Senin, 25 Januari 2010

PENDAMPING SOSIAL


PENDAMPING SOSIAL
Oleh Bambang Rustanto

1. SIAPA PENDAMPING?
Pendamping adalah seseorang yang ditunjuk atau ditugaskan oleh pihak yang berwenang baik pemerintah maupun masyarakat untuk melakukan pendampingan terhadap binaan yang telah menjadi sasaran Program Pemberdayaan Perempuan.

2. APA PERAN DAN TUGAS PENDAMPING?
Seorang pendamping memiliki peran dan tugas sebagai berikut:
a. Fasilitator
Membantu perempuan untuk menyadari, mengenali, merumuskan dan mencari pemecahan masalah yang dihadapinya.
Adapun tugas fasilitator meliputi:
a. Merumuskan masalah bersama perempuan.
b. Bersama perempuan menggali potensi dan sumber daya aktual yang ada pada dirinya dan lingkungannya.
c. Menggali harapan yang ada pada perempuan.
d. Mencari pemecahan masalah bersama perempuan.

b. Motivator
Mendorong, mengajak dan mempengaruhi perempuan untuk melakukan berbagai upaya untuk mengatasi masalahnya. Adapun tugas seorang motivator meliputi:
1) Menyadarkan dan meyakinkan perempuan akan kemampuan mengatasi masalah.
2) Mendorong perempuan untuk melakukan berbagai kegiatan sesuai dengan kemampuannya sendiri untuk mengatasi masalah.
3) Mengajak perempuan untuk mengatasi masalahnya sendiri secara bersama-sama, tanpa menggantungkan dirinya kepada orang lain.

c. Inovator
Bersama perempuan melahirkan gagasan baru sesuai dengan kebutuhan untuk mengatasi masalahnya.

Adapun tugas seorang inovator meliputi:
1) Merangsang perempuan untuk mencari terobosan-terobosan baru sebagai upaya mengatasi masalahnya.
2) Menawarkan gagasan baru kepada perempuan dalam mengatasi masalahnya.

d. Katalisator
Menghubungkan perempuan dengan pihak-pihak lain yang bisa membantu mengatasi masalahnya.
Adapun tugas seorang katalisator meliputi:
1) Memberikan informasi kepada perempuan, pihak-pihak mana yang sekiranya mampu memberikan dukungan kepada perempuan.
2) Membantu perempuan menghubungi pihak-pihak yang dibutuhkan.
3) Meyakinkan pihak-pihak lain agar bersedia membantu perempuan memecahkan masalahnya.
4) Mendorong perempuan untuk menjalin hubungan dengan berbagai pihak yang mampu memecahkan masalah.

e. Dinamisator
Menjaga perempuan dalam mempertahankan kelangsungan kegiatan yang dilakukan untuk mengatasi masalahnya.

Adapun tugas seorang dinamisator meliputi:
1) Bersama perempuan melakukan kegiatan dalam upaya memecahkan masalahnya.
2) Menawarkan alternatif untuk dicoba dilakukan perempuan, apabila mereka jenuh terhadap kegiatan yang sedang dilakukan.
3) Bersama perempuan memikirkan kegiatan lanjutan dari kegiatan yang sedang dilakukan.

3. APA PRINSIP PENDAMPINGAN?
Prinsip yang harus dipegang oleh pendamping Pemberdayaan Perempuan
a. Perempuan sebagai Pemilik Kegiatan

Ketika bekerja bersama perempuan, sering kali peran anggota diabaikan. Perempuan hanya dianggap sebagai penerima atau objek kegiatan. Semua program kegiatan sudah dirancang oleh pihak luar. Padahal perempuan adalah sebagai pemilik kegiatan. Mereka harus dapat memaknai dan menjiwai setiap tahap proses pemberdayaan yang ditujukan kepadanya. Oleh karena itu mereka harus dilibatkan dalam setiap tahapan kegiatan dan diberi kesempatan untuk mengambil keputusan. Hal ini penting karena keputusan tersebut menyangkut kehidupannya.

b. Belajar dan Bertukar Pengetahuan

Pendamping dan perempuan dalam proses pemberdayaan perempuan menjadi kelompok bersama untuk saling belajar. Proses belajar dalam pemberdayaan perempuan menerapkan pendekatan partisipatoris. Pendamping berbagi keilmuan, ketrampilan, dan pengalaman yang dimilikinya kepada KBS, dan dia juga belajar dari pengalaman dan kehidupan KBS yang dialaminya selama ini.

c. Kemitraan

Pendamping memandang perempuan sebagai mitra kerja, begitu juga perempuan memandang pendamping sebagai mitra. Hubungan kerjasama yang terjalin antara pendamping dengan perempuan bukan atasan dengan bawahan, atau dengan orang lain yang memiliki kepandaian lebih, tetapi sejajar.

d. Membangun Kemampuan

Meskipun Pendamping memandang perempuan memiliki kemampuan dan potensi untuk mengembangkan dirinya, tetapi pendamping perlu mengidentifikasi potensi yang perlu dibangun dan dikembangkan, sehingga potensi yang dimiliki perempuan bisa dimanfaatkan secara optimal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar