masyarakat yang dapat digali dan didayagunakan. Sumber-sumber dan potensi sosial yang dapat didayagunakan untuk menyelenggarakan pelayanan sosial atau usaha-usaha kesejahteraan sosial dibahas dalam KBS-B, sedangkan perlunya wadah/lembaga/organisasi untuk menyelenggarakan usaha-usaha kesejahteraan sosial serta usaha-usaha bidang-bidang lainnya di masyarakat dibahas dalam KBS-B lanjutan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar