Rabu, 17 Oktober 2012

STANDART PANTI SOSIAL

STANDART PELAYANAN PANTI SOSIAL

A. PELAYANAN BAGI WBS

1, Pengertian Warga Binaan Sosial

Adalah seseorang yang mengalami masalah sosial dan rentan dalam hidupnya serta perlu mendapatkan pelayanan sosial di Panti-panti sosial

2. Permasalahan Sosial Warga Binaan Sosial

a. Psikologis :

Pesimis, kehilangan kepercayaan diri, pemalu, mudah putus asa, suka melamun, menarik diri dari lingkungan, prasangka Gejala-gejala tersebut cenderung menunjukkan perilaku : - agresif - mudah tersinggung - mudah marah – depresi

b. Pendidikan

Dialami oleh hampir semua WBS yaitu kesulitan pendidikan di sekolah yang disebabkan :Karena kondisi WBS Tenaga pelaksana Terbatasnya fasilitas yang tersedia (kontruksi bangunan, peralatan untuk proses belajar mengajar) Sosial kemasyarakatan Karena keterbatasan kemampuan mobilitas menyebabkan kesulitan menjangkau dan menjalin hubungan pergaulan secara luas)

c. Ekonomi dan Pekerjaan

Sebagai sumber penghidupan, status sosial, prestise(bagi setiap orang)

d. Harga diri Pengakuan

terhadap harkat dan martabat bagi dirinya di tengah masyarakat Kesulitan : - persaingan - minimnya pendidikan terbatasnya kemampuan/keterampilan - keraguan dan prasangka masyarakat

e. Keluarga

Kehadiran wbs dalam keluarga menimbulkan : - Beban (uang, tenaga, waktu,fasilitas) - Keresahan - Ketidakserasian/pertentangan - Perpecahan

f. Masyarakat

Sebagai bagian dari masyarakat, WBS dapat memberikan dan mendapatkan sesuatu dari masyarakat, sikap yang muncul dari masyarakat : - merasa iba/kasihan - terganggu - lingkungan merasa dikotorimeragukan kemampuannya benci Dengan adanya sikap di atas dapat menimbulkan perilaku tertentu dari anggota masyarakat, misalnya : - menghindar - memberikan sesuatu sebagai rasa kasihan - merasa terpanggil mencari jalan Keluar

B. POTENSI WARGA BINAAN SOSIAL

1. Aspek Emosi

Peksos dituntut mampu menggali, mendukung dan mengembangkan perasaan yang positif (bahagia, aman, percaya diri) dan dituntut untuk menghilangkan perasaan-perasaan (takut, cemas, putus asa, rendah diri)

2. Aspek Motivasi

Harapan untuk mengatasi masalah

3. Aspek Berpikir

Berpikir positif (memahami dan menyelesaikan masalah)

C. JENIS PELAYANAN WARGA BINAAN SOSIAL

1. Conjoint Family Treatment

Memberikan pemahaman kepada orang tua WBS mengenai : - tingkah laku WBS - mengembangkan keterampilan untuk mengasuh wbs Keluarga wbs sebagai suatu sistem dijadikan sebagai sasaran perubahan. Ketidaknyamanan dan kesulitan yang dialami oleh anggota keluarga wbs yang berpengaruh terhadap sistem keluarga

2. Parental Education

Membantu WBS atau keluarga untuk menerima pendidikan dalam keluarga

3.Reality Therapy

Membantu wbs atau keluarga untuk : - menghadapi kenyataan - memenuhi kebutuhan dasar

4. Crisis Intervention

Digunakan dalam situasi krisis : - menghilangkan pengaruh kejadian yang sifatnya menekan dan merusak membantu memobilisasi kemampuan-kemapuan psikologis serta sumber-sumber sosial dasar yang terlibat

5. Self Help Group

Orang tua wbs bekerja sama dengan anggota keluarga membantu : Untuk memperbaiki dan meningkatkan keberfungsian sosial wbs

6. Behavior Therapy

Penyembuhan tingkah laku wbs melalui prinsip- prinsip teori belajar (perubahan tingkah laku yang diinginkan)

7. Milieu Treatment

Menciptakan suatu lingkungan untuk wbs agar belajar dengan menggunakan kejadian-kejadian yang berlangsung dalam kehidupan sehari-hari (lingkungan dijadikan sebagai sarana untuk mengajarkan tingkah laku yang diinginkan)

8. Play Therapy

Menggunakan situasi permainan yang sesuai dengan kemampuan wbs sebagai sasaran perubahan tingkah laku

D. PELAYANAN KHUSUS WARGA BINAAN SOSIAL

1. Sheltered Workshop -

latihan penyesuaian kerja - pelayanan konseling - pelayanan penempatan kerja

2. Vocational Evaluation

Asesmen terhadap : - perilaku kerja - kapasitas fisik - interaksi sosial - keberfungsian psikologis - tujuan yang ingin dicapai - spesifikasi kerja yang diminati

3. Sheltered Employment

Pelayanan diutamakan untuk wbs yang memiliki kelemahan dalam persaingan kerja dengan masyarakat pada umumnya Ditampung pada institusi/lembaga pelayanan khusus diperkerjakan dengan upah yang ditentukan oleh institusi tsb, biasanya lebih rendah dari standar umum hasil kerja dipasarkan oleh institusi tsb

4. Work Adjusment Training

Wbs ditempatkan dalam setting pekerjaan tertentu tapi dalam pengawasan/perlindungan lembaga Keamanan dari ancaman persaingan kerja dijamin sampai wbs siap bersaing Pelayanan konseling untuk mendiskusikan masalah yang dihadapi dalam lingkungan kerja dan mengembangkan kebiasaan kerja yang lebih baik

5. Work Adjusment Training

Wbs ditempatkan dalam setting pekerjaan tertentu tapi dalam pengawasan/perlindungan lembaga Keamanan dari ancaman persaingan kerja dijamin sampai wbs siap bersaing Pelayanan konseling untuk mendiskusikan masalah yang dihadapi dalam lingkungan kerja dan mengembangkan kebiasaan kerja yang lebih baik

6. Counseling Service

Bimbingan keahlian kerja kepada wbs secara individu maupun kelompok - Wbs diharapkan dapat menemukan caranya untuk mengatasi masalah yangdihadapinya Mampu mengembangkan dirinya secara optimal

7. Specialized Schools

Sekolah khusus untuk wbs yang disesuaikan dengan kemampuan Wbs

8. Placement Service

Membantu wbs dalam menjamin pekerjaan yang kompetitif - Latihan kerja (keahlian kerja ) yang diperlukan untuk pekerjaan yang diinginkan - dicarikan tempat kerja dengan cara dipromosikan ke perusahaan-perusahaan yang dianggap cocok - kontak dengan lembaga tetap dipertahankan untuk mendapatkan penyesuaian

9. Group Homes & Halfway House

Diberikan kepada wbs yang karena sebab tertentu tidak tinggal dengan keluarganya untuk mendapatkan bantuan bagi pelaksanaan kegiatan sehari-hari

10. Group Homes

Wbs ditampung dalam satu rumah dan membentuk suatu keluarga dibimbing oleh pengasuh untuk periode waktu yang tidak terbatas

11. Halfway House

Hanya tinggal untuk sementara waktu sampai mereka dinyatakan mampu mandiri dan dilepaskan ke masyarakat

12. Nursing Homes

Wbs tinggal di rumahnya sendiri tapi tidak mampu melaksanakan ADL, sehingga dibantu oleh petugas yang dikirim oleh lembaga pelayanan setiap hari

13. Day Care Centers

Memberikan pelayanan perawatan harian untuk wbs : - Latihan self help - Sosialisasi - Pekerjaan rumah tangga - Komunikasi - Kegiatan pengisian waktu luang

14. Hospital Services

Pelayanan pasien yang mengalami kecelakaan yang mengakibatkan WBS Rumah sakit menjadi awal masuknya wbs dalam pelayanan rehabilitasi : - pelayanan medis - fisioterapi

15. Meals on Wheals

Wbs yang tidak mampu menyediakan makanan sendiri tetapi masih bisa makan sendiri tanpa bantuan orang lain (tidak bisa keluar rumah dan tidakmampu membeli makanan)Menyediakan makanan yang panas maupun yang dingin

16. Home Health Services

 Pelayanan kunjungan : - Perawatan - Penyembuhan - Laboratorium - Perlengkapan rumah sakit

17. Vocational Rehabilitation Funding

Bantuan dana untuk operasionalisasi pelayanan rehabilitasi wbs Sumber dana bisa dari pemerintah mauoun hasil swadaya masyarakat

E. MODEL PENANGANAN WARGA BINAAN SOSIAL

1. Institutional Base Services

Merupakan penanganan wbs berbasis pelayanan Pelayanan bersifat krisis : Wbs dipisahkan dari keluarga karena terancam dan membahayakan kehidupan wbs Ditempatkan di lembaga/panti, dengan mendapatkan pelayanan : - fasilitas tinggal - perawatan medis - pemenuhan kebutuhan dasar - konseling - perlindungan - pendidikan - latihan keterampilan

2. Community Base Services

Strategi intervensi kemasyarakatan sebagai pusat penanganan, tujuan : Meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab masyarakat Diharapkan masyarakat berpartisipasi dalam menangani permasalahan wbs Dibantu peksos secara periodik datang ke masyarakat untuk merancang dan melaksanakan :  Prgram pengembangan kemasyarakatan  Penyuluhan  Kampanye sosial  Terapi psikososial  Aksi sosial  Sarana rekreatif  Pengisian waktu luang

3. State/Legal Base Services
 Bersifat makro dan indirect servicesMelalui intervensi legal Di Indonesia,


F. TAHAPAN PELAYANAN DI PANTI SOSIAL

Pelayanan pada panti-panti sosial mencakup tahapan sebagai berikut :

                                                              1.  PENDEKATAN AWAL

Pendekatan awal merupakan tahap persiapan dalam keseluruhan tahap pelayanan dan rehabilitasi sosial dalam lembaga pelayanan yang dilakukan melalui kegiatan pertemuan dengan instansi terkait, dunia usaha, tokoh masyarakat, organisasi sosial, keluarga dan WBS tentang perlunya pelayanan dan rehabilitasi sosial bagi WBS.

a. Tujuan :

1) Menyebarluaskan informasi tentang proses penerimaan dan proses pelayanan dan rehabilitasi sosial serta aktivitas Warga Binaan sosial di lembaga pelayanan. 2) Sosialisasi program pelayanan dan rehabilitasi sosial yang diberikan oleh lembaga pelayanan.

b. Kegiatan:

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam tahap pendekatan awal, meliputi:

        1) Sosialisasi

Kegiatan penyampaian informasi tentang program pelayanan dan rehabilitasi sosial dalam lembaga pelayanan kepada pihak-pihak yang terlibat agar terdapat kesamaan persepsi dan tindakan dalam pelayanan dan rehabilitasi Warga Binaan sosial.

a) Tujuan :
(1) Menyebarluaskan informasi program dan kegiatan kepada instansi terkait, dunia usaha, tokoh masyarakat, organisasi sosial, keluarga dan Warga Binaan sosial tentang perlunya pelayanan dan rehabilitasi sosial bagi Warga Binaan sosial. (2) Memberikan pemahaman instansi terkait, dunia usaha, tokoh masyarakat, organisasi sosial, keluarga tentang perlunya pelayanan dan rehabilitasi sosial bagi Warga Binaan sosial. (3) Menciptakan kesamaan pemahaman, gerak dan langkah pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan pelayanan dan rehabilitasi Warga Binaan sosial.

b) Sasaran:
(1) Instansi terkait (2) Organisasi sosial (3) Dunia usaha (4) Tokoh masyarakat (5) Masyarakat dan Keluarga (6) Warga Binaan sosial

c) Metode :
(1) Ceramah (2) Diskusi (3) Publikasi melalui media cetak dan elektronik.

d) Kegiatan :
(1) Menyusun bahan sosialisasi (2) Mengadakan kunjungan dan penyuluhan sosial (3) Mengadakan diskusi-diskusi, seminar (4) Melaksanakan publikasi.

e) Langkah-langkah :
(1) Membentuk Tim Pelaksana (2) ldentifikasi sasaran (3) Menyiapkan sarana dan prasarana (4) Menyiapkan metode, media dan materi (5) Melaksanakan sosialisasi (6) Monitoring, evaluasi dan pelaporan

f) Hasil yang ingin dicapai :
(1) Tersebarluaskannya informasi program dan kegiatan kepada kelompok sasaran. (2) Meningkatnya pemahaman, kesadaran kelompok sasaran tentang perlunya pelayanan dan rehabilitasi bagi Warga Binaan sosial. (3) Meningkatnya pemahaman, kesadaran dan dukungan kelompok sasaran terhadap kegiatan pelayanan dan rehabilitasi Warga Binaan sosial. (4) Terciptanya kesamaan pemahaman, gerak dan langkah kelompok sasaran dalam penyeleng garaan kegiatan pelayanan dan rehabilitasi Warga Binaan sosial.

       2) Penjangkauan

a) Tujuan
(1) Mendapatkan gambaran permasalahan dan data tentang Warga Binaan sosial (2) Mendapatkan gambaran tentang lapangan kerja bagi Warga Binaan sosial

b) Sasaran
(1) Dunia usaha (2) Organisasi sosial (3) Masyarakat (4) Warga Binaan sosial (5) Instansi terkait

c) Kegiatan
Melakukan kerjasama dengan insatnsi terkait dan yayasan atau organisasi sosial yang ada

d) Langkah-Iangkah
(1) Membentuk tim pelaksana (2) Menyiapkan sarana prasarana (3) Kerjasama dengan instansi terkait dan yayasan organisasi sosial

e) Hasil yang ingin dicapai
(1) Terciptanya kesamaan pemahaman, gerak dan Iangkah antar instansi dalam penyelenggaraan kegiatan pelayanan dan rehabilitasi WBS (2) Terbentuknya kerjasama dengan instansi terkait atau organisasi sosial / yayasan dalam penanganan Warga Binaan sosial secara terpadu.

       3) Identifikasi dan Seleksi
Yaitu proses menemukenali, menginventarisasi, memilih dan menetapkan calon penerima manfaat.

a) Tujuan :
Terhimpunnya data yang akurat tentang identitas calon penerima manfaat yang sesuai persyaratan untuk mendapat pelayanan dan rehabilitasi sosial dalam lembaga pelayanan.

b) Sasaran
Adalah calon penerima manfaat dengan criteria : (1) Ada Surat Kesehatan dari Dokter Pemerintah / Puskesmas (2) Ada Surat Pengantar dari Kepala Dinas /Instansi Sosial setempat. (3) Ada Surat Pengantar dari Kepala Desa / Kelurahan tempat tinggal asal penerima manfaat (4) Ada Surat Persetujuan dari Keluarga

c) Metode :
(1) Pengamatan/Observasi (2) Wawancara

d) Kegiatan :
(1) Menyusun dan mengisi formulir (2) Melakukan seleksi dan registrasi (3) Pembahasan kasus (4) Penerimaan/penolakan calon penerima manfaat (5) Membuat laporan.

e) Langkah-langkah :
(1) Menyiapkan formulir (2) Menggandakan formulir (3) Mengisi formulir (4) Menelaah formulir isian (5) Penerimaan/penolakan penerima manfaat (6) Membuat laporan

f) Hasil yang ingin dicapai :
(1) Tersedianya data calon penerima manfaat (2) Ditetapkannya calon penerima manfaat Warga Binaan sosial

      4) Penerimaan dan Registrasi
Penerimaan calon penerima manfaat dari pihak keluarga, atau pihak-pihak lain kepada pihak lembaga pelayanan.

a) Tujuan:
Untuk mendapatkan pelayanan dalam lembaga pelayanan sehingga dapat terpenuhi kebutuhan secara wajar.

b) Metode :
(1) Wawancara (2) Pencatatan

c) Kegiatan :
(1) Membuat kontrak pelayanan dengan calon penerima manfaat dan keluarga / penanggung jawab (2) Mengadakan rapat intern (3) Penempatan penerima manfaat (4) Pemberian pelayanan

d) Langkah-langkah :
(1) Menyiapkan administrasi penerimaan, antara lain: formulir perjanjian/ penyerahan kontrak, berita acara, buku registrasi, dll. (2) Pelaksanaan perjanjian kontrak dan serah terima penerima manfaat. (3) Registrasi penerima manfaat (4) Pengasramaan (5) Monitoring, evaluasi dan pelaporan.

e) Hasil yang ingin dicapai:
(1) Adanya pemahaman calon penerima manfaat tentang proses dan manfaat pelayanan sosial di dalam lembaga pelayanan. (2) Adanya kesepakatan pemberian pelayanan sosial antara calon penerima manfaat, keluarga, atau pihak-pihak lain dengan pihak lembaga pelayanan secara tertulis. (3) Adanya kesepakatan tentang pelaksanaan hak-hak dan kewajiban yang harus dipenuhi calon penerima manfaat dan pihak lembaga pelayanan secara tertulis.

                                                                   B.. ASESMEN

Proses untuk menilai situasi dan kondisi, kebutuhan dan permasalahan penerima manfaat, serta situasi dan kondisi objektif dari keluarga dan lingkungan sosialnya untuk dijadikan dasar dalam penyusunan rencana pelayanan yang akan diberikan kepada Warga Binaan sosial.

a. Tujuan :
Untuk mengetahui kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi penerima manfaat, potensi, dan sumber-sumber yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dan pemecahan masalah penerima manfaat

b. Metode :
(1) Pengamatan/observasi (2) Wawancara (3) Diskusi / Pembahasan Kasus c. Kegiatan : (1) Pengumpulan data. (2) Pengolahan dan verifikasi data. (3) Analisa data. (4) Penentuan kebutuhan penerima manfaat.

d. Langkah-langkah :
(1) Membentuk tim pelaksana (2) Menyusun jadwal pelaksanaan (3) Menyusun pedoman wawancara (4) Pengungkapan dan pemahaman masalah Monitoring, evaluasi dan pelaporan
.
Hasil yang ingin dicapai :
(I) Terindentifikasinya kebutuhan dan permasalahan penerima manfaat. (2)Teridentifikasinya potensi dan sumber-sumber yang tersedia yang dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan dan memecahkan permasalahan penerima manfaat.

                                                           C. PERENCANAAN

Merupakan proses penelaahan dan penyusunan rencana program pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan penerima manfaat.

a. Tujuan :
Untuk menetapkan program pelayanan yang tepat sesuai dengan permasalahan dan kebutuhan penerima manfaat.

b. Metode :
(1) Wawancara (2) Diskusi (3) Pembahasan kasus (4) Psikotes

c. Kegiatan :
(1) Penetapan tujuan pelayanan. (2) Penetapan jenis pelayanan yang dibutuhkan penerima manfaat. (3) Penetapan potensi dan sumber-sumber yang dibutuhkan. (4) Penetapan waktu pelaksanaan rencana program pelayanan sosial bagi Warga Binaan sosial dan keluarganya.

d. Langkah-langkah :
(1) Membentuk tim (2) Menyusun jadwal (3) Menetapkan biaya (4) Menyiapkan sarana dan prasarana (5) Melaksanakan perencanaan program pelayanan (6) Monitoring, evaluasi dan pelaporan

e. Hasil yang ingin dicapai :
(1) Ditetapkannya program pelayanan yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan penerima manfaat. (2) Teridentifikasinya potensi dan sumber-sumber yang tersedia untuk pemenuhan kebutuhan dan pemecahan permasalahan penerima manfaat. (3) Ditetapkannya waktu pelaksanaan program pelayanan bagi penerima manfaat.

                                                 D.  INTERVENSI.

Pelaksanaan pelayanan dan rehabilitasi Warga Binaan sosial dilaksanakan berdasarkan rencana program pelayanan dan rehabilitasi sosial, meliputi kegiatan:

             a. Pemenuhan Kebutuhan Dasar
Pemenuhan kebutuhan yang berkaitan dengan makan, pakaian dan tempat tinggal.

1) Tujuan
a) Bimbingan pemenuhan kebutuhan makan sehari-hari b) Bimbingan pemenuhan kebutuhan pakaian sehari-hari c) Bimbingan kebutuhan tempat tinggal.

2) Metode
a) Wawancara b) Observasi

3) Kegiatan
a) Peryiapan menu b) Peryediaan pakaian c) Penyediaan tempat tinggal yang menyenangkan

 4) Langkah-langkah
a) Penyediaan b) Distribusi

5) Hasil yang ingin dicapai
a) Terpenuhinya kebutuhan makan sehari-hari b) Terpenuhinya kebutuhan pakaian c) Terpenuhinya kebutuhan tempat tinggal.

                  b. Bimbingan Sosial
Bimbingan sosial adalah proses pelayanan dan rehabilitasi sosial yang ditujukan kepada Warga Binaan sosial agar mampu mengembangkan relasi sosial yang positif dan menjalankan peranan sosialnya dalam lembaga pelayanan dan dalam lingkungan sosial masyarakat.

1) Tujuan :
a) Memulihkan dan mengembangkan perilaku aktif penerima manfaat. b) Meningkatkan kemampuan menemukan dan mengatasi masalah, serta memenuhi kebutuhan secara wajar/normatif. c) Meningkatkan kemampuan melaksanakan peran sosial dengan baik.

2) Metode :
a) Wawancara b) Diskusi c) Konseling individu, keluarga dan kelompok

3) Kegiatan :
 a) Bimbingan sosial individu dan kelompok b) Terapi psikososial secara individu (pekerjaan sosial dengan individu) c) Terapi psikososial secara kelompok (pekerjaan sosial dengan kelompok) d) Rekreasi

4) Langkah-langkah :
a) Membentuk tim b) Menyusun jadwal c) Menyiapkan sarana dan prasarana d) Menyiapkan materi bimbingan sosial e) Melaksanakan bimbingan sosial f) Monitoring, evaluasi dan pelaporan

5) Hasil yang ingin dicapai :
a) Meningkatnya kemampuan, mengatasi masalah dan memenuhi kebutuhan secara wajar/normatif. b) Meningkatnya kemampuan melaksanakan peran sosial dengan baik

                   c. Bimbingan Fisik dan Kesehatan
Merupakan proses pelayanan yang ditujukan menjaga atau meningkatkan kondisi fisik dan kesehatan Warga Binaan sosial sehingga dapat melaksanakan peran sosialnya.

1) Tujuan:
a) Memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang cara hidup sehat b) Meningkatnya kesadaran dan motivasi untuk melaksanakan cara hidup sehat. c) Memulihkan, memelihara dan meningkatkan kondisi fisik yang sehat. d) Membentuk karakter dan disiplin para Warga Binaan sosial e) Penyegaran fisik dan untuk menghilangkan rasa jenuh.

2) Metode :
a) ceramah b) Peragaan c) Observasi d) Pemeriksaan

3) Kegiatan:
a) Pemberian gizi yang seimbang bagi penerima manfaat b) Olahraga secara rutin c) Pemeriksaan kesehatan rutin d) Melaksanakan kebersihan ruangan dan lingkungan penerima manfaat

4) Langkah-langkah :
a) Menunjuk dan menetapkan petugas b) Menyusun jadwal pelaksanaan c) Menyiapkan sarana dan prasarana d) Menyiapkan materi bimbingan fisik dan kesehatan e) Melaksanakan bimbingan fisik dan kesehatan f) Monitoring, evaluasi dan pelaporan

5) Hasil yang ingin dicapai :
 a) Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman tentang cara hidup sehat. b) Meningkatnya kesadaran dan motivasi untuk melaksanakan cara hidup sehat. c) Meningkatnya kondisi fisik yang sehat, segar dan bugar untuk dapat mengikuti program dengan baik. d) Terbentuknya karakter dan disiplin yang kuat e) Kondisi fisik yang segar dan hilangnya rasa jenuh/ bosan.

                       d. Bimbingan Psikososial
Merupakan upaya yang dilakukan untuk menciptakan situasi sosial psikologis seperti adanya perasaan rasa aman, nyaman, tentram dan damai.

1) Tujuan :
a) Menciptakan rasa aman, nyaman, tentram dan damai pada diri Warga Binaan sosial selama mendapat pelayanan. b) Menumbuhkan rasa percaya diri bagi penerima manfaat c) Meningkatnya kemampuan penyesuaian din antara Warga Binaan sosial dengan keluarganya, lingkungan lembaga pelayanan, dan lingkungan sosialnya.

2) Metode :
a) Diskusi b) Terapi psikososial secara individu dan kelompok. c) Konseling individu, keluarga dan kelompok.

3) Kegiatan :
a) Wawancara b) Pembahasan kasus c) Konseling

4) Langkah-langkah :
 a) Membentuk tim b) Menyusun jadwal c) Menyiapkan sarana dan prasarana d) Menyiapkan materi e) Melaksanakan bimbingan psikososial f) Monitoring, evaluasi dan pelaporan

5) Hasil yang ingin dicapai:
a) Terciptanya rasa aman, nyaman, tentram dan damai. b) Tumbuhnya rasa percaya diri penerima manfaat c) Meningkatnya kemampuan penyesuaian diri antara para Warga Binaan sosial dengan keluarga, lingkungan lembaga pelayanan, dan lingkungan sosialnya.

                 e. Bimbingan Mental-Spiritual
Merupakan upaya yang dilaksanakan untuk memelihara dan meningkatkan kondisi mental-spiritual penerima manfaat.

1) Tujuan :
a) Memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang kondisi mental-spiritual. b) Meningkatkan kesadaran dan motivasi untuk melaksanakan ibadah. c) Menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran iman, tanggung jawab moral penerima manfaat, dan pengembangan kepribadian penerima manfaat.

2) Metode :
 a) Ceramah b) Peragaan c) Diskusi
3) Kegiatan:
Bimbingan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing

4) Langkah-langkah :
a) Menunjuk dan menetapkan Tim b) Menyusun jadwal c) Menyiapkan sarana dan prasarana d) Menyiapkan materi e) Melaksanakan bimbingan mental-spritual f) Monitoring, evaluasi dan pelaporan

5) Hasil yang ingin dicapai:
a) Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman tentang kondisi mental-spiritual. b) Meningkatnya kesadaran dan motivasi untuk melaksanakan ibadah c) Tumbuh dan meningkatnya kesadaran iman, ketaqwaan dan ketenangan pikiran.

                  f. Bimbingan Keterampilan
Merupakan kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka mengembangkan bakat, minat dan potensi penerima manfaat di lernbaga pelayanan.

1) Tujuan :
 a) Menyalurkan minat dan bakat b) Mengembangkan potensi yang dimiliki c) Menciptakan aktivitas yang produktif d) Menciptakan relasi antara penerima manfaat e) Saling tukar pengalaman

2) Metode :
a) Ceramah b) Peragaan c) Praktek d) Studi banding e) Praktek belajar kerja (magang)

3) Kegiatan:
Untuk jenis kegiatan keterampilan disesuaikan dengan kondisi penerima manfaat, lembaga pelayanan, serta kebutuhan masyarakat, antara lain: a) Keterampilan membuat keset b) Keterampilan anyam-anyaman c) Keterampilan menjahit d) Keterampilan membuat dan merangkai bunga e) Keterampilan menyulam f) Keterampilan membuat rajutan g) Keterampilan komputer h) Keterampilan pertukangan i) Keterampilan elektro j) Keterampilan kecantikan k) Keterampilan fotografi l) Keterampilan sablon m) Keterampilan percetakan n) Keterampilan otomotif o) Keterampilan logam p) Keterampilan las q) Keterampilan pijat r) Keterampilan seni ukir s) Keterampilan bermain musik t) Olahan pangan u) Berkebun v) Beternak w) Home industri

4) Langkah-langkah :
a) Membentuk tim b) Menentukan instruktur/pembimbing c) Menyusun jadwal d) Membentuk kelompok e) Menyusun materi f) Menyiapkan bahan dan alat keterampilan g) Menyiapkan tempat h) Melaksanakan bimbingan keterampilan i) Monitoring, evaluasi dan pelaporan

5) Hasil yang ingin dicapai:
a) Tersalurkannya minat dan bakat b) Tersalurkannya potensi yang dimiliki c) Terlaksananya aktivitas yang produktif. d) Terciptanya relasi antar penerima manfaat e) Adanya saling tukar pengalaman

                   g. Bimbingan Rekreasi dan Hiburan
Upaya yang dilaksanakan dalam rangka mengembangkan kreativitas untuk meningkatkan motivasi dan percaya diri, agar penerima manfaat dapat menjalankan fungsi sosialnya secara wajar.

1) Tujuan :
a) Menciptakan suasana yang menyenangkan bagi penerima manfaat b) Meningkatkan motivasi dan percaya diri penerima manfaat c) Menciptakan suasana yang gembira dan akrab di antara sesama penerima manfaat dengan petugas lembaga pelayanan serta Iingkungan sosialnya.

2) Metode :
a) Ceramah b) Peragaan c) Praktek d) Kunjungan
3) Kegiatan: a) Bermain angklung b) Bermain congklak c) Bermain organ d) Bermain musik e) Bernyanyi f) Drama g) Wisata h) Curhat i) Mendongeng j) Bermain kartu k) Bermain catur

 4) Langkah-langkah:
a) Membentuk tim b) Menyusun jadwal c) Menyusun materi rekreasi dan hiburan d) Menyiapkan bahan dan alat hiburan e) Menyiapkan tempat f) Melaksanakan bimbingan rekreasi dan hiburan g) Monitoring, evaluasi dan pelaporan

5) Hasil yang ingin dicapai:
a) Terciptanya suasana yang menyenangkan bagi penerima manfaat b) Meningkatnya semangat hidup penerima manfaat c) Terciptakan suasana yang gembira dan akrab di antara sesama penerima manfaat dengan petugas lembaga pelayanan serta lingkungan sosialnya

                                                                      E. RESOSIALISASI

Kegiatan ini dimaksudkan untuk menyiapkan :
a. Penerima manfaat untuk kembali kepada keluarga dan lingkungannya
b. keluarga dan masyarakat untuk menerima kembali penerima manfaat setelah menerima pelayanan
c. menyalurkan penerima manfaat ke dunia usaha melalui kegiatan permagangan (praktek belajar kerja) dan penempatan kerja

Kegiatan resosialisasi dapat meliputi :
                    a. Bimbingan kesiapan keluarga dan masyarakat
yang bertujuan untuk menumbuhkan kemampuan Warga Binaan sosial guna berintegrasi dalam keluarga serta menumbuhkan dan mengembangkan kemauan masyarakat guna menerima kehadiran Warga Binaan sosial di tengah keluarga dan lingkungan sosialnya.

Kegiatan ini meliputi :
1) evaluasi perkembangan klien (penerima manfaat), 2) bimbingan dan motivasi kepada klien (penerima manfaat) dan keluarga, 3) penyuluhan sosial bagi masyarakat di lingkungannya, 4) mempersiapkan lapangan pekerjaan bagi Warga Binaan sosial yang disalurkan.
        
                      b. Bimbingan sosial hidup bermasyarakat.
Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan penyesuaian diri dan melakukan kegiatan hidup bermasyarakat.

Kegiatannya meliputi :
1) bimbingan motivasi kepada klien (penerima manfaat) baik secara individu maupun kelompok; 2) latihan praktis dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat; 3) penyuluhan kepada masyarakat; dan 4) pertemuan dengan pilar-¬pilar partisipan masyarakat.

                    c. Bimbingan kerja usaha ekonomi produktif.
Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuan dan keterampilan agar usaha/kerja yang dilaksanakan dapat berdaya guna dan berhasil guna.

Kegiatannya melilputi :
1) bimbingan pemantapan keterampilan yang teiah diperoleh klien (penerima manfaat); 2) bimbingan motivasi individu maupun kelompok; 3) bimbingan pemantapan dan pengelolaan usaha, termasuk bimbingan pembukuan dan keuangan; dan 4) bimbingan penyelenggaraan ketata-usahaan.

                      d. Pemantapan dan penyaluran.
Kegiatan ini dimaksudkan untuk menempatkan klien (penerima manfaat) pada lapangan usaha/kerja sesuai dengan keterampilan yang dimilikinya dan perangkat yang ada.

Kegiatannya meliputi:
1) persiapan administrasi penyaluran bagi klien (penerima manfaat); 2) menghubungi keluarga, masyarakat dan lingkungan serta memberikan motivasi agar siap menerima kembali; 3) penyiapan kesempatan kerja/usaha pada perusahaan¬perusahaan; dan 4) penempatan klien (penerima manfaat) pada keluarga, usaha/kerja atau pada kesempatan kerja lainnya.

                         e. Bimbingan Lanjut
Tahap ini merupakan kegiatan bimbingan lanjut, terminasi dan rujukan yang dilakukan setelah berakhirnya program pelayanan rehabilitasi sosial dan vokasional dalam lembaga pelayanan.
                        
                                                          F. EVALUASI
adalah suatu kegiatan untuk menilai sejauh mana keberhasilan atau kegagalan program pelayanan yang telah diberikan sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban pihak lembaga pelayanan kepada penerima manfaat, keluarganya.
Tujuan :
1) Mengetahui sejauh mana keberhasilan atau kegagalan program pelayanan. 2) Mengidentifikasi faktor-faktor pendukunc dan penghambat program pelayanan.

Metode :
1) Penelaahan file penerima manfaat 2) Wawancara 3) Pengamatan/observasi.

Kegiatan :
1) Pengumpulan data 2) Pengolahan dan verifikasi data 3) Analisa data 4) Perumusan kesimpulan

Langkah-langkah:
1) Membentuk tim 2) Menyusun jadwal 3) Menyusun pedoman wawancara 4) Melaksanakan verifikasi dan analisis data 5) Monitoring, évaluasi dan pelaporan

Hasil yang ingin dicapai:
1) Diketahuinya tingkat keberhasilan atau kegagalan program pelayanan yang telah diberikan kepada penerima manfaat. 2) Teridentifikasinya faktor-faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat program pelayanan.
                                                               G. PEMBINAAN LANJUT
Merupakan bimbingan peningkatan dan pengembangan serta pemantapan kerja/ usaha (sesuai dengan segmen pasar dan penambahan modal) serta pemantapan stabilitas hasil pelayanan dan rehabilitasi dengan melalui kunjungan petugas.
Tujuan :
1) Memantau dan memelihara hasil-hasil pelayanan yang telah dicapai, setelah penerima manfaat kembali ke keluarga dan masyarakat. 2) Melaksanakan pengurusan pengembangan/ pemantapan kerja/ usaha.

Metode :
1) Wawancara 2) Pengamatan/observasi. 3) Pertemuan
Kegiatan : 1) Kunjungan rumah dan perusahaan 2) Pertemuan

Langkah-langkah :
1) Membentuk tim 2) Menyusun pedoman kunjungan rumah 3) Melaksanakan pembinaan lanjut. 4) Monitoring, evaluasi dan pelaporan

Hasil yang ingin dicapai
1) Terpantau dan terpeliharanya hasil-hasil pelayanan yang teiah diterima selama dalam lembaga pelayanan. 2) Terpantau dan terpeliharanya pelayanan lanjutan yang diterima.

                                                          H. TERMINASI DAN RUJUKAN

Dimaksudkan penetapan penghentian pelayanan dari lembaga pelayanan melalui pemberitahuan secara resmi kepada penerima manfaat dan keluarganya.
Rujukan adalah proses menghubungkan penerima manfaat dengan pelayanan lain yang dibutuhkan sesuai masalah dan kebutuhannya.
a. Tujuan :
1) Untuk mengakhiri program pelayanan di dalam lembaga pelayanan 2) Menghubungkan penerima manfaat dengan keluarga atau pelayanan lain yang sesuai dengan masalah dan kebutuhan penerima manfaat.

b. Metode :
1) Konsultasi 2) Rujukan

c. Langkah-langkah :
1) Terminasi :
a) Melaksanakan evaluasi perkembangan fisik, mental- spiritual, sosial, dan keterampilan b) Mempersiapkan lingkungan keluarga c) Melakukan terminasi

2) Rujukan :
a) Identifikasi masalah dan kebutuhan penerima manfaat b) Identifikasi pelayanan rujukan yang sesuai masalah dan kebutuhan penerima manfaat c) Menghubungi pelayanan rujukan d) Melibatkan keluarga e) Melaksanakan rujukan

d. Hasil yang ingin dicapai :
1) Berakhirnya program pelayanan 2) Terhubungnya Warga Binaan sosial dengan dunia usaha yang cocok dengan masalah dan kebutuhannya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar