Jumat, 25 Maret 2011

PEKERJAAN SOSIAL MAKRO ARAS ORGANISASI

PEKERJAAN SOSIAL MAKRO (ORGANISASI SOSIAL)

A. Latar Belakang

Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung merupakan lembaga pendidikan tinggi yang, mendidik calon pekerja sosial profesional yang diharapkan mampu mengatasi berbagai permasalahan kesejahteraan sosial di masyarakat. Sebagai lembaga pendidikan tinggi profesional, STKS dalam menyelenggarakan proses belajar mengajar tidak saja di laksanakan di dalam kelas tetapi juga di luar kelas dalam bentuk kuliah / praktek lapangan (Field Teaching). Kegiatan praktek lapangan bertujuan terutama untuk mengasah kualitas profesionalitas terapan yang sebelumnya hanya diterima dalam bentuk teori. Kegiatan praktek lapangan yaitu Praktikum dilaksanakan di lingkungan masyarakat, dimaksudkan untuk memberikan pengalaman belajar dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di dalam kelas.

Kegiatan praktikum dilakukan mahasiswa secara bertahap yang di mulai dengan praktikum I, yaitu kegiatan analisis masalah yang ada di masyarakat, yang dilanjutkan dengan kegiatan perencanaan dan aksi serta selanjutnya praktikum II adalah kegiatan analisis masalah organisasi local atau organisasi yang ada di lingkungan masyarakat, kemudian dilanjutkan dengan praktikum III adalah pengimplementasian model praktek makro pekerjaan sosial yaitu social planning yaitu menganalisis kebijakan sosial yang ada dan selanjutnya membuat naskah kebijakan untuk para pihak terkait berdasarkan hasil temuan.

Kegiatan praktikum II ini dilaksanakan di Desa Lembang Kecamatan Leles Kabupaten Garut. Kegiatan praktikum II merupakan tahapan Pengembangan Organisasi Lokal dan kebutuhan serta potensi dan sumber serta perencanaan aksi dalam pengembangan organisasi lokal , dimana merupakan media bagi mahasiswa dalam belajar dan menerapkan berbagai pengetahuan maupun teori yang diperoleh di dalam kelas, selanjutnya belajar bersama masyarakat. Itu berarti, masyarakat adalah guru dan partner untuk belajar dan bekerjasama. Selain itu juga sebagai suatu bentuk kegiatan untuk memberikan pelayanan, pengalaman, serta pengabdian kepada masyarakat.

Salah satu kegiatan praktikum diarahkan pada pengembangan Organisasi Lokal, sumber atau potensi, serta permasalahan yang ada di Organisasi Lokal yang ada di masyarakat. Usaha ini dilakukan dalam rangka menemukenali masalah, sumber dan potensi masyarakat yang akan dijadikan dasar dalam upaya menyusun perencanaan pemecahan masalah secara partisipatif, selanjutnya mengkoordinasikan dan mengintegrasikan kebutuhan-kebutuhan dengan sumber-sumber, membantu organisasi untuk mengembangkan, memperkuat, dan memelihara kualitas partisipasi, swadaya dan kerja sama melalui suatu proses yang demokratis sehingga tujuan dapat tercapai.

B. Tujuan dan Manfaat
1. Tujuan Umum
Untuk melatih mahasiswa agar trampil dalam menangani permasalahan yang ada di dalam suatu organisasi local yang ada dalam masyarakat dan mampu mengembangkan organisasi sehingga tujuan dari organisasi tersebut dapat tercapai.

2. Tujuan Khusus
Melatih mahasiswa untuk :
1) Mampu mengidentifikasi organisasi.
2) Mampu membuat organisasi berubah
3) Mampu membuat Intervensi
4) Evaluasi

3. Manfaat
a. Bagi Mahasiswa Praktikan
1. Mengembangkan sikap dan keteampilan profesi pekerjaan sosial
2. Meningkatkan pemahaman mengenai kondisi-kondisi oragnisasi sosial lokal di masyarakat.
3. Menjalin relasi dengan masyarakat dan kader-kader organisasi lokal..
4. Sebagai sarana untuk menerapkan berbagai metode dan teknik pekerja sosial dalam pengembangan organisasi sosial lokal.

b. Bagi Organisasi
1. Meningkatkan dan berkembangnya kepercayaan diri serta kemampuan pemecahan masalah dari organisasi.
2. Meningkatkan kemampuan masyarakat untuk berorganisasi dan untuk menggali serta mengorganisir segala potensi dan sumber yang dimiliki.
3. Meningkatkan partisipasi dan kemampuan kader-kader organisasi untuk berpartisipasi dalam pengembangan organisasi sosial lokal. .

c. Bagi Pemerintah Desa
1. Pemerintah Desa dapat memahami dan mengembangkan pola pembangunan partisipasif yaitu dengan pendekatan Bottom-up, sehingga kebijakan yang diambil betul-betul mencerminkan aspirasi dan kebutuhan riil organisasi lokal.
2. Memberikan masukan kepada pemerintah desa tentang permasalahan organisasi-organisasi lokal yang ada di desa sehingga mereka dapat bersama-sama dengan organisasi untuk mengatasinya.

d. Bagi Lembaga STKS
1. Merupakan sarana pelaksanaan dan pengembangan program pendidikan professional pekerja sosial jurusan Pengembangan Sosial masyarakat.
2. Merupakan unpan balik bagi pengembangan kurikulum pendidikan STKS Bandung.



C. Metode dan Tehnik Pengumpulan Data serta pelaksanaan

1. Metode Pelaksanaan Kegiatan
Metode yang digunakan pada pelaksanaan Praktikum II adalah Pengorganisasian Masyarakat (Community Organzation) yaitu :
a. Metode professional yang digunakan untuk mengubah system sasaran yaitu individu, kelompok dan keluarga yaitu organisasi komunitas baik tingkat local, regional maupun nasional secara utuh ( Menurut Rotham dan Tropman;1987)
b. Organisasi lokal merupakan organisasi yang berada pada suatu komunitas yang memiliki kerjasama satu sama lain,dimana mereka kemungkinan memilki kedekatan personal, dan biasanya memiliki pengalaman bekerja secara bersama-sama (Uphoff,1986), serta organisasi lokal merupakan wadah untuk memenuhi kebutuhan dan mengatasi permasalahan yang dihadapi para anggotanya (masyarakat) yang dalam pelaksanaannya merupakan ajang dalam pengembangan para anggota (masyarakat) yaitu dengan menitikberatkan partisipasi mereka., mulai dari perencanaan,pelaksanaan,dan monitoring dan evaluasi sehingga pada ahkirnya para anggota akan merasakan manfaat dari organisasi tersebut.
c. Pengertian Organisasi Sosial
Menurut Keputusan Mentri sosial RI Nomor 40/HUK/Kep/X/1980 ORGANISASI Sosial adalah organisasi yang dibentuk oleh masyarakat baik yang berbadab hokum maupun yang tidak berbadan hokum yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam melaksanakan UKS.

2. Teknik yang digunakan dalam pelaksanaan praktikum II adalah:
a. Persiapan
Tenik yang digunakan dalam persiapan yaitu :
1) Observasi
Praktikan melakukan pengamatan dan melihat langsung terhadap situasi dan kondisi kehidupan masyarakat di Desa Lembang.
2) Transect walk
Praktikan bersama teman- teman kelompok dalam beberapa hari melakukan perjalanan di desa Lembang . Kami melintasi jalan utama atau jalan yang membelah wilayah Desa. Dengan teknik ini hasil yang dapat dicapai antara lain melakukan pengamatan atas sumber-sumber, batas wilayah dan organisasi- organisasi yang ada di masyarakat desa Lembang.
b. Asesment
Tehnik yang digunakan dalam asesmen yaitu :
1) Wawancara / interview
Kami melakukan wawancara dengan mendatangi warga pada tempat-tempat yang memungkinkan untuk menggali informasi. Misalnya di rumah, di masjid, di tempat-tempat olahraga atau di tempat-tempat berkumpulnya masyarakat.

2) Pemetaan (Mapping)
Melaksanakan kegiatan pembuatan peta lokasi secara cermat dan mudah, yang meliputi kondisi fisik lingkungan dusun, luas dan batas wilayah dusun, perkebunan, permukiman, sarana umum.
3) Diagram Venn
Praktikan bersama teman-teman kelompok melaksanakan Diagram Ven pada tanggal 1 oktober 2010 pukul 13.30 bertempat di aula Desa Lembang dengan tujuan mengenal kelembagaan yang ada di dalam masyarakat serta melihat keterjangkauan akses serta besar manfaat bagi masyarakat. Identifikasi dengan partisipasi dari masyarakat.
c. Perencanaan
1) PEKA ( Pengembangan Kapasitas Organisasi )
Praktikan melakukan PEKA di organisasi PKK Desa Lembang pada hari Senin tanggal 04 Oktober 2010 bertempat di Sekretariat PKK Desa Lembang. PEKA merupakan singkatan dari Penilaian Kapasitas. Pengertian PEKA adalah Penilaian Kemampuan Organisasi Masyarakat yang dilakukan secara bersama-sama oleh pengurus dan anggota organisasi itu sendiri, yang hasilnya menjadi pijakan untuk memperkuat dan mengembangkan kemampuan organiasasi dalam usaha mencapai cita-citanya
2) Diskusi informal
Diskusi informal adalah diskusi tidak resmi yang dilakukan oleh praktikan bersama dengan warga atau tokoh masyarakat secara lisan yang dilaksanakan di tempat-tempat seperti di posko praktikan, di rumah-rumah penduduk, di lapangan olahraga, dikebun, dan di warung-warung.
d. Intervensi
Tehnik yang dilakukan pada saat melakukan intervensi yaitu :
1) Community Meeting
Pada saat melaksanakan program Intervensi yang telah direncanakan kami mengadakan pertemuan dengan mengundang kelompok sasaran dalam pelaksanaan kegiatan.
2) Wawancara
Melakukan wawancara lebih mendalam dengan beberapa kelompok sasaran kegiatan.
3) Diskusi
Melakukan diskusi-diskusi dengan Tim Kerja Organisasi (TKO) dalam kegiatan penyuluhan yang direncanakan.
e. Evaluasi
1) Wawancara
Kami menggali informasi dari kelompok sasaran apakah kegiatan yang telah dilaksanakan telah memberikan manfaat yang dirasa dapat memecahkan masalah-maslah yuang dialami oleh kelompok sasaran
2) Diskusi Kelompok
Bersama Tim Kerja Organisasi melakukan evaluasi terhadap hasil dan evaluasi terhadap proses kegiatan yang telah dilaksanakan.

f. Terminasi
1) Wawancara
2) Diskusi Kelompok
D. Sistem dan Waktu Praktikum
Praktikum II ini dilaksanakan dengan sistem “Blok Placement” yaitu mahasiswa berada/menetap dilokasi praktikum selama 30 (tiga puluh) hari terhitung mulai dari tanggal 22 September sampai dengan 21 Oktober 2010.
E. Lokasi dan Sasaran
Praktikum II dilaksanakan di Desa Lembang Kecamatan Leles Kabupaten Garut. Sasaran pokok analisis Organisasi Sosial Lokal yaitu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Desa Lembang.
F. Kegiatan- kegiatan yang dilakukan Mahasiswa
1. Persiapan
Persiapan-persiapa yang dilakukan Sebelum praktikum dimulai yaitu terlebih dahulu praktikan mendapatkan pembekalan di Kampus STKS Bandung.dengan tujuan memberikan pengarahan kepada praktikan bagaimana bekerja dan memberikan pelayanan kepada masyarakat pedesaan, khususnya dalam pengembangan organisasi local. Praktikan bersama kelompok melakukan persiapan dilapangan mulai dari melakukan survey ke Desa lembang , menemui Kepala Desa , Kepala Dusun untuk mendapatkan Izin secara informal dan mengenal kondisi geografis sampai dengan mendapatkan posko untuk praktikan bermukim.

2. Asesmen
Melakukan Identifikasi organisasi local yang ada di Desa lembang dengan menerapkan Tehnik Diagram Venn yang bertujuan untuk mengidentifikasi seberapa dekat hubungannya dengan masyarakat dan sebera besar manfaat yang diterima masyarakat dengan adanya keberadaan organisasi itu. Selain itu praktikan juga melakukan PEKA (Penilaian Kapasitas) di organisasi-organisasi yang ada di Desa Lembang.
3. Perencanaan
Praktikan merencanakan suatu program kegiatan yang akan dilakukan bersama sama dengan pengurus organisasi yang dipilih untuk membantu mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada di dalam organisasi tersebut sehingga tujuan organisasi dapat tercapai. Perencanaan programnya yaitu Program Pengembangan Gizi Balita melalui Organisasi Tim Penggerak PKK Desa Lembang Kecamatan Leles Kabuaten Garut.
Rincian Kegiatan dalam program ini adalah :
a) Penyuluhan Tentang Gizi Buruk bagi Ibu-Ibu Balita yang kurang gizi dan Gizi buruk
b) Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi Balita yang Kurang gizi dan Gizi buruk
4. Intervensi
Setelah melakukan perencaan kegiatan bersama dengan Tim Kerja Organisasi PKK Desa Lembang, praktikan kemudian melakukan intervensi program atau kegiatan yang telah direncanakan dengan mendapatkan hasil terlaksananya pengelolaan program atau kegiatan di PKK Desa lembang yang selama ini belum terealisasi sebagaiberikut :
a) Pengembangan Jaringan PKK Desa Lembang
b) Pengembangan Gizi Balita di Desa Lembang
5. Monitoring
Monitoring atau evaluasi dilakukan dalam 2 (dua) tahap yaitu monitoring terhadap proses dan monitoring terhadap hasil kegiatan yang telah dilaksanakan oleh PKK Desa Lembang.
6. Terminasi
Pada tahap terminasi atau pengakhiran kegiatan ini praktikan menyampaikan hal-hal yang telah dilakukan mulai dari persiapan sampai evaluasi dan menyampaikan rekomendasi yang ditujukan kepada Pemerintahan Desa Lembang agar dapat lebih memperhatikan lagi dan mengadakan pengawasan dan pembinaan lagi terhadap organisasi PKK Desa Lembang karena PKK Desa Lembang merupakan salah satu mitra dari Pemerintahan Desa Lembang itu sendiri.
G. Definisi Judul
Berdasarkan Judul laporan Praktikum II mengenai Pengembangan Organisasi Lokal yaitu “ Pengembangan Jaringan Organisasi PKK dalam menangani Gizi Buruk Balita di Desa Lembang Kecamatan Leles Kabupaten Garut” didefinisikan sebagai berikut yaitu :


Jaringan
Jaringan akan terbentuk ketika suatu komunitas belum mampu untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, keterlibatan pihak lain diperlukan untuk membantu menyelesaikan permasalahan. Menurut Robert M. Z. Lawang (2005:62) jaringan pada dasarnya yang menghubungkan satu sama lain melalui simpul-simpul (ikatan). Dalam teori Kapital Sosial pengertian jaringan dijelaskan sebagai berikut:
1. Ada ikatan antar simpul (orang atau kelompok) yang dihubungkan dalam media.
2. Ada kerja antar simpul (orang atau kelompok) yang melalui media hubungan sosial menjadi satu kerjasama.
3. Dalam kerja jaring itu ada ikatan (simpul) yang tidak dapat berdiri sendiri. Malah kalau satu simpul saja putus, maka keseluruhan jaring itu tidak bisa berfungsi lagi, sampai simpul itu diperbaiki lagi. Semua simpul menjadi satu kesatuan dalam ikatan yang kuat.
Pengembangan Jaringan
Merupakan program yang berusaha meningkatkan efektifitas keorganisasian dengan mengintegrasikan keinginan individu akan pertumbuhan dan perkembangan dengan suatu tujuan.
PKK
adalah suatu gerakan pembangunan yang tumbuh dari bawah dikelola oleh dari dan untuk masyarakat menuju terwujudnya keluarga sejahtera

Gizi Buruk
adalah Kondisi yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi energy dan protein dalam asupan makanan sehari-hari sehingga tidak memenuhi angka kecukupan gizi (AKG).
Balita
adalah Salah satu periode usia manusia dari rentang usia 0-60 bulan.

















BAB II
PROSES KERJA

1. Persiapan
Praktikan bersama kelompok melakukan persiapan-persiapan baik itu persiapan-persiapan individu maupun persiapan sosial dilapangan dalam praktikum II yaitu mengenal terlebih dahulu kodisi geografis desa yang akan dituju dan bersilaturahmi dengan Kepala Desa Lembang bersama perangkatnya.
a. Kegiatan
1) Sebelum turun ke lapangan praktikan dijawibkan untuk mengikuti pembekakalan dari lembaga STKS Bandung mengenai praktikum II.
2) Sebelum Praktikum II dimulai, terlebih dahulu praktikan melakukan survey lapangan tepatnya lima hari sebelum pelaksanaandengan mengunjungi Kediaman Bapak Kepala Desa Lembang.
3) Mengunjungi Kediaman Bapak Kadus I Desa Lembang untuk mendapatkan informasi mengenai posko yang akan digunakan praktikan untuk bermukim selama 1 (satu) bulan di Desa Lembang.
b. Tujuan
Tujuan dari kegiatan persiapan ini adalah agar praktikan memahami tentang pengembangan organisasi sosial dan meningkatkan dan melatih kemampuan mahasiswa dalam pengembangan organisasi local yang ada dalam masyarakat. Selanjutnya praktikan kontak pendahuluan dengan Kepala Desa Lembang dan Kadus I Desa Lembang ini dilakukan untuk mengenal kondisi geografis lokasi praktikum secara umum serta merupakan bagian dari persiapan sosial dan untuk mendapatkan izin secara informal kepada Kepala Desa Lembang serta mendapatkan tempat atau posko yang akan digunakan oleh praktikan selama sebulan berada di Desa Lembang.
c. Sasaran
Sasaran dari kegiatan persiapan ini adalah Praktikan sendiri selaku mahasiswa, Kepala Desa (Kades) Desa Lembang yaitu Bapak Imamudin Suhendar dan Kadus I yaitu Bapak M.Zakaria.
d. Metode
Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu observasi dan wawancara. Praktikan melihat dan mengamati kondisi desa Lembang serta melakukan wawancara ringan dengan Kepala Desa dan Bapak Kadus I Desa Lembang.
e. Waktu dan tempat
Waktu dan tempat persiapan yaitu Pembekalan yang dilaksanakan pada Hari jumat tanggal 27 Agustus pukul 13.00 WIB bertempat di aula lt.3 dan Kegiatan selanjutnya dimulai pada hari Sabtu tanggal 18 Desember 2010 bertempat di Lokasi praktikum yaitu Desa Lembang.



2. Asesmen
Asesmen merupakan suatu kegiatan pemahaman dan perumusan masalah yang terus menerus dilakukan dan sekaligus bersamaaan waktunya dengan proses kegiatan itu sendiri.
a. Kegiatan
1) Mengadakan pertemuan dan bersilaturahmi dengan masyarakat Desa Lembang.
2) Mengadakan Community Meeting dalam penerapan teknologi yaitu Diagram Venn
b. Tujuan
1) Untuk bersilaturahmi dengan Masyarakat Desa Lembang, melakukan perkenalan dan menyampaikan maksud dan tujuan praktikan berada di Desa Lembang.
2) Membangun kesepakatan bersama masyarakat dalam rangka penyiapan kerjasama dengan masyarakat Desa Lembang menegnai pengembangan organisasi local yang ada dalam masyarakat
3) Mengidentifikasi Organisasi Lokal yang ada di masyarakat, mengetahui hubungan organisasi local dan seberapa besar manfaat dan kedekatan yang diterima masyarakat dengan adanya organisasi tersebut.



c. Sasaran
Masyarakat Desa Lembang yang terdiri atas Tokoh Pemuda, Tokoh agama, tokoh-tokoh masyarakat seperti Ketua RW, Ketua RT, Ketua PKK dan para kader.
d. Metode
Metode yang di gunakan yaitu pertemuan masyarakat dalam halmelakukan Tanya jawab, wawancara dan Penerapan Tehnik Diagram Venn.
e. Waktu dan tempat
Kegiatan ini dilaksanakan pada Hari Jumat tanggal 24 September 2010 pukul 09.00 WIB dan pada tanggal 01 Oktober 2010 Pukul 13.00 bertempat di Balai Desa Lembang.
3. Perencanaan
Kegiatan selanjutnya adalah Perencanaan. Perencanaan adalah sebuah proses yang dilakukan dengan cermat dan rasional yang meliputi pilihan tindakan-tindakan yang diperkirakan dapat mencapai tujuan-tujuan yang sudah dirinci untuk waktu yang akan datang.
a. Kegiatan
1) Melakukan Pertemuan dengan organisasi PKK Desa Lembang dalam penerapan teknologi PEKA.
2) Menyusun Rencana dan Membentuk Tim Kerja Organisasi
3) Menguatkan Motivasi untuk bekerja sama

b. Tujuan
1) Menilai kemampuan organisasi masyarakat yang dilakukan secara bersama-sama oleh pengurus dan anggota organisasi itu sendiri kemudian secara bersama-sama merancang dan memutuskan kesepakatan tentang bagaimana cara dan proses untuk mengenali potensi organisasi itu sendiri, kemudian secara bersama-sama pula merancang dan memutuskan kesepakatan tentang bagaimana cara-cara terbaik untuk mengatasi berbagai permasalahan dan tantangan yang dihadapi sesuai dengan temuan dalam proses tersebut.
2) Mempunyai rencana kegiatan pengembangan organisasi sesuai kebutuhan dan prioritas.
c. Sasaran
Sasaran dari kegiatan ini adalah Pengurus dan anggota PKK Desa Lembang.
d. Metode
Metode yang digunakan yaitu PEKA (Penilaian kapasitas)
e. Waktu dan tempat
Kegiatan ini dilaksanakan pada Hari Senin tanggal 01 Oktober 2010 pukul 13.00 WIB bertempat di Balai Desa lembang.
4. Intervensi
Dalam Intervensi yang dilakukan praktikan bersama kelompok ada 4 (empat) kegiatan yang dilakukan yaitu :

a. Menciptakan Komunikasi dan Relasi
1) Kegiatan
a) Kelompok praktikan berangkat menuju lokasi praktikum masing-masing yang didampingi oleh Sekretaris Desa Lembang Ibu Astri Sulasrti. Lokasi praktikum kami bertempat di Dusun I RW 04 RT 10 Kampung Nagrog Desa Lembang didampingi oleh Sekretaris Desa Lembang Ibu Astri Sulasrti.
b) Pada pukul 19.30 WIB praktikan berkunjung ke rumah Bapak Ketua RW 04 Bapak Sukardi untuk melaporkan keberadaan praktikan dilokasi praktikum dan sekaligus bersilaturahmi.
c) Pada hari Jumat tanggal 24 September 2010 pukul 08.00 WIB bertepatan dengan pertemuan PNPM Desa Lembang praktikan melakukan pertemuan dengan aparat desa di kantor Desa Lembang
d) Pada hari Jumat tanggal 25 September 2010 pukul 11.00 WIB praktikan melakukan kunjungan rumah ke kediaman Kepala Desa Lembang Bapak Imamudin Suhendar sekaligus bersilaturahmi dengan ibu Kepala Desa Lembang Ibu Nenden Helmi Liana.
e) Mengikuti Kegiatan keagamaan, yaitu menghadiri pengajian desa di tiap RW yang dilaksanakan setiap hari Kamis malam Jumat Ba’da Magrib di Desa Lembang. Kegiatan ini menjadi peluang yang baik bagi praktikan untuk mengenal lebih dalam masyarkat
f) Kegiatan Posyandu, dalam kegiatan ini praktikan ikut menghadiri kegiatan. Kegiatan ini dilakukan setiap sebulan sekali di 6(enam) Kampung yaitu kampong Batu Bawang, Kampung Lekor, Kampung Nagrog, kampong Bongkor, Kampung Caringin, dan Kampung Kanduruan.
g) Kegiatan Olahraga, dalam kegiatan ini praktikan bersama pemuda Desa Lembang mengikuti kegiatan olahraga seperti bulutangkis yang dilaksanakan seminggu 3 kali yaitu hari senin, selasa, dan rabu. Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Desa Lembang, selain itu praktikan juga mengikuti kegiatan olahraga bola volley yang dilaksanakan setiap sore di lapangan bola volley Desa Lembang.
h) Kegiatan Upacara di Kecamatan Leles dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila bersama aparat Desa Lembang.
i) Kunjungan Rumah ; dalam upaya membangun akses dan kepercayaan praktikan juga melakukan kunjungan ke rumah tokoh-tokoh masyarakat mulai dari tokoh-tokoh formal sampai tokoh-tokoh nonformal. Tokoh formal yaitu Ketua RW di Desa Lembang,aparat desa yang bertempat tinggal di wilayah Desa Lembang, Kader serta Kepala Sekolah SMP), tokoh pemuda (Asep Boy, King-king), Ketua LPM Bapak Saepulloh, Ketua BPD Bapak H. Ase Rahmat Nawawi, Sekretaris PKK Ibu Dadah, Ketua KWD Bapak Usman, Ketua Pamhut Swakarsa Bapak Endin, Ketua DKM Bapak Aki Sopia, Ketua Kelompok Tani Bapak Supia.


2) Tujuan
Membangun Akses Serta Kepercayaan secara konstruktif dengan dengan Berbagai Elemen Masyarakat, baik warga maupun tokoh masyarakat
3) Sasaran
Sasaran dari kegiatan ini adalah Masyarakat Desa Lembang.
4) Waktu dan Tempat
Waktu dari pelaksanaan kegiatan ini lebih kurang 1( satu) minggu dimulai dari saat praktikan tiba di Desa Lembang dan tempat pelaksanaannya yaitu di Desa Lembang.
5) Metode
Metode yang digunakan yaitu Melakukan Kunjungan rumah, Wawancara, Observasi, studi dokumentasi dan melakukan Community meeting
b. Membangun Kesepakatan dan Dukungan
1) Kegiatan
a) Momen yang terbaik dalam melakukan tahapan ini adalah pada saat pengajian khususnya waktu pengajian desa agar cakupannya lebih luas dan mengefektifkan waktu yang ada. Dalam pengajian itu menyampaikan permohonan dukungan dan kerjasama dari masyarakat dengan mengatakan bahwa praktikan datang untuk belajar dari masyarakat.
b) Melakukan perbincangan dengan tokoh masyarakat dan warga biasa, praktikan juga sesekali menyampaikan permohonan bantuan dan dukungan dari mereka dalam rangka penyiapan kerjasama dengan masyarakat dalam hal ini mengenai orgnisasi sosial local baik di Poskamling, di warung-warung atau di posko praktikum.
c) Pertemuan dengan tokoh masyarakat di kantor Desa Lembang dalam rangka persiapan community meeting.
d) Pertemuan warga (Community Metting) pertama, yaitu dengan tokoh-tokoh masyarakat seperti Ketua RW, Ketua RT, tokoh agama, tokoh pemuda, Ketua PKK dan para kader (daftar hadir terlampir) yang dilaksanakan pada hari Jumat 24 September 2010 pukul 09.00 WIB bertempat di Kantor Desa Lembang.
e) Pertemuan warga (Community Metting) kedua, dengan warga masyarakat (bapak-bapak dan ibu-ibu). Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 1 Oktober 2010 pukul 13.00 WIB bertempat di Kantor Desa Lembang. Dalam kegiatan ini, praktikan menjelaskan tentang penerapan Diagram Venn. Tujuan pertemuan ini adalah untuk mengetahui hubungan organisasi sosial lokal dan seberapa besar kedekatan dan manfaat yang diterima oleh masyarakat dengan adanya organisasi tersebut.
2) Sasaran
Sasaran dari kegiatan ini adalah seluruh elemen masyarakat baik warga maupun tokoh masyarakat.
3) Tujuan
Tujuannya untuk menggali dan menganalisis sumber yang ada di desa lembang sehingga terbangun kesepakatan bersama masyarakat dalam rangka penyiapan kerjasama.
4) Waktu dan Tempat
Waktu pelaksanaan kegiatan ini adalah dua minggu setelah praktikan melakukan persiapan sosial dan membangun akses masyarakat dan tempat pelaksaannya yaitu di Balai Desa Lembang, di Masjid, di Warung-warung dan di posko praktikum.
5) Metode
Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah wawancara, kunjungan rumah, penerapan Diagram Venn, Comunity meeting.
c. Memotivasi dan Menyadarkan Masyarakat
1) Kegiatan
Untuk kelancaran kegiatan praktikum II di Desa Lembang maka praktikan membangun kesepakatan-kesepakatan atau kerjasama dengan warga masyarakat baik dalam bentuk kegiatan pertemuan secara formal maupun non formal, terutama dengan tokoh dibawah ini, yaitu;
a. Kepala Desa Lembang (Bapak Imamudin Suhendar), dan Sekretaris Desa (Ibu Astri Sulastri).
b. Ibu Ketua TP PKK Desa Lembang (Ibu Nenden helmi Liana)
c. Ketua RW 04 (Bapak Sukardi).
d. Ketua Kadus I selaku pendamping (Bapak M. Zakaria)
e. Tokoh Pemuda Desa Lembang (Bapak Asep Boy, Juju, Jalal)
f. Para Kader PKK Desa Lembang.
g. Ketua LPM Desa Lembang (Bapak Saepulloh)
h. Ketua BPD Desa Lembang (Bapak H. Ase Rahman Nawawi)
i. Ketua KWD Desa Lembang (Bapak Usman)
j. Ketua Pamhut Swakarsa (Bapak Endin)
k. Ketua Kelompok Tani Desa Lembang (Bapak Supia)
l. Ketua DKM Desa Lembang (Bapak Aki Sopia)
1) Tujuan
Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah menggalang kerjasama , menggerakkan sumber daya dan berkoordinasi antar organisasi untuk mengoptimalkan motivasi masyarakat dalam bekerja sama.
2) Sasaran
Tokoh-tokoh yang ada dalam masyarakat Desa Lembang baik Tokoh formal maupun tokoh informal.
3) Waktu dan Tempat
Waktu pelaksanaan kegiatan ini adalah dua minggu berbarengan dengan kegiatan dan membangun akses masyarakat dan tempat pelaksaannya yaitu di rumah tokoh yang akan dikunjungi, di Kantor Desa lembang dan di tempat-tempat pertemuan kegiatan.
4) Metode
Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini yaitu Wawancara, Kunjungan rumah, Studi dokumentasi dan Diskusi.
d. Membangun Relasi Pertolongan
1) Kegiatan
a) Untuk menjalin tali silahturahim antar warga biasanya dilakukan dengan cara makan-makan bersama dengan masakan khasnya yaitu nasi liwet.
b) Acara ini biasanya dilanjutkan dengan permainan hiburan berupa kartu domino atau istilah warga setempat yaitu gaple
c) ikut terlibat dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh masyarakat seperti kerja bakti membersihkan jalan dan kegiatan posyandu.
d) kegiatan Pemuda dan bapak- bapak lainnya di bidang olah raga khususnya badminthon yang dilaksanakan di GOR desa Lembang.
2) Tujuan
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membangun relasi kerjasama dengan masyarakat dalam rencana pelaksananaan kegiatan organisasi.
3) Sasaran
Sasaran dari kegiatan ini yaitu tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh perempuan.
4) Waktu dan tempat
Waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan yaitu di Rumah-rumah warga,di posko praktikum, di GOR Desa Lembang.
5) Metode
Metode yang digunakan yaitu Community Involvement yaitu ikut berbaur dalam kegiatan-kegiatan kemasyarakatan.

e. Evaluasi
a. Kegiatan
1) Melakukan pertemuan kelompok praktikum.
2) Melakukan evaluasi kegiatan dengan PKK Desa Lembang
b. Tujuan
Mengevaluasi kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan apakah ada kekurangan-kekurangan dan melakukan persiapan-persiapan untuk kegiatan-kegiatan selanjutnya dan sejauh mana kegiatan yang dilakukan dapat dirasakan manfaatnya oleh sasaran kegiatan.
c. Sasaran
Anggota kelompok praktikum yang berjumlah 7 (tujuh) orang dan Tim kerja Organisasi PKK Desa Lembang.
d. Metode
Metode yang digunakan yaitu Diskusi kelompok.
e. Waktu dan tempat
Kadang-kadang dilakukan 2 (dua) hari sekali atau seminggu sekali atau sesuai dengan kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan. Biasanya dilakukan pada malam hari ba’da isya bertempat di Posko praktikum dan untuk pelaksanaan evaluasi kegiatan PKK bertempat di rumah kediaman Bapak kepala Desa.
f. Terminasi
a. Kegiatan
Melakukan pertemuan dengan masyarakat Desa Lembang.
b. Tujuan
Untuk melihat keberhasilan dari kegiatan- kegiatan yang telah dilakukan dan sejauh mana pemeliharaan dan keberlanjutan dari kegiatan-kegiatan tersebut.
c. Sasaran
Masyarakat Desa Lembang umumnya dan pengurus organisasi local khususnya.
d. Metode
Metode yang digunakan adalah community meeting
e. Waktu dan tempat
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 21 Oktober 2010 bertempat di Balai Desa Lembang.

g. Hambatan-hambatan Sosial maupun Psikologis yang dihadapi oleh Mahasiswa Selama Praktikum
Masyarakat di Desa Lembang pada umumnya bermata pencaharian sebagai petani dan buruh tani, sehingga warga sulit untuk ditemui pada pagi hingga sore hari. Warga baru bisa ditemui pada sore hari menjelang malam. Walaupun praktikan sudah berupaya untuk mengoptimalkan untuk menjalin kerja sama dengan warga namun hanya pada saat sore hari menjelang malam. Jadi hal ini bisa dirasakan oleh praktikan sebagai suatu hambatan sosial, walaupun demikian kenyataannya praktikan tetap berupaya untuk menjalin tali silaturahmi dengan warga setempat.
Hambatan lainnya yang dirasakan oleh praktikan adalah paradigma warga pada umumnya mengatakan bahwa mahasiswa STKS Bandung sedang melakukan Kulia Kerja Nyata (KKN), sehingga warga juga mempunyai pandangan bahwa pasti yang dilakukan oleh mahasiswa adalah berupa pengabdian di masyarakat. Oleh karena itu pada setiap kesempatan pertemuan dengan warga, praktikan harus menjelaskan perbedaan KKN dengan kegiatan Praktikum yang sedang dilakukan oleh mahasiswa STKS. Praktikan menjelaskan bahwa maksud dan tujuan dari mahasiswa berpraktikum di sini adalah berdasarkan keprofesian pekerja sosial yaitu bukan bekerja untuk masyarakat tetapi bekerja bersama masyarakat berdasarkan tujuan praktikum.
Selain hal di atas masalah bahasa juga merupakan salah satu hambatan sosial bagi praktikan. Pada umumnya warga di Desa Lembang adalah berasal dari suku Sunda sehingga bahasa setiap hari nya pun adalah bahasa Sunda. Warga pada umumnya mengerti akan bahasa Indonesia namun sulit untuk berbicara dengan bahasa nasional sehingga setiap pembicaraan dalam kesempatan apapun selalu ada penerjemah terlebih dahulu. Hal ini dianggap sebagai suatu hambatan karena pembicaraan biasanya kurang dipahami baik oleh warga maupun praktikan.




BAB III
HASIL KERJA

A. Hasil Kerja Persiapan
Persiapan sosial yang dilakukan oleh praktikan baik dari persiapan pra lapangan sampai dengan persiapan sosial dengan hasil sebagai berikut :
1. Praktikan diterima oleh Pihak Pemerintah Kecamatan Leles dengan sangat baik dan diberikan secara formal untuk melakukan apa yang telah menjadi tujuan dalam praktikum II ini yaitu pengembangan organisasi local yang ada di Desa yang telah ditunjuk.
2. Masyarakat Desa Lembang menerima kelompok praktikum kami dengan baik dan secara terbuka serta memeberikan dukungan kepada kami untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang akan direncanakan bersama organisasi.
3. Masyarakat Desa Lembang bersedia membantu dan ikut terlibat dalam kegiatan yang akan dilakukan oleh kelompok praktikum kami.
4. Organisasi-organisasi yang akan dipilih juga menyatakan kesediaanya untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan oleh praktikan nantinya.






B. Hasil Kerja Asesmen
1. Profil Desa
1. Sejarah
Desa Lembang berdiri sejak tahun 1979. Pada saat itu Desa Lembang merupakan salah satu desa pemekaran yang berasal dari Desa Lekor. Dulunya wilayah administratif Desa Lekor cukup luas yaitu terdiri dari 30 (tigapuluh) kampong, 30 (tigapuluh) RW, 60 (enampuluh) RT dan 6 (enam) dusun. Kemudian dimekarkan menjadi 3 bagian yaitu Desa Cipancar, Desa Kandang Mukti dan Desa Lembang. Dari tahun 1979 sampai dengan sekarang yaitu tahun 2010 Desa Lembang mengalami beberapa kali pergantian Kepala Desa. Tahun 1979 sampai dengan tahun 1982 dijabat oleh Bapak Ase Rahman karena di demo oleh masyarakat beliau hanya menjabat 2 (dua) tahun masa jabatan saja, kemudian Tahun 1982 sampai dengan tahun 1984 di jabat oleh Kepala Desa Bapak Tarmu. Pada tahun 1984 terjadi pemilihan Kepala Desa kembali dan dijabat oleh Bapak Rukmantika sampai dengan tahun 1992
(8 tahun masa jabatan 2 kali pemilihan kades) . kemudian selanjutnya terjadi kekosongan jabatan dan ditunjuk sebagai pejabat kades sementara yaitu Bapak Raden Oman dari Tahun 1992 sampai dengan tahun 1994. Tahun 1994 sampai dengan tahun 2002 dijabat kembali oleh Bapak Rukmantika. Selanjutnya pada tahun 2002 di adakan pemilihan kepala desa kembali dan dijabat oleh Bapak Raden Oman sampai dengan tahun 2007. Tahun 2007 sampai dengan sekarang di jabat oleh Bapak Imamudin Suhendar.
2. Gambaran Geografis
Secara Administratif Desa Lembang berada dalam wilayah Kecamatan Leles Kabupaten Garut dimana Desa Lembang terbagi dalam 2 (dua) Dusun, 8 (Delapan) RW dan 22 Duapuluh dua) RT. Berkenaan dengan pelaksanaan praktikum II maka mahasiswa tersebar di tujuh (7) Desa yang berada di wilayah Kecamatan Leles.
Pada umumnya wilayah Desa Lembang adalah wilayah pertanian dan perkebunan. Pertanian yang dikembangkan oleh masyarakat berupa jenis tanaman padi persawahan. Di lahan kering banyak jenis tanaman yang dikembangkan berupa cengkeh, mangga, jeruk, pisang, manggis, kelapa dan pepaya. Areal wilayah lainnya digunakan masyarakat untuk tanaman perkebunan seperti teh, melinjo, tembakau dan sengon/albasia.
Masyarakat Desa Lembang sebagian besar bermatapencaharian sebagai petani, wiraswasta, dan buruh tani perkebunan. Kenyataan demikian tergambar dari profil wilayah, baik secara geografis, sosiografis, demografis dan sosial budaya.
Secara umum kondisi ekonomi masyarakat Desa Lembang masuk dalam kategori menengah ke bawah, hal ini tergambar dari stratifikasi sosial yang nampak melalui kelas pemilik perkebunan dan kelas buruh. Sehingga secara material kepemilikan asset ekonomi dimiliki oleh orang-orang yang mereka sebut sebagai “majikan”, sementara kelas buruh hanya sebagai tenaga buruh penggarap (buruh tani) yang memeiliki pendapatan rendah sehingga hal ini berimplikasi terhadap kehidupan ekonomi dan sosial dari kalangan masyarakat buruh tersebut. Meskipun secara umum sumber potensi yang ada di Desa Lembang berupa keluasan wilayah perkebunan, akan tetapi mayoritas masyarakat hanyalah sebagai buruh tani/buruh penggarap atau dapat dikatakan alokasi sumber potensi tidak merata.
Sementara itu kehidupan interaksi sosial masyarakat Desa Lembang secara global masih terlihat sebagaimana yang terkaji dalam sosiologi desa yang memiliki ciri-ciri seperti sistem kekeluargaan/kekerabatan dan kebersamaan yang masih kental yang tergambar dalam kegiatan berupa acara hajatan perkawinan, pembangunan/pindah rumah dan sebagainya.
Dilihat dari kehidupan sosialnya, secara umum kehidupan sosial masyarakat Desa Lembang masih memegang teguh nilai-nilai lokal baik nilai adat budaya yang secara turun temurun terwariskan dari generasi ke generasi, maupun nilai agama yang dianutnya. Sehingga dalam penyelesaian masalah maupun dalam kehidupan sehari-harinya kedua nilai tersebut masih menjadi acuan dalam kehidupan bermasyarakat. Termasuk dalam berbagai kegiatan sosial budaya seperti adat perkawinan, musyawarah untuk mencapai mufakat, dan sebagainya.







P E T A


























Adapun batas-batas wilayah Desa Lembang Kecamatan Leles Kabupaten Garut secara geografis adalah:
a. Sebelah Utara : Berbatasan dengan Desa Rancasalak
b. Sebelah Timur : Berbatasan dengan Desa Hegarsari
c. Sebelahan Selatan : Berbatasan dengan Desa Cipancar
d. Sebelah Barat : Berbatasan dengan Desa Dano
Orbitasi (jarak dari pusat pemerintahan ), Jarak lokasi Desa Lembang ke pusat-pusat pemerintahan adalah sebagai berikut:
a. Ke Ibukota Kecamatan : 3 km
b. Ke Ibukota Kabupaten : 13 km
c. Ke Ibukota Provinsi : 52 km
3. Gambaran Demografis
a. Jumlah Penduduk
Jumlah penduduk Desa Lembang Kecamatan Leles adalah 1882 Kepala Keluarga (KK) atau 5552 jiwa, terdiri atas :
Laki – laki : 2784 jiwa
Perempuan : 2768 jiwa
b. Keadaan Penduduk Menurut Klasifikasi Umur
Jumlah penduduk Desa lembang menurut umur dapat dilihat pada tabel :


Komposisi Penduduk Berdasarkan Umur
Tahun 2010

No. Umur Jenis Kelamin Jumlah %
Laki-laki Perempuan
1 0 – 5 290 294 584 13,10
2 6 – 10 296 288 584 13,10
3 11 – 15 235 240 475 9,70
4 16 – 20 244 214 458 7.55
5 21 – 25 239 240 479 9,83
6 26 – 30 248 279 527 11,32
7 31 – 35 225 210 435 8,45
8 36 – 40 185 166 351 5,83
9 41 – 45 163 149 312 4,61
10 46 – 50 146 138 284 3,74
11 51 – 55 132 145 277 3,52
12 56 – 60 139 126 265 3,15
13 61 – 65 116 127 243 2,46
14 66 – keatas 126 152 278 3,55
Jumlah 2.784 2.768 5.552 100
Sumber : Hasil pendataan di lapangan September 2010

Tabel di atas menunjukkan bahwa jumlah penduduk usia produktif pada wilayah Desa Lembang sebanyak 3.388 jiwa (16-60 tahun) atau 62,91 % dari total penduduk seluruhnya sebanyak 5.552 jiwa. Batasan usia produktif ini sesuai dengan pendapat Drs. Basir Barthos dalam bukunya Manajemen Sumber Daya Manusia Suatu Pendekatan Makro, (1995:64) mengemukakan bahwa “usia produktif dapat digolongkan yaitu usia 16 sampai dengan 60 tahun”.
c. Komposisi Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Komposisi penduduk di Desa Lembang menurut tingkat pendidikan dapat dilihat pada tabel :
Komposisi Penduduk menurut
Tingkat Pendidikan
Tahun 2010

No Tingkat Pendidikan Jumlah %
1 Belum masuk TK 408 22,58
2 TK 25 1,38
3 SD / Sederajat 1.027 56,83
4 SLTP / Sederajat 312 17,27
5 SLTA / Sederajat 35 1,94
Jumlah 1.807 100,00
Sumber : Hasil pendataan di lapangan September 2010
Tabel tersebut menunjukkan bahwa warga masyarakat Desa Lembang sebanyak 1.374 orang atau sebesar 66,63 % dari jumlah keseluruhan penduduk rata-rata berpendidikan Sekolah Dasar. Hal ini berarti bahwa sumber daya manusia di wilayah ini masih sangat rendah.
d. Komposisi Penduduk Berdasarkan Pekerjaan
Komposisi penduduk di Desa Lembang menurut pekerjaan dapat dilihat pada tabel :

Komposisi Penduduk menurut Pekerjaan
Tahun 2010

No Jenis Pekerjaan Frekuensi Prosentase

1 PNS/TNI/POLRI 9 0,51
2 Pertanian 895 50,28
3 Perdagangan 240 13,48
4 Peternakan 3 0,17
5 Pengrajin 8 0,45
6 Pegawai Swasta 112 6,29
7 Buruh Tani 421 23,65
8 Lain-lain 92 5,17
Jumlah 1.780 100,00
Sumber : Hasil pendataan di lapangan September 2010

4. Kehidupan Sosial Warga
a. Pola Perumahan
Saat ini sebagian besar rumah terbagi menjadi 2 (dua) bagian yaitu rumah tidak layak huni dan rumah layak huni. Sebanyak 152 unit rumah termasuk dalam kategori rumah tidak layak huni. Sisanya yaitu Dapat dilihat juga bahwa pengelompokan rumah yang layak huni berada di pinggir jalan utama sedangkan untuk rumah yang tidak layak huni berada di belakang atau masuk ke jalan–jalan (gang) kecil.



Pola Perumahan Warga Desa Lembang Tahun 2010

No Pola Perumahan Jumlah Persentase
1 Permanen 110 13,24
2 Semi Permanen 46 5,53
3 Non Permanen 675 81,23
Total 831 100,00
Sumber : Hasil pendataan di lapangan September 2010

b. Interaksi Sosial Secara Umum
Sebagian besar warga masih memiliki hubungan darah. Jika terdapat salah satu keluarga yang terkena musibah, seperti kematian, maka warga akan bersama-sama membantu meringankan beban keluarga tersebut dengan memberikan bantuan meteri maupun nonmateri. Khusus bagi warga yang tidak mampu, semua biaya dan kebutuhan selama proses memandikan jenazah sampai dengan pemakaman ditanggung oleh DKM (Dewan Kepengurusan Masjid).
c. Institusi Lokal
Adanya institusi lokal di Desa Lembang terdiri 2 (dua) bagian yaitu :
1) Tradisional
Mayoritas dipengaruhi oleh nilai-nilai agama yang mereka anut, yakni Islam. Hal tersebut dapat terlihat dari bentuk-bentuk pengelompokan lokal yang ada, antara lain:


a) Kelompok Pengajian
Dilaksanakan satu minggu dua kali, yaitu setiap hari senin (siang) di Mesjid Al-hikmah (Mesjid umum) Kampung Lembang (RW 03) dan rabu (siang) di Madrasah Nurul Falah.
b) Kelompok Pengajian Anak-anak
Dilakukan hampir setiap hari setelah sholat Magrib di setiap RT di Desa Lembang.
c) Kelompok Olahraga.
Yaitu kelompok warga yang menyukai olahraga tertentu, seperti sepakbola,bulutangkis dan volli. Pada saat-saat tertentu misalnya padasaat Hari Kemerdekaan kelompok ini biasanya mengadakan turnamen atau perlombaan antar kampung dalam satu desa atau beberapa desa.
d) Kelompok Kesenian
Yaitu warga yang bergabung dalam kelompok seni tari berupa Jaipongan selain itu juga terdapat kesenian sunda yaitu seni Degung (Seni musik) dalam bentuk Pop Sunda. Adapula kesenian lainnya adalah Calung (alat musik dari bambu), Reog (alat musik gendang) yang ditampilkan pada saat-saat tertentu seperti hari-hari besar nasional.
2) Bentukan :
Beberapa Institusi local yang merupak bentukan masyarakat yaitu :
a) PKK
b) LPM
c) BPD
d) Koperasi
e) Kelompok Tani
f) Pamhut Swakarsa
d. Sistem Budaya
Warga Desa Lembang dulunya masih menganut nilai-nilai budaya sunda, adat istiadat, tradisi serta kebiasaan yang telah dijalankan secara turun temurun dan alamiah yang merupakan peninggalan para leluhur, ada sebagian yang masih dipertahankankan tetapi ada juga yang kini lambat laun mulai pudar seiring dengan perubahan jaman dan tingkah laku masyarakat seperti :
1) Sistem Pertanian
Dalam mengolah lahan pertanian, warga Desa Lembang biasa melakukannya sendiri atau bersama dengan anggota keluarga yang lain. Jika perlu mereka menggunakan jasa para buruh tani. Alat yang digunakan masih bersifat tradisional yaitu menggunakan cangkul atau bajak dengan tenaga kerbau. Alat lain yang biasa digunakan adalah golok/parang, garpuh, linggis, arit, “landasan” (batu atau alat dari kayu untuk merontokkan padi dari tangkainya).
2) Sistem Perkawinan
Kebiasaan atau tradisi dalam upacara perkawinan yang dilaksanakan antara lain :
a) Pelamaran : adalah pinangan dari calon laki-laki pada keluarga calon wanita dan penentuan waktu pernikahan.
b) Sesarahan : Penyerahkan segala perlengkapan untuk upacara pernikahan. Bahan yang diserahkan adalah makanan dan lauk-pauk, pakaian laki-laki dan perempuan disimpan dalam suatu wadah yang masing-masing wadah dibawa oleh pengantar dari pihak calon mempelai laki-laki. Kebiasaan ini dapat disesuaikan dengan kemampuan dari keluarga mempelai laki-laki.
c) Akad nikah : Peresmian perkawinan yang dilakukan di masjid, di rumah mempelai wanita atau di gedung yang lain.
d) Nyaweran/sawer : Kegiatan yang diiringi dengan nyanyian nasehat disertai dengan membuang beras dan uang (logam) sebagai tanda agar kedua pengantin di kemudian hari dapat menjadi peduli dengan sesama. Dilakukan setelah akad nikah dan injak telor.
e) Munjungan: Kunjungan dari keluarga mempelai perempuan kepada keluarga mempelai laki-laki sambil membawa makanan, misalnya kue bolu.
3) Sistem Bahasa
Bahasa yang dipakai adalah bahasa Sunda. Mempunyai perbedaan dialegnya dan memiliki tingkatan, yaitu :
2) Lemes : Merupakan tingkatan tertinggi dalam bahasa Sunda. Kata-kata dalam tingkatan ini yang memiliki arti yang sangat halus dan digunakan sebagai wujud penghargaan kepada orang lain, khususnya terhadap orangtua, misalnya tuang (makan), abdi (saya).
3) Sedang : Digunakan di antara sesama warga yang sederajat, misalnya emam ( makan).
4) Kasar : Digunakan dalam pergaulan dengan teman akrab, misalnya, maneh (kamu).
4) Sistem Kebersamaan
Adanya rasa kekeluargaan yang diwujudkan dengan kegiatan berkumpul bersama sambil menikmati makanan yang juga dimasak bersama-sama. Makanan itu diletakan di atas beberapa buah daun pisang secara memanjang. Kebiasaan ini dikenal dengan sebutan ngeliwet/jebrak.
5) Nilai-nilai Keagamaan
Semua warga di Desa Lembang menganut agama Islam, Upacara-upacara keagamaan yang dilakukan adalah sebagai Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha/Idul Qurban, peringatan menyambut Tahun Baru Hijriyah pada bulan Muharam, peringatan Maulid Nabi, peringatan Isro Mi’raj, Nisfu Sa’ban. Kegiatan pengajian yang dilakukan secara rutin tersebut merupakan wahana untuk mensosialisasikan nilai-nilai keagamaan dan juga rencana-rencana kegiatan dusun atau sebagai kesempatan untuk musyawarah dengan warga untuk memutuskan suatu tindakan yang berkaitan dengan kepentingan warga.







STRUKTUR




























7. Sistem Ekonomi Ekonomi serta karakteristik pekerjaan utama
Masyarakat di Desa Lembang dalam memenuhi kebutuhan hidupnya biasanya mereka berbelanja ke pasar terdekat yaitu di Pasar kecamatan Leles kira kira berjarak ± 4 km dari desa dan pasar kecamatan Kadungora yang berjarak kira-kira ± 6 km dengan menggunakan Ojek atau angkot.kadang kadang masyarakat Desa Lembang juga berbelanja ke Pasar di kabupaten garut yang berjarak 13 km dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Masyarakat di Desa Lembang secara umum menggantungkan hidupnya dengan bertani . Pekerjaan yang paling banyak dilakukan oleh warga ialah menjadi petani penggarap dan buruh tani. Sebagian Pemuda ada yang bekerja sebagai Tukang Ojek dan memperoleh pendapatan bersih ± Rp. 40.000,- per hari dan bekerja di tempat kerajinan pembuatan tas dan pembuatan kerudung sebagai tani dengan upah rata-rata Rp.25.000 s/d Rp 30.000,-/ hari,
Pekerjaan didominasi kaum laki-laki dan sebagian kecil perempuan hanya bekerja di tempat kerajinan tas dan kerudung sedangkan sebagian besar perempuan hanya menjadi ibu rumah tangga.
e. Program Pemerintah yang pernah diterima
Pelayanan Sosial/ publik yang tampak di RW 03 Desa Cisangkal ialah sebagai berikut:
a. Posyandu
Posyandu bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan untuk balita dan ibu hamil serta pelayanan KB. Posyandu dilaksanakan setiap bulan sekali di di Desa Lembang oleh ibu-ibu PKK yang bekerjasama dengan pihak Polindes oleh bidan desa. Kegiatan yang dilakukan pada Posyandu ini adalah penimbangan balita dan pelayanan KB. Posyandu di Desa Lembang terdiri dari 6 ( enam ) buah Posyandu yang dilaksanakan pada minggu pertama, kedua dan ketiga setiap bulannya
b. Beras untuk Keluarga Miskin (Raskin)
Raskin merupakan program pemerintah dalam bentuk pembagian beras yang diberikan kepada masyarakat miskin, dengan teknis pelaksanaannya disalurkan melalui ketua RW yang berada di wilayah Desa Cisankal.Bantuan Raskin di Desa Lembang dibagikan kepada masyarakat yang kurang mampu, jompo dan orang yang bertugas mendata dan membagi raskin, tercatat untuk warga Desa Lembang yang berhak mendapatkan raskin sebanyak 525 KK. Adapun biaya pengganti dan transport distribusi raskin adalah Rp 1400,-/ kg. Warga tidak merasa keberatan akan hal tersebut karena mereka menyadari bahwa biaya angkut raskin ke Desa Lembang memang mahal dan mereka sangat membutuhkan raskin tersebut.
c. Program BOS
Program BOS merupakan suatu program wajib belajar yang sembilan tahun dengan digulirkannya anggaran 20% untuk membiayai pendidikan anak-anak dari Sekolah Dasar/sederajat hingga Sekolah Menengah Pertama/sederjatnya. Penerima dana Bos di Desa Lembang terdapat 3 ( tiga ) buah SD dan 1 ( satu ) buah SLTP


d. Jamkesmas
Program Jamkesmas adalah suatu program untuk jaminan kesehatan kepada masyarakat yang tidak mampu atau masyarakat miskin. Penerima Jamkesmas Desa Lembang sebanyak 3315 jiwa.
e. Jamkesda
Program Jamkesda merupakan suatu program untuk jaminan kesehatan kepada masyarakat yang sebenarnya harus diakomodir dalam program Jamkesmas, tetapi ternyata tidak, maka utuk mengakomdir warga tersebut, Pemerintah Kabupaten Garut mencanangkan program Jamkesda.Penerima Jamkesda Desa Lembang 2837 jiwa.
f. Pemasangan Listrik Gratis
Untuk penerangan listrik Desa Lembang mendapatkan bantun dari pemerintah Kabupaten Garut Pemasangan Listrik Gratis untuk keluarga miskin untuk secara bertahap selama 4 ( empat ) tahun, utnuk tahun pertama tahun 2010 Desa Lembang medapatkan 50 buah rumah yang dipasangkan listrik oleh PLN Kabupaten Garut dan untuk tahun-tahun berikutnya 50 buah rumah tangga setiap tahunnya.
g. PNPM Mandiri
Pelaksanaan PNPM di Desa Lembang l telah dilaksanakan semenjak tahun 2009 dari data yang dapat kami himpun untuk tahun 2010, program PNPM di Desa Lembang diproyeksikan menjadi 2 ( dua ) yaitu:
1) Simpan pinjam khusus perempuan
Untuk simpan pinjam di Desa Lembang terdapat 10 ( sepuluh ) kelompok dengan total pinjaman sebesar Rp. 57.000.000
2). Pembangunan Sarana Air Bersih
Pembangunan Sarana Air Bersih ini berupa pembuatan Bak penampungan air yang di alirkan dari sumber air berseih yang terdapat di gununng diatas perkampungan, pembangunan bak penampungan ini sebanyak 14 bak untuk di setiap RT di Dusun 1 dan sebagian di dusun 2, adapun jumlah bantuan yang diterima adalah sebesar Rp. 1777.000,-.
2. Profil Organisasi Lokal
a. Identifikasi Organisasi
Dalam mengidentifikasi organisasi lokal, praktikan melibatkan masyarakat yang diwujudkan dalam suatu pertemuan warga (Community meeting). Pada saat pertemuan warga, praktikan menerapkan teknik Diagram Venn. Diagram Venn sediri merupakan teknik menemukenali organisasi yang ada dilingkungan Desa Lembang dengan cara memetakan organisasi mana yang mempunyai nilai penting dalam masyarakat dan tingkat kemudahan dalam mengaksesnya.
Pada tanggal 1 oktober 2010 pukul 13.00 WIB dilaksanaan pertemuan warga yang diselenggarakan oleh praktikan di Aula Desa Lembang. Dalam menerapkan teknik Diagram Venn, diperoleh data tentang organisasi yang ada di Desa Lembang.
b. Gambaran Organisasi Yang Terpilih
1) PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga)
a) Kegiatan
Kegiatan yang terdapat di PKK Desa Lembang yaitu Kegiatan yang telah terbagi dalam kelompok kerja (POKJA) yang terdiri atas Pokja 1 ( Penghayatan dan Pengamalan Pancasila), Pokja 2 (Pendidikan dan Ketrampilan, Pengembangan Hidup berkoperasi), Pokja 3 (Sandang, pangan, perumahan dan tata laksana rumah tangga) dan Pokja 4 (kesehatan, kelestarian lingkungan dan perencanaan sehat)
b) Struktur kepengurusan
• Ketua : Nenden Helmi Liana
• Wakil Ketua : T i n a
• Sekretaris : Dadah Nur Endah
• Bendahara : Eni Rohaeni
• Wk.Bendahara : R i n a
• Pokja I
- Ketua : Entin Suguhartini
- Wk.Ketua : Maemunah
- Sekretaris : E l a
- Anggota : Y a n i
• Pokja II
- Ketua : Nana Yuhana
- Wk.Ketua : Euis Kartika
- Sekretaris : E l I n g
- Anggota : Roheni
• Pokja III
- Ketua : E u I s
- Wk.Ketua : I d a
- Sekretaris : Lilis
- Anggota : I d a s
• Pokja IV
- Ketua : Al Hasanah
- Wk.Ketua : N u n u n g
- Sekretaris : U c u n
- Anggota : M a m a h
c). Masalah
Berdasarkan hasil penilaian kapasitas organisasi PKK mengalami masalah dalam hal pengelolaan program kegiatan tahunan, khususnya dalam masalah penanganan gizi buruk belum terealisasi dan dalam pengembangan jaringan PKK dengan pihak-pihak terkait di Desa Lembang.

2). Organisasi DKM Masjid Al-Hikmah
a) Kegiatan
Dewan Keluarga Masjid, atau Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), merupakan organisasi yang dikelola oleh jemaah muslim dalam melangsungkan aktivitas di masjid. Setiap masjid yang terkelola dengan baik memiliki DKM dengan strukturnya masing-masing. Secara umum, pembagian kerjanya terbagi menjadi tiga yaitu Bidang 'Idarah (administrasi manajemen masjid), Bidang 'Imarah (aktivitas memakmurkan masjid) dan Bidang Ri'ayah (pemeliharaan fisik masjid). Masjid Al-Hikmah diresmikan pada dasarnya adalah sebagai sarana ibadah dan pelaksanaan dakwah Islamiyah bagi masyarakat di wilayah Desa Lembang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut
b). Struktur Kepengurusan
• Ketua : Sopia
Sekretaris : Ajang
Bendahara : Ayat
• Bidang-bidang
• Bidang 'Idarah : H. Agus
Bidang 'Imarah : Qomar
• Bidang Ri'ayah : Adang
• Anggota : Asep, Adnan.

c). Permasalahan
Berdasarkan hasil Penilaian Kapasitas (PEKA), organisasi DKM menghasilkan rekomendasi dari hasil musyawarah bahwa pergaulan bebas yang marak terjadi pada saat ini harus segera ditangani
3). Organisasi KWD Setia Binangkit
a) Kegiatan
KWD Setia Binangkit merupakan koperasi warga desa yang ada di Desa Lembang dengan kegiatan simpan pinjam,penyaluran pupuk dsb.
b). Struktur Kepengurusan
Susunan pengurus KWD Setia Binangkit sebagai berikut:
• Penasehat : Dinas Koperasi leles
• Pengawas : Saepulloh, Arso, dan Ratnika
• Ketua : Usman
• Sekretaris : Taryat dan Asep setiawan
• Bendahara : Euis Rohayati dan Aan Kartika
• Kolektor : Nyanyang
c. Permasalahan
Dari hasil penilaian kapasitas yakni permasalahan bidang pengelolaan program.


4). Organisasi PAMHUT SWAKARSA
a). Kegiatan
Pamhut Swakarsa merupakan kependekan dari “Pasukan Pengamanan Hutan Swakarsa. Kegiatan pamhut swakarsa didesa lembang guna membantu petugas lapangan untuk mengamankan hutan dari gangguan pencurian kayu, perambahan liar, perburuan satwa, dan hal-hal lain yang menggangu kelestarian hutan dan alam.
b). Struktur Kepengurusan
• Ketua : Bapak Endin
• Sekretaris : Bapak Asep Setiawan
• Bendahara : Bapak M. Zakaria
• Anggota : 22 orang
c). Permasalahan
Berdasarkan hasil Penilaian Kapasitas Organisasi Pamhut Swakasa memiliki masalah dalam pengelolaan kegiatan.
5). Organisasi Kelompok Tani Sari Mukti
a). Kegiatan
Kelompok Tani Sari Mukti merupakan kelompok tani yang kegiatannya bergerak dalam bidang perkebunan kopi di Desa Lembang.
b). Struktur Kepengurusan
• Pelindung : Kepala Desa Lembang
• Ketua : Sopia
• Sekretaris : Endin
• Bendahara : Yusup Supriatna
• Seksi-seksi
• Seksi Produksi : Nyanyang
• Seksi Usaha : Oma
• Seksi Sarana & Prasarana : M. Zakaria
c). Permasalahan
Berdasarkan hasil penilaian kapasitas Kelompok Tani Sari Mukti mengalami masalah dalam hal pengelolaan kegiatan dan peningkatan Sumber Daya Manusia.
6). Organisasi LPM
a). Kegiatan
Lembaga Pemberdayaan Masyarakat, LPM mempunyai peranan dalam menyusun, melaksanakan, dan melestarikan pembangunan guna mewujudkan masyarakat desa yang berdaya.
b). Struktur Kepengurusan
• Ketua : Bapak Saepulloh
• Sekretaris : Nyonya Astri Sulastri
• Bendahara : Bapak Usman
• Ketua Bidang Ekonomi : Bapak Sukardi
• Ketua Bidang Pembangunan : Bapak Hendi
• Ketua Bidang Kemasyarakatan : Bapak Usep
c). Permasalahan
Berdasarkan hasil Penilaian Kapasitas Organisasi, LPM memiliki permasalahan dalam bidang pengelolaan kegiatan.
7) Karang Taruna Bina Mandiri
a). Kegiatan
Menurut Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia No. 83/Huk/2005 tentang Pedoman Dasar Karang Taruna
• Karang Taruna adalah Organisasi Sosial wadah pengembangan generasi muda yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat terutama bergerak di bidang usaha kesejahteraan sosial.
• Anggota Karang Taruna adalah setiap generasi muda dari usia 11 tahun sampai dengan 45 tahun yang berada di desa/kelurahan atau komunitas adat sederajat dan terutama bergerak di bidang usaha kesejahteraan sosial.
• Komunitas Adat Sederajat adalah warga masyarakat yang tinggal dan hidup bersama di daerah yang dibatasi oleh wilayah adat dan kedudukannya sederajat dengan desa/kelurahan.
• Majelis Pertimbangan Karang Taruna (MPKT) adalah wadah penghimpun mantan pengurus Karang Taruna dan tokoh Masyarakat lain yang berjasa dan bermanfaat bagi kemajuan Karang Taruna, yang tidak memiliki hubungan struktural dengan Kepengurusan Karang Tarunanya.
b). Kepengurusan
Musyawarah Pembentukan Karang Taruna Desa Lembang dilaksanakan pada tanggal 8 Oktober 2010 di aula kantor desa yang dihadiri oleh perwakilan pemuda di masing-masing RT sebanyak 3 (tiga) orang perwakilan . dan tokoh masyarakat serta apaarat desa, dalam musyawarah tersebut telah terbentuk kepengurusan Karang Taruna sesuai dengan ketentuan yang diatur Peraturan Menteri Sosial RI Nomor: 83/HUK/2005 tentang Pedoman Dasar Karang Taruna.
Nama Karang Taruna : Taruna Bina Mandiri
• . Ketua : Jalaludin
• Sekretaris : Nana Yuhana
• Bendahara : Yusuf
• Bidang bidang :
1). Bidang Pendidikan dan Pelatihan : Fitri / Astrid
2). Bidang Usaha Kesejahteraan Sosial : Eni Roheni
3). Bidang Kelomppok Usaha Bersama : Apan
4). Bidang Kerohanian : M. Zakaria
5). Bidang Olah raga / budaya : Gito
6). Bidang Lingkungan Hidup : Nyanyang
7). Bidang Hubungan kemasyarakatan : Dede Supriadi
c). Permasalahan
Karena organisasinya baru dibentuk jadi kalau diamati dari hasil wawancara dan observasi langsung terhadap organisasi Karang Taruna, setelah praktikan mengadakan wawancara dengan Ketua dan pengurus maka permasalahan yang ada adalah karena SDM yang masih rendah maka pengurus Karang Taruna perlu di pelatihan lainnya untuk meningkatkan sumber daya mannusianya agar kegiatan organisasi dapat berjalan dengan baik. Kemudian para pemuda di Desa Lembang bayak yang bekerja di luar desa maka keanggotaan karang taruna masih sedikit mungkin perlu sosialisasi kepada para pemuda di tingkat RW dan RT agar mereka bisa berpartisipasi dalam organisasi Karang Taruna.

C. Profil Organisasi yang dipilih yaitu PKK
Berdasarkan hasil community meeting pada tanggal 01 Oktober 2010 terdapat beberapa organisasi local di masyarakat yang berhasil di identifikasi, dari berbagai organisasi tersebut praktikan mengambil salah satu organisasi yaitu PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) Desa Lembang.
Berikut ini adalah profil mengenai PKK Desa Lembang :



a) Sejarah
PKK (Pemberdayaaan dan Kesejahteraan Keluarga) Desa lembang berdiri sejak tahun 1979. Pada saat itu Desa Lembang merupakan salah satu desa pemekaran yang berasal dari Desa Lekor. Dari tahun 1979 sampai dengan sekarang yaitu tahun 2007 Desa Lembang mengalami beberapa kali pergantian Kepala Desa sekaligus mengalami pergantian Ketua Tim Penggerak PKK Desa Lembang.
Berikut nama–nama yang pernah menjabat sebagai Ketua Tim penggerak PKK Desa Lembang :
- Tahun 1979 sampai dengan tahun 1982 dijabat oleh Ibu Nurhasanah
- Tahun 1982 sampai dengan tahun 1984 di jabat oleh Ibu E. Quraisin istri Kepala Desa Bapak Rukmantika.
- Tahun 1984 sampai dengan tahun 1992 (8 tahun masa jabatan 2 kali pemilihan kades) dijabat kembali oleh Ibu E. Quraisin.
- Tahun 1992 sampai dengan tahun 1994 dijabat oleh Ibu Nani istri Kepala Desa Bapak Raden Oman.
- Tahun 1994 sampai dengan tahun 2002 dijabat kembali oleh Ibu E. Quraisin.
- Tahun 2002 sampai dengan tahun 2007 dijabat oleh Ibu nani.
- Tahun 2007 sampai dengan sekarang di jabat oleh Ibu Nenden Helmi Liana istri Kepala Desa Bapak Imamudin Suhendar
Untuk mendekatkan jangkauan- jangkauan kepada keluarga-keluarga secara langsung dibentuk kelompok PKK RW,RT dan kelompok Dasawisma
b) Surat Izin Organisasi
Organisasi dan Kepengurusan Tim penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Lembang ditunjuk dan diangkat berdasarkan Surat Keputusan Kepala Desa Nomor : 147.14/02-TP.PKK/X/2007 tentang Pembentukan Susunan Pengurus Tim Penggerak PKK Desa Lembang periode 2018 s/d 2013 tanggal 23 Desember 2007 ( SK terlampir).
c) Visi, Misi Dan Tujuan
Visi :
Terwujudnya keluarga yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa berahlak mulia dan berbudi luhur, sehat sejahtera, maju dan mandiri kesertaan dan keadilan gender serta kesadaran hukum dan lingkungan.
Misi :
a. Meningkatkan mental spiritual, prilaku hidup dengan menghayati dan mengamalkan Pancasila serta meningkatkan pelaksanaan hak dan kewajiban sesuai dengan Hak dan Asasi Manusia (HAM) Demokrasi dan meningkatkan kesetiakawanan sosial dan kegotongroyongan serta pembentukan watak bangsa yang mantap dan seimbang.
b. Meningkatkan pendidikan dan ketrampilan yang diperlukan dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa serta meningkatkan pendapatan keluarga.
c. Meningkatkan kualitas dan kuantitas pangan keluarga serta upaya peningkatan pemanfaatan pekarangan melalui halaman asri, teratur, indah dan Nyaman (HATINYA) PKK.
d. Meningkatkan derajat kesehatan fisik dan mental , kelestarian lingkungan hidup serta membiasakan hidup berencana untuk kehidupannya dan perencanaan ekonomi keluarga serta membiasakan menabung.
e. Meningkatkan pengelolaaan gerakan PKK baik kegiatan penggorganisasian maupun pelaksanaaan program program yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat setempat sesuai ketentuan yang berlaku.
Tujuan :
Tujuan PKK Desa Lembang adalah memberdayakan keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan lahir batin menuju terwujudnya :
- Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang maha Esa
- Berahlak mulia dan berbudi luhur
- Sehat sejahtera
- Maju mandiri
- Kesetaraan dan Keadilan Gender
- Serta kesadaran hukum dan lingkungan
d) Nilai- Nilai Yang Mendasari Pendirian Organisasi
Tim Penggerak PKK desa Lembang adalah Mitra Kerja Pemerintah dan Organisasi Kemasyarakatan,yang berfungsi sebagai fasilitator, perencana, pelaksana, pengendali dan penggerakpada masing – masing jenjang demi terlaksananya program PKK.
e) Sumber Keuangan
Sumber keuangan PKK Desa lembang berasal dari Dewan Penyantun dalam hal ini adalah Kepala Desa Lembang yang diperoleh dari Dana Anggaran Tahunan Desa Lembang yaitu sebesar 5 ( Lima) Juta rupiah setiap tahunnya dan dicairkan lewat Bendahara Desa yaitu Ibu A.Sulastri.
f) Alokasi Dana
Pengunaaan Dana atau alokasi dana sebesar 5 (Lima) juta tersebut digunakan untuk :
- Kegiatan pertemuan atau rapat PKK baik di desa maupun di luar desa ( di Kecamatan atau Kabupaten)
- Kegiatan / Program PKK Desa lembang
- Insentif pengurus PKK
- Pembuatan Seragam


g) Daftar Sumber Daya Manusia
Pengurus PKK Desa lembang terdiri atas 21 orang yaitu terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara, Wakil Bendahara, Ketua Pokja 1 sampai 4 beserta anggota pokjanya.
a. Tingkat Pendidikan dari pengurus organisasi PKK desa lembang yaitu :
- SMA sebanyak 5 ( lima) orang
- SMP sebanyak 1( satu) orang
- SD sebanyak 15 ( Lima belas ) orang
b. Pengalaman Tiap Pokja ( Pelatihan yang pernah diikuti) :
- Mengikuti pelatihan jenazah diselenggarakan oleh mahasiswa KKN
STAI Garut
- Mengikuti Pelatihan Pembinaan Desa Siaga
- Mengikuti pelatihan Flu Burung dari SIBEK Muhamadiah
- Mengikuti Pelatihan Dasa Wisma
- Mengikuti Pelatihan PAUD
- Mengikuti Penyuluhan kesehatan dan Manfaat pupuk Organik
- Mengikuti pelatihan pemberian Gizi
- Mengikuti pelatihan Efek samping penyakit Jiwa
h) Aset Yang Dimiliki
Aset atau Harta yang dimiliki oleh Organisasi PKK Desa Lembang yaitu :
- Fisik berupa Gedung secretariat PPK, Meja, Kursi, Lemari , plang papan nama PKK, atribut PKK, papan data, Buku-buku bacaan, Buku-buku Administrasi PKK , Timbangan Bayi, Timbangan biasa dll.
- Non Fisik berupa Sumber daya Manusia yang terdapat di Organisasi PKK tersebut yaitu para Ibu- Ibu Kader PKK yang berpengalaman dan sudah terlatih dalam menjalankan organisasi mereka.
i) Pelayanan Yang Diselenggarakan
Pelayanan yang dilaksanakan oleh Organisasi PKK Desa Lembang berupa :
1. Pelayanan Posyandu
Pelayanan Posyandu dilaksanakan setiap 1 (satu) bulan sekali di 6 (enam) lokasi posyandu yaitu di Kampung Batu bawang, Kampung Lekor, Kampung Nagrog, Kampung Bongkor, Kampung Caringin, Kampung Kanduruan. Kegiatan yang dilaksanakan adalah Penimbangan Balita, Pemberian Vitamin A setiap Bulan Februari dan Agustus, Imunisasi bayi, Pemberian Tablet tambah Darah Ibu Hamil, Pemberian PMTA bagi balita, Pelayanan Keluarga Berencana Bagi Pasangan Usia Subur ( PUS) dan Wanita Usia Subur (WUS).
2. Pelayanan PMTAS ( Pemberian Makanan tambahan Anak Sekolah)
Program PMTAS ( Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah) merupakan program kerjasama antara PKK Desa Lembang, Dinas Pendidikan dan Dinas kesehatan Kabupaten Garut. Sasaran dari kegiatan ini adalah Usia Sekolah yaitu Taman Kanak-Kanak (TK), sekolah dasar (SD), madrasah aliyah(MA ) yang ada di desa lembang sebanyak 3 (tiga) sekolah.Waktu pelaksanaannya dari Bulan September 2010 sampai bulan Desember 2010 seluruhnya berjumlah 54 kali pemberian makanan yaitu seminggu 3 kali dengan menu Singkong dan kue kue tradisional lainnya.
3. Bekerja sama dengan LPM Desa lembang dalam penyelenggaraan Poskesdes ( Pos kesehatan Desa) dengan nama Desa Siaga.
Poskesdes Desa lembang yaitu Desa Siaga mengadakan program kegiatan dalam bidang kesehatan yaitu Kesling ( kesehatan Lingkungan ) dan UKBM ( Upaya Kesehatan Berbasis masyarakat) yaitu kegiatan Tabulin, Ambulan Desa, Dasolin dengan sasaran seluruh masyarakat desa lembang. Dalam hal ini PKK Desa Lembang mengadakan kerjasama dengan Lembaga pemberdayaan masyarakat dan tergabung dalam kepengurusan Desa Siaga.
j) Penerima Manfaat
Penerima manfaat pelayanan yang diselenggarakan oleh Tim penggerak PKK Desa Lembang yaitu :
1. Pelayanan Posyandu
a. Balita usia 0 – 11 bulan dan usia 11-59 bulan
b. Ibu Hamil
c. Pasangan usia Subur (PUS)
d. Wanita usia Subur (WUS)
2. Program PMTAS
a. Usia sekolah taman kanak kanak yaitu 5-6 tahun
b. Usia sekolah Dasar/ Madrasah Aliyah yaitu dari kelas 1 sampai kelas 6 SD.
3. Desa Siaga
Seluruh masyarakat desa lembang tanpa terkecuali.
k) Jaringan/Hubungan Dengan Pihak Lain
Hubungan Organisasi PKK Desa lembang dengan Organisasi organisasi lainnya di Desa lembang cukup baik di antaranya :
1. Pemerintahan Desa
Hubungan atau jaringan Organisasi PKK Desa lembang dengan pemerintahan desa Lembang sangat baik. PKK dan Pemdes sering mengadakan kegiatan atau pertemuan secara bersama-sama dan kedua lembaga ini saling mendukung antar satu dengan yang lain. Banyak program, kegiatan atau pelatihan yang dilakukan oleh Organisasi Tim penggerak PKK Desa melibatkan pemerintahan Desa lembang sebaliknya pula jika ada kegiatan di pemerintahan desa setempat organisasi PKK kadangkala ikut terlibat di kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah Desa setempat.
2. Lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM)
Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) bekerjasama dengan Tim penggerak PKK Desa Lembang bekerjasama dalam pembentukan Poskesdes ( Pos Kesehatan Desa). Baik pengurus ataupun anggota LPM dan pengurus dan anggota PKK menjadi pengurus dalam Poskesdes Desa Lembang.
3. Puskesmas
Kerjasama dengan pihak Puskesmas yag dilakukan oleh Organisasi Desa Lembang dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sangat baik di antaranya pelayanan posyandu , program PMTAS dan program program lainnya.
4. Poskesdes ( Pos Kesehatan Desa) yaitu Desa Siaga
Poskesdes Desa lembang yaitu Desa Siaga mengadakan program kegiatan dalam bidang kesehatan yaitu Kesling ( kesehatan Lingkungan ) dan UKBM ( Upaya Kesehatan Berbasis masyarakat) yaitu kegiatan Tabulin, Ambulan Desa, Dasolin dengan sasaran seluruh masyarakat desa lembang.Dalam hal ini PKK Desa Lembang mengadakan kerjasama dengan Lembaga pemberdayaan masyarakat dan tergabung dalam kepengurusan Desa Siaga.
l) Administrasi Dan Catatan Kegiatan Organisasi
Administrasi dan pencatatan kegiatan keorganisasian PKK dilakukan oleh Sekretaris PKK Desa Lembang yaitu Ibu dadah Nur Endah.misalnya pengadministrasian kegiatan penyuluhan- penyuluhan baik yang dilakukan di tingkat kecamatan maupun tingkat kabupaten.
Selain itu pencatatan kegiatan juga dilakukan di kelompok Kerja( Pokja) masing masing yaitu oleh ketua Pokja 1, pokja 2, pokja 3 dan pokja 4.Untuk pencatatan di bidang Keuangan dilakukan oleh Bendahara PKK yaitu Ibu Eni Rohaeni dibantu oleh Wakil bendaharanya Ibu Rina.
m) Monitoring Organisasi
Monitoring pelaksanaan organisasi dilakukan oleh Tim penggerak PKK Kecamatan. Biasanya Tim Penggerak Kecamatan leles melakukan pembinaan terhadap pengurus PKK Desa Lembang secara rutin.Kadangkala ada monitoring dari Tim Penggerak PKK Desa Garut setiap satu tahun sekali.
n) Refrensi Pelaksanaan Kegiatan (Juklak/Juknis)
Program Pelaksanaan Kegiatan yang terdapat di Organisasi PKK Desa lembang merupakan rangkaian program dari pusat. PKK Desa lembang mengacu kepada petunjuk teknis yang telah ada yang dikeluarkan oleh Tim Penggerak PKK Kecamatan atau PKK Kabupaten misalnya Kegiatan Posyandu, PMTAS dan Kegiatan Desa Siaga yang merupakan program dari Pusat diteruskan ke bawah (Top Down).
o) Refereal (Rujukan)
Dalam pelaksanaan seluruh Program/ Kegiatan yang diselenggarakan oleh PKK Desa lembang apabila mengalami permasalahan atau kendala maka akan direfereal atau dirujuk kepada Dinas Instansi terkait. Misalnya untuk kegiatan posyandu apabila mengalami kendala dalam proses pelayananannya maka akan dirujuk ke Puskesmas Desa Lembang atau Puskesmas kecamatan Leles.
p) Proses Rekruitmen Anggota
Pengurus Organisasi Desa lembang merupakan Rekruitmen dari kepengurusan anggota PKK terdahulu hal ini dikarenakan sulitnya melakukan pengkaderisasi terhadap pengurus PKK yang baru. Biasanya Ketua Tim penggerak PKK yang baru akan mengangkat dan menunjuk kepengurusan yang lama untuk bekerja sama di kepengurusan PKK Desa Lembang.

IDENTIFIKASI DAN ANALISIS SUMBER/ PROGRAM INTERVENSI
Berdasarkan hasil observasi dan pendataan praktikan berhasil diidentifikasi factor produksi utama yang dibutuhkan oleh suatu organisasi agar dapat beroperasi secara maksimal dalam pelaksanaan kegiatan yaitu :
2. Man (manusia) atau tenaga kerja.
Adanya dukungan dari para pengurus PKK Desa Lembang baik, tenaga, pikiran maupun barang atau benda.ini di buktikan dengan adanya partisipasi mereka dalam menyumbangkan ide- ide, gagasan serta pemikitan- pemikiran dari pengurus yaitu kader- kader PKK Desa lembang itu sendiri pada waktu mengadakan pertemuan dalam rangka pembahasan mengenai rencana kegiatan dalam pengembangan organisasi PKK Desa Lembang. Adanya Semangat dan kemauan dari pengurus PKK Desa Lembang untuk mengembangkan organisasinya. Dukungan yang diberikan oleh pengurus organisasi PKK sendiri yang harus dikembangkan dan dijaga agar kegiatan yang akan dilaksanakan dapat terealisasikan dengan baik dan sesuai dengan apa yang diharapkan.
3. Machines ( Mesin) mesin sebagai fasilitas alat kegiatan organisasi
Fasilitas/ alat kegiatan organisasi yang dibutuhkan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah Tempat pertemuan atau aula yaitu Balai Desa Lembang karena tempatnya terjangkau sehingga memungkinkan peserta untuk menghadiri kegiatan tersebut.
4. Money (uang) sebagai modal untuk pembiayaan seluruh kegiatan
Adanya modal yang berasal dari Pemerintah Desa setempat yaitu Dewan Penyantun PKK Desa Lembang dalam hal ini Kepala Desa beserta yang memberikan bantuan dari segi pendanaan dan tenaga bagi kegiatan yang akan dilaksanakan oleh PKK desa Lembang. Selain itu adanya dana kas PKK Desa Lembang sehingga kegiatan yang direncanakan dapat diimplementasikan sesuai dengan yang diharapkan.
organisasi local setempat yaitu LPM (Lembaga Pemberdayaan masyarakat) yang ikut membantu sehingga terlaksananya kegiatan ini yaitu melalui kerjasama LPM, PKK dengan Poskesdes dalam hal ini Desa Siaga yang memberikan pelayanan bagi masyarakat Desa Lembang.
5. Method (metode) yaitu prosedur sebagai panduan pelaksanaan kegiatan
Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah Community Organization (CO) yaitu Metode yang professional yang digunakan untuk mengubah system sasaran yaitu individu, kelompok dan keluarga yaitu organisasi komunitas baik tingkat local, regional maupun nasional secara utuh.
6. Materials (Bahan-bahan)yaitu bahan baku sebagai untuk diolah sampai menjadi produk akhir untuk diserahkan pada penerima layanan.
Bahan- bahan yang digunakan dalam pelaksaanaan kegiatan pengembangan gizi Desa Lembang yaitu Makanan Tambahan Anak berupa Susu, Makanan Ringan, Biskuit, yang dikemas secara khusus disiapkan oleh Tim Kerja Organisasi kegiatan untuk diberikan kepada pemnerima pelayanan yaitu sasaran kegiatan kepada Balita yang menderita Kurang Gizi dan Gizi Buruk sebangak 48 orang.


D. Hasil Kerja Perencanaan
Berdasarkan hasil dari Tehnik yang diterapkan dalam pertemuan dengan Pengurus PKK Desa Lembang pada hari Senin tanggal 04 Oktober 2010 bertempat di Balai Desa Lembang yaitu PEKA dalam hal ini adalah Penilaian Kapasitas yaitu Penilaian Kemampuan Organisasi Masyarakat yang dilakukan secara bersama sama oleh pengurus dan anggota organisasi PKK Desa Lembang yang hasilnya menjadi pijakan untuk memperkuat dan mengembangkan kemampuan organisasi dalam mencapai usaha dan cita-citanya. PEKA PKK Desa Lembang ini diikuti oleh peserta yang berasal dari pengurus PKK Desa Lembang berjumlah 10 (sepuluh) orang yang terdiri dari Ketua PKK, Sekretaris, Bendahara, Ketua Pokja I s/d Pokja IV beserta anggota- anggota pokjanya. Alat dan bahan yang digunakan dalam proses ini yaitu Spidol, Kertas Plano, Metacard, Lakban, Permen (tergantung jumlah peserta), kaleng atau gelas untuk tempat permen. Tahapan-Tahapan PEKA PKK Desa lembang sebagai berikut :
1) Sosialisasi
Tahap sosialisasi merupakan tahap awal proses penyelenggaraan PEKA. Hal ini penting dilakukan karena pada ini adalah praktikan memaparkan hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan penilaian kemampuan organisasi dalam hal ini PKK Desa Lembang.Setelah sosialisasi dilakukan oleh praktikan para pengurus PKK Desa Lembang sepakat untuk menggunakan PEKA sebagai perangkat penilaian kemampuan organisasi maka dilanjutkan ke tahap berikutnya yaitu penelusuran alur sejarah PKK Desa lembang.
2) Penyusunan Alur Sejarah Organisasi
Setelah tahap sosialisasi dilakukan dilanjutkan dengan penyusunan alur sejarah PKK Desa Lembang yang berisi kejadian kejadian penting yang berdampak pada tujuan organisasi. Praktikan menanyakan kepada peserta kapan organisasi berdiri dan bagaimana sejarah organisasi tersebut, kemudian praktikan menanyakan peristiwa-peristiwa penting apa saja yang terjadi di dalam organisasi PKK Desa Lembang dan mencatatnya pada kertas plano.
Alur Sejarah Pkk Desa Lembang

Tahun Kejadian/Peristiwa Dampak bagi organisasi
2006 Mendapatkan Bantuan Proyek MCK untuk masyarakat Desa Lembang dari Dinkes Kabupaten Garut Masyarakat memperoleh kemudahan dalam melakukan MCK tidak di sembarang tempat.
2007 Mendapatkan Bantuan tempat Pembakaran sampah untuk masyarakat Desa lembang dari Dinkes Kabupaten Garut. Masyarakat melakukan pembakaran dan pembuangan sampah pada tempat yang telah disediakan sehingga mengurangi lingkungan yang kotor.
2008 Mengikuti pelatihan tentang penyakit Jiwa Para kader memperoleh pengetahuan tentang penyakit jiwa
2009 Mengikuti sosialisasi tentang flu burung

Memperkaya Pengetahuan para Pengurus PKK Desa lembang mengenai flu burung
2010 Mengikuti Pelatihan Jenazah
Pengurus PKK beserta kader mengetahui cara cara mengurus Jenazah
Mengikuti pelatihan pemberian Gizi Balita Pengetahuan dan ketrampilan para kader mengenai gizi balita semakin meningkat
Pelatihan pembinaan Desa Siaga Kerjasanma dengan Poskesdes Desa Siaga semakin terjalin
Mengikuti Gebyar Flu Burung Pengetahuan pengurus PKK Desa Lembang mengenai flu burung semakin meningkat
Mengikuti Penyuluhan Kesehatan dan manfaat pupuk organik Pengetahuan pengurus dan kader PKK Desa Lembang meningkat dalam hal PHBS
Mengikuti Pelatihan dasa Wisma Ketrampilan dalam pengelompokkan dasa wisma semakin meningkat (satu dasawisma = 20 KK)
Mengikuti Pelatihan PAUD Pengetahuan dan ketrampilan guru PAUD semakin bertambah
Kerjasama dengan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dalam rangka program PMTAS Anak-anak TK,SD,MI semakin terjamin kesehatannya dengan tidak mengkonsumsi jajanan sembarangan

3) Refleksi Pencapaian Tujuan Organisasi
Dalam merefleksikan tujuan organisasi praktikan menjelaskan terlebih dahulu maksud dan tujuannya yaitu membahas mengenai hasil-hasil yang dicapai dalam organisasi PKK Desa Lembang. Kemudian praktikan bertanya kepada peserta apa saja yang telah dihasilkan dan dicapai oleh PKK Desa lembang sampai saat ini, Apa tujuan dari organisasi PKK Desa Lembang. Peserta dengan antusias menjawab pertanyaan-pertanyaan yang praktikan lemparkan dan menuliskannya di kertas plano.sehingga didapat bahwa ada beberapa tujuan-tujuan dari PKK Desa lembang yang belum tercapai dan tentu saja pengurus PKK Desa Lembang ingin agar tujuan dari organisasi ini dapat mencapai lebih baik.
4) Penilaian ciri-ciri kemampuan organisasi
Dalam proses penilaian kemampuan organisasi, penilaian cirri- cirri organisasi merupakan proses lanjutan yang harus dilakukan . hasil yang ingin dicapai dalam proses ini adalah diperoleh hasil yang jujur dari peserta atas ciri- ciri organisasi dari setiap bidang yang dinilai.
Terdapat 7 ( Tujuh) bidang kemampuan organisasi yang dinilai meliputi :
a. Bidang Kepengurusan dan Keanggotaan
Terlebih dahulu praktikan menjelaskan mengenai penilaian di bidang ini yaitu yang berkaitan dengan struktur organisasi, pengurus, aturan- aturan dan hubungan antar pengurus dengan anggota.
Tabel Penilaian Bidang Kepengurusan Dan Keanggotaan
Ciri-Ciri Nilai Total Rata-rata
Organisasi memiliki struktur organisasi yang disusun sesuai kebutuhan 28 2,8
Setiap pengurus hanya mempunyai satu jabatan dalam organisasinya 28 2,8
Pengurus dan anggota bekerja sama saling mendukung untuk semua kegiatan organisasi 32 3,2
Seluruh anggota organisasi saling menghargai perbedaan (suku, agama, jenis kelamin, status sosial, pendapat, cacat fisik, cacat mental ,cacat sosial, dll) yang ada dalam organisasi 40 4
Organisasi memiliki aturan tertulis yang selalu dijalankan oleh seluruh anggota organisasi 29 2,9

Pada tabel diatas terlihat bahwa untuk penilaian struktur organisasi mendapatkan nilai rata-rata terendah yaitu 2,8 hal ini di sebabkan karena struktur organisasi yang disusun belum memenuhi kebutuhan misalnya dalam satu kelompok kerja atau POKJA terdapat 4 (empat) orang yang mengisi bagian tersebut. Tetapi disalah satu POKJA hanya terisi 3 (tiga) orang pengurus saja. Hal nin disebabkan sulit sekali mencari pengurus yang baru atau melakukan pengkaderisasi kepenngurusan PKK Desa lembang.
b. Bidang kepemimpinan
Pada penilaian ini praltikan menjelaskan kepada peserta bahwa bidang kepemimpinan adalah sikap dan prilaku yang dimiliki oleh pemimpin. Yang dimaksud pemimpin disini Tidak hanya Ketua TP PKK Desa Lembang tetapi bisa juga wakil ketua, Sekretaris, Bendahara , Ketua Kelompok Kerja PKK Desa Lembang.

Tabel Penilaian Bidang Kepemimpinan
Ciri-Ciri Nilai Total Rata-rata
Pemimpin selalu menerima saran dan kritikan dari anggota dan pemimpin lainnya 30 3
Pemimpin selalu menjalankan tugas sesuai dengan jabatannya 36 3,6
Pemimpin selalu mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan 40 4
Pemimpin memberikan laporan pertanggungjawaban secara tertulis kepada anggotanya secara periodic ( bulanan, tiga bulanan atau tahunan) 36 3,6
Pemimpin mempunyai sikap untuk membatasi masa jabatan dalam kurun waktu tertentu 38 3,8

Pada table diatas terlihat bahwa dalam bidang kepemimpinan dinilai sudah cukup baik karena skor terendah hanya pada sikap pemimpin yang selalu menerima saran dan kritikan dari anggota pemimpin yang lain dengan Nilai total 30 dan nilai rata-rata adalah 3.Pada kesempatan yang sama Ketua TP PKK Desa Lembang secara spontan berkata bahwa di masa mendatang beliau akan siap menerima kritik dan saran dari para anggotanya baik secara langsung maupun tidak langsung akan diterima dengan senang hati.
c. Bidang Administrasi dan keuangan
Pada penilaian di Bidang selanjutnya praktikan kembali menjelaskan mengenai maksud dan tujuan dari penilaian Bidang Administrasi dan pelaporan yaitu hal- hal yang berkaitan dengan pencatatan kesepakatan dan hasil kegiatan, serta aturan dan pelaporan penggunaan keuangan PKK Desa lembang.

Tabel Penilaian Bidang Adimistrasi Dan Keuangan
Ciri-Ciri Nilai Total Rata-rata
Organisasi mempunyai nama, alamat, secretariat yang jelas 40 4
Organisasi mempunyai catatan semua kegiatan, rapat,program, data anggota, keuangan, keputusan, kesepakatan, dll 40 4
Oranisasi melakukan pengelolaan keuangan secara terbuka 30 3
Secara rutin dalam kurun waktu tertentu (setiap bulan, enam bulan sekali, dsb), organisasi melakukan pemeriksaan penggunaan keuangan, baik oleh anggota, pengurus yang lain 36 3,6

Dari Tabel diatas terlihat bahwa pada Bidang administrasi dan Keuangan PKK Desa Lembang dinilai Baik. Hal ini dapat dilihat pada penilaian yang dilakukan oleh para peserta yang memberikan nilai yang cukup bagus . masing-masing peserta memberikan skor 30 s/d 40 dengan nilai rata-rata 3 s/d 4.
d. Bidang Kemampuan Sumber daya Manusia
Praktikan menjelaskan terlebih dahulu kepada peserta yang dimaksud dengan bidang ini adalah hal- hal yang berkaitan pengetahuan dan ketrampilan pengurus dan anggota organisasi untuk emeningkatkan kemampuan mereka.

Tabel Penilaian Bidang Kemampuan Sumber Daya Manusia

Ciri-Ciri Nilai Total Rata-rata
Organisasi memiliki kader yang siap untuk menjadi pengurus periode berikutnya 28 2,8
Pengurus mampu meyakinkan pihak lain sehingga mendapatkan dukungan 30 3
Oranisasi mempunyai rencana pengembangan pengetahuan dan ketrampilan bagi pengurus dan anggota sesuai kebutuhan organisasi 30 3
Pengurus mendukung pengembangan kemampuan anggota 36 3,6

Pada Bidang kemampuan Sumber daya Manusia pada cirri-ciri organisasi memiliki kader yang siap untuk menjadi pengurus periode berikutnya mendapatkan skor 28 dengan nilai rata-rata 2,8 hal ini disebabkan sulitnya mencari pengurus baru apabila terjadi pergantian ketua PKK maka pengurus yang lama tetap direkrut untuk menduduki jabatan- jabatan dalam kepengurusan PKK yang baru.
e. Bidang Pengelolaan Kegiatan/ Program
Selanjutnya pada bidang pengelolaan Kegiatan/ Program, praktikan menjelaskan terlebih dahulu kepada peserta mengenai hal hal yang berkaitan dengan penyusunan rencana kerja, pelaksanaan kegiatan serta pemantauan dan penilaian.

Tabel Penilaian Bidang Pengelolaan Program/Kegiatan

Ciri-Ciri Nilai Total Rata-rata
Organisasi mempunyai rencana kerja tertulis yang dilaksanakan sesuai dengan rencana 25 2,5
Seluruh anggota organisasi memperoleh manfaat dari kegiatan yang dilakukan 33 3,3
Organisasi mengadakan pertemuan secara rutin untuk membahas rencana dan perkembangan kegiatan 32 3,2
Organisasi selalu menyusun rencana kerja secara bersama 29 2,9
Kegiatan yang dikembangkan organisasi memberikan manfaat bagi masyarakat dan sekitarnya 30 3

Dari table diatas terlihat bahwa yang memperoleh skor terendah yaitu Organisasi yang mempunyai rencana kerja tertulis yang dilaksanakan sesuai rencana dengan nilai 25 dan nilai rata-rata 2,5. Sekretaris PKK Desa lembang menjelaskan bahwa ada beberapa program kegiatan yang dibuat oleh PKK Desa Lembang belum terealisasi.Dengan kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa ini diharapkan dapat mebantu dalam merealisasikan program/ kegiatan yang sudah dibuat oleh PKK Desa Lembang.
f. Bidang Hubungan dengan pihak luar
Yang dimaksud dengan bidang ini adalah kemampuan organisasi dalam berhubungan dengan pihak lain dan menghasilkan sesuatu yang positif bagi organisasi.

Tabel Penilaian Bidang Hubungan Dengan Pihak Luar

Ciri-Ciri Nilai Total Rata-rata
Organisasi mempunyai kerjasama dengan pihak luar sesuai dengan kebutuhan yang saling menguntungkan 30 3
Organisasi terlibat akti\f dalam perkumpulan (forum,jaringan,dll) yang mendukung pencapaian tujuan 30 3
Organisasi memiliki kegiatan yang keberhasilannya di akui pihak lain 30 3
Organisasi mempunyai cara berbagi informasi dengan pihak lain. Misalnya melalui pertemuan dalam forum/ jaringan, pameran, pemuatan berita di Koran/ bulletin yang diterbitkan pihak lain, radio, dll 30 30

Pada table diatas terlihat bahwa hubungan organisasi PKK Desa Lembang sudah cukup baik terlihat dari skor 30 dengan nilai rata-rata 3 hal ini dikarenakan kerjasama yang dilakukan oleh PKK Desa Lembang dengan organisasi local lainnya yang ada di Desa Lembang sudah berjalan dengan baik. Misalnya dengan LPM dan POSKESDES yang mana keberhasilannya sudah diakui oleh masyarakat Desa Lembang itu sendiri.

g. Bidang Keberlanjutan Organisasi
Praktikan kemudian menjelaskan mengenai bidang yang ke 7 ini yang merupakan bidang terakhir dalam penilaian cirri-ciri organisasi yaitu kemampuan organisasi untuk terus melanjutkan kegiatan dan kelangsungan hidupnya.

Tabel Penilaian Bidang Keberlanjutan Organisasi

Ciri-Ciri Nilai Total Rata-rata
Organisasi mempunyai modal swadaya yang cukup untuk membiayai kegiatan/ Program organisasi ( misalnya yang didapat dari iuran anggota, usaha, jasa dll) 30 3
Organisasi mempunyai kegiatan/ program tahunan yang tertulis untuk mencapai tujuan organisasi 40 4
Organisasi mengelola organisasinya secara mandiri ( misalnya perencanaan, pelaksanaan, penilaian, koordinasi, dll) 30 3

Dari table diatas menunjukkan Bidang keberlanjutan organisasi PKK Desa Lembang sudah baik.hal ini terlihat dari skor penilaian yang diberikan oleh peserta penilaian antara 30 s/d 40 dengan nilai rata-rata 3 s/d 4 sehingga tujuan organisasi PKK Desa Lembang dapat tercapai sesuai dengan program/ kegiatan tertulis yang telah dibuat oleh PKK Desa Lembang.

5) Pemaparan hasil penilaian, Analisa hasil penilaian dan penentuan prioritas gagasan atau usulan.

Setelah berdiskusi tentang alur sejarah, pencapaian tujuan dan penilaian ciri-ciri organisasi yang sudah memberikan hasil selanjutnya praktikan mengajak peserta memaparkan hasil penilaian dengan membacakan skor- skor dan nilai rata-rata yang tertera di kertas plano. Praktikan meminta bantuan ibu-ibu untuk membacakan secara bergiliran apa yang telah diperoleh dari organisai PKK Desa lembang.
Selanjutnya praktikan mengajak ibu-ibu peserta penilaian untuk menganalisa hubungan antara hasil Alur Sejarah dengan pencapaian tujuan organisasi dan menarik kesimpulan bahwa kegiatan- kegiatan yang telah dilakukan oleh PKK Desa lembang semuanya sangat berpengaruh positif terhadap pencapaian tujuan organisasi PKK Desa Lembang itu sendiri.
Kemudian praktikan mengajak peserta untuk menganalisa hubungan antara nilai cirri-ciri dengan pencapaian tujuan organisasi. Terdapat cirri-ciri yang sudah kuat dan beberapa cirri yang masih lemah sehingga perlu penanganan agar Organisasi PKK Desa Lembang dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Praktikan mengajak peserta menentukan cirri-ciri mana yang mau dijadikan prioritas dalam upaya peningkatan kemampuan organisasi PKK Desa lembang ke depannya. Setelah dilihat dari skor terendah yaitu 25 dengan nilai rata-rata 2,5 disepakati bahwa peserta memilih Bidang Pengelolaan Program/ Kegiatan sebagai prioritas yang diharapkan dapat mendukung pencapaian tujuan organisasi PKK Desa lembang.






E. Hasil Kerja Intervensi

Setelah didapatkan Prioritas maka tahap selanjutnya adalah membuat rencana kerja pengembangan organisasi.Diketahui bahwa yang menjadi prioritas adalah Bidan pengelolaan Program/ kegiatan yaitu Organisasi mempunyai rencana kerja tertulis yang dilaksanakan sesuai dengan rencana yang mana ternyata Tidak semua rencana kegiatan/Program PKK Desa Lembang terlaksana. Ada beberapa kegiatan yang sampai saat ini belum direalisasikan diantaranya :
a. Pelatihan bagi Kader- Kader baru PKK Desa Lembang
b. Pengembangan PAUD ( Pendidikan Anak Usia Dini)
c. Pengembangan Gizi Balita Desa Lembang
Dari ketiga rencana diatas di sepakati oleh peserta bahwa Organisasi PKK Desa Lembang akan mengadakan Program Pengembangan Gizi Balita Desa Lembang.Kemudian dibentuklah Tim Kerja Organisai ( keepanitiaan) untuk melaksanakan program tersebut.
Setelah terbentuk Tim Kerja Organisasi maka selanjutnya mereka menyusun jadwal kegiatan yang jelas agar rencana kegiatan dapat terlaksana sesuai dengan apa yang diinginkan.
1. Perencanaan Tertulis Tim Kerja Organisasi PKK Desa Lembang dalam pelaksanaan program Pengembangan Organisasi :
a) Latar Belakang
- Jumlah Balita Desa Lembang sebanyak 571 orang
- Jumlah Ibu yang datang ke posyandu 340 orang
- Jumlah anak usia balita yang Kurang Gizi dan Gizi Buruk sebanyak 48 orang
- Penyebab Balita Kurang dan Gizi Buruk antara lain banyaknya ibu yang kurang mengerti tentang gizi seimbang, kurangnya pengetahuan masyarakat tentang kesehatan keluarga, kurangnya kesadaran ibu untuk mengetahui tumbuh kembang anak sehingga tidak mau datang ke posyandu dan lemahnya tingkat perekonomian masyarakat.
b) Nama Program
“ Pengembangan Jaringan PKK dalam menangani Gizi Buruk Balita di Desa lembang Kecamatan Leles Kabupaten Garut”.
Rincian Kegiatan dalam program ini adalah :
1 ) Penyuluhan Tentang Gizi Buruk bagi Ibu-Ibu Balita yang kurang gizi dan Gizi buruk.
2 ) Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi Balita yang Kurang gizi dan Gizi buruk.
c) Tujuan
Tujuan Umum : Melalui kegiatan yang dilaksanakan diharapkan dapat meningkatkan Gizi Balita di Desa lembang.
Tujuan Khusus : meningkatkan Pengetahuan ibu ibu tentang Gizi seimbang dan mencegah terjadinya Gizi Buruk pada balita di Desa lembang.


d) Sasaran
1. Ibu – Ibu Balita yang menderita Kurang dan Gizi Buruk sebanyak 48 orang.
2. Balita yang menderita Kurang dan Gizi Buruk sebanyak 48 orang.
e) Rincian Kegiatan
1. Tahap Persiapan
Pada Tahap I ini kegiatan yang dilaksanakan diantaranya :
a. Melakukan Identifikasi balita Ke Posyandu yang ada di Desa Lembang baik mengunjungi posyandu secara langsung maupun melalui kader Posyandu.
b. Melakukan pengecekan data Balita dengan data di Bidan Desa dan data yang ada di Puskesmas
c. Melakukan persiapan- persiapan untuk pelaksanaan kegiatan yaitu menidentifikasi Nara Sumber yang akan memberikan penyuluhan, Tempat pelaksanaan kegiatan, persiapan Undangan kepada kelompok sasaran.
2. Tahap pelaksanaan
Pada tahapan kedua ini kegiatan yang dilakukan adalah :
a. Melaksanakan Kegiatan penyuluhan yang melibatkan ibu-ibu yang memiliki balita yang kurang dan Gizi buruk sebanyak 48 orang.
7. Memberikan makanan tambahan bagi 3 (tiga) orang yang menderita Gizi buruk dan 45 (Empat puluh lima) balita yang menderita kekurangan gizi.
3. Tahap Monitoring dan Pelaporan
Pada tahapan ini dilakukan monitoring dan pelaporan kegiatan.
f. Waktu Dan Biaya
Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Hari Jumat tanggal 15 Oktober 2010 pada pukul 09.00 wib bertempat di Balai Desa Lembang dengan Rincian Biaya sebagai berikut :













No Uraian Volume Satuan
(RP) Jumlah
(RP) Ket
1. Kegiatan I
• Konsumsi
• ATK
• Transportasi
12 orang
1 paket
12 orang
2.000,-

5.000,-
24.000,-
20.000,-
60.000,-
Jumlah 104.000,-
2. Kegiatan II
• Makanan Tambahan
-Gizi Buruk
-Kurang Gizi
• Konsumsi
• ATK

3 paket
45 paket
48 paket
1 paket


35.000,

10.000,

3000,-


105.000,-
450.000,-
144.000,-
20.000,-
Jumlah 719.000,-
3. Kegiatan III
• Konsumsi
• ATK
12 orang
1 paket
2.000,-
24.000,-
100.000,-

Jumlah 124.000,-
T o t a l 947.000,-
Terbilang : (Sembilan ratus empat puluh tujuh ribu rupiah)


Sumber dana :
• Sumbangan dari dewan penyantun ( Kepala Desa lembang) sebesar Rp. 600.000,-
• Dana kas PKK Desa lembang sebesar Rp. 347.000,-
g. Pelaksana Kegiatan
Pelaksana Kegiatan ini adalah Organisasi PKK Desa Lembang melalui panitia kecil yang telah di bentuk yaitu Tim Kerja Organisasi dengan susunan sebagai berikut :
Ketua : Nana Yuhana
Sekretaris : Dadah Nurendah
Bendahara : E l i n g
Seksi-seksi :
1. Humas : - Eni Rohaeni
- Ai
2. Perlengkapan : - Euis
- Rohani
3. Konsumsi : - Nenden Helmi Liana
- Idas
h. Analisis Swot
Untuk menguji apakah program ini efektif dilaksanakan, maka digunakan metode analisis SWOT (Strengths, Weakness, Opportunities, and Threats), yaitu suatu metode yang digunakan untuk mengukur kelayakan programyang dilihat dari indicator kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan ancaman dapat dilihat dari matriks berikut :
1. Kekuatan
• Adanya dukungan dari Pengurus Tim penggerak PKK Desa lembang
• Adanya dukungan dari Pemerintaha Desa setempat
• Adanya Kesiapan dari para kader mendukung kegiatan tersebut
• Adanya kesiapan Dana baik dari Dewan Penyantun (Kepala Desa) maupun dari anggaran kas PKK Desa Lembang. 2. Kelemahan
• Pelaksanaan kegiatan dilakukan bertepatan pada saat ibu-ibu melakukan rutinitas sehari.dimungkinkan ibu-ibu tidak sepenuhnya datang.
3. Peluang
• Tersedianya tempat pertemuan yang dapat digunakan
• Adanya Nara Sumber yang bersedia membantu
• Adanya Bidan desa yang mendukung kegiatan tersebut
• Adanya Dukungan dari Ketua Desa Siaga 4. Ancaman
• Ketergantungan dari orang tua balita.

Berdasarkan kondisi yang terlihat dari matriks di atas, yang menunjukkan bahwa kekuatan lebih besar dari kelemahan dan peluang lebih besar dari ancaman, maka dapat dikatakan bahwa Program tersebut dianggap layak untuk dilaksanakan.
i. Indikator Keberhasilan :
Yang Menjadi Indikator Keberhasilan dalam program ini adalah
Bagi Organisasi :
1. Terlaksananya program/kegiatan PKK Desa Lembang yang belum sempat terealisasi sehingga tercapainya pencapaian tujuan organisasi.
2. Pengurus PKK Desa Lembang mampu melaksanakan program/ kegiatan sehingga mampu meningkatkan kemampuan organisasi dalam pengembangan organisasi PKK Desa Lembang.
3. Pengurus PKK Desa Lembang mampu mengembangkan jaringan kerja organisasi/ menjalin hubungan dan dapat bekerja sama dengan pihak organisasi lain secara baik hal ini terbukti pada waktu menghubungi dan mengakses system sumber contohnya Nara sumber untuk menjadi Tim Penyuluh pada kegiatan tersebut.
Bagi Kelompok Sasaran :
1. Bertambahnya pengetahuan ibu-ibu tentang gizi buruk sehingga mengurangi balita yang menderita Kurang Gizi dan Gizi Buruk di Desa Lembang.
2. Adanya kepuasaan dari para Ibu-ibu yang balitanya mengalami Kurang Gizi dan Gizi Buruk karena merasa diperhatikan oleh pihak yang berkompeten dalam menangani masalah Gizi buruk tersebut.
2. Intervensi Kegiatan

a. Pengembangan Jaringan PKK melalui akses sistem sumber
Dengan adanya pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh organisasi PKK Desa lembang melalui program pengembangan gizi tersebut secara otomatis PKK Desa lembang telah melakukan pengembangan jaringan dalam mengakses system sumber yang ada baik dengan organisasi yang ada di Desa Lembang itu sendiri maupun pihak-pihak lain dan menghasilkan sesuatu yang positip bagi organisasi. Kegiatan- kegiatan pengembangan jaringan itu diantaranya :
1) Dengan Pemerintahan Desa Lembang
Pada hari Selasa tanggal 12 Oktober 2010 pukul 11.00 WIB Praktikan bersama dengan Tim kerja Organisasi yang di bentuk melakukan kunjungan ke kantor Kepala Desa dan menemui Kepala Desa Lembang (Bapak Imamudin Suhendar) untuk memberitahukan adanya Rencana Kegiatan PKK Desa Lembang untuk melaksanakan program tersebut. Kemudian Tim Kerja Organisasi sekaligus meminta bantuan Kepala Desa Lembang selaku Dewan Penyantun organisasi PKK Desa Lembang untuk menjadi donator dalam kegiatan tersebut. Kemudian Kepala Desa Lembang menyanggupi dengan melihat rincian biaya yang ada dengan memberikan bantuan keuangan sebesar Rp. 600.000,- (Enamratus ribu rupiah).
Dengan demikian organisasi PKK Desa lembang dapat bekerja sama dengan pihak pemerintahan desa sesuai dengan kebutuhan dan tentu saja saling menguntungkan antara kedua belah pihak.
2) Dengan Puskesmas Desa Lembang
Untuk dapat memperlancar dan mencapai tujuan yang ada dalam rencana kegiatan yang akan dilaksanakan, praktikan memfasilitasi Tim kerja Organisasi dengan pihak Puskesmas Desa Lembang. pada tahap ini praktikan melakukan kunjungan ke Puskesmas Desa Lembang pada hari Rabu tanggal 13 Oktober pukul 09.00 WIB untuk meminta pihak puskesmas menjadi nara sumber dalam kegiatan yang akan dilaksanakan. Kami diterima oleh Kepala Tata Usaha Puskesmas Desa Lembang ( bapak Ahum Djafar Sidiq). Kemudian beliau memanggil Kepala Bagian Gizi yaitu Ibu Intiha dan Bidan Desa yaitu Ibu Henni Purwani serta menyampaikan maksud kedatangan kami. Akhirnya disepakati bahwa Ibu Intiha dan Ibu Heni yang akan menjadi nara sumber dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan tersebut.Pihak puskesmas sebagai institusi pemerintah enunjukkan tanggapan yang sangat baik dan mendukung kegiatan ini terlihat dengan kesediaan dan keikutsertaan mereka dalam pelaksanaan program.
3) Dengan PKK Kecamatan Leles
Selanjutnya praktikan dan Tim Kerja organisasi melakukan kunjungan ke secretariat PKK Kecamatan Leles untuk menemui Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan leles.tetapi pada hari itu Ibu ketua TP PKK kecamatan Leles tidak berada ditempat karena ada kegiatan di Kabupaten Garut.kami diterima oleh Sekretaris PKK (Ibu Ai) dan menyampaikan maksud kedatangan kami yaitu memberitahukan bahwa ada kegiatan PKK Desa lembang dan meminta Ibu ketua untuk mengadiri kegiatan tersebut sekaligus kami menyampaikan undangan tertulis.tapi karena kegiatan yang kami lakukan berbenturan dengan kegiatan lain maka pihak PKK Kecamatan meminta maaf atas ketidakhadiran mereka dalam kegiatan tersebut dan sangat merespon baik serta positip kegiatan yang akan dilakukan tersebut.
4) Dengan Ketua Desa Siaga
Praktikan kemudia memfasilitasi Tim kerja Organisasi untuk dapat bekerja sama dengan sumber lain dalam hal ini adalah Ketua Desa Siaga (Bapak Saepuloh) karena PKK dan desa siaga mempunyai keterkaitan yang erat maka Ketua Desa Siaga diminta untuk member pengarahan dalam kegiatan tersebut. Ketua Desa Siaga bersedia dan menyambut baik kedatangan kami dan bersedia untuk hadir dalam kegiatan tersebut.
5) Dengan Wartawan Koran lokal “ Buletin Garut”
Selain system sumber diatas praktikan juga memfasilitasi Tim kerja Organisasi dengan wartawan Koran local (Ibu Siti Patonah) yang kebetulan sedang berada di Kantor Desa lembang pada hari rabu tanggal 13 Oktober 2010, untuk meliput kegiatan yang akan dilaksanakan oleh PKK Desa Lembang dan memuat berita tersebut di Koran/ bulletin yang diterbitkan melalui Buletin Garut.Ibu Siti Patonah menyatakan kesanggupan beliau untuk datang dalam kegiatan penyuluhan tetapi agak terlambat dari waktu pelaksanaan karena beliau masih ada kegiatan lain yang harus didahulukan.

b. Pengembangan Gizi Balita
Program Pengembangan Gizi Balita yang dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 15 oktober 2010 diharapkan mampu mengatasi masalah Gizi Balita yang ada di Desa Lembang. Peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut sebanyak 44 orang. Program yang dilaksanakan sesuai rencana tersebut sangat antusias diikuti oleh kelompok sasaran terbukti dengan adanya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh Ibu-ibu peserta kegiatan tersebut sedangkan dari pihak organisasi PKK Desa sendiri sangat bersemangat dalam mengadakan kegiatan tersebut dikarenakan kegiatan ini adalah kegiatan pertama yang dilakukan oleh pihak PKK Desa lembang semasa jabatan Ibu Nenden helmi Liana. Nara sumber juga sangat bersemangat dalam menyampaikan materi sehingga adanya kesesuaian antara materi yang diberikan dengan penyuluhan yang dilaksanakan.Tim Kerja Organisasi juga sangat antusias dan merasa senang karena kegiatan yang dilaksanakan berhasil.

F. Hasil Kerja Evaluasi

Kegiatan Evaluasi dilaksanakan pada hari Senin tanggal 18 Oktober 2010 bertempat di Kediaman Bapak kepala Desa Lembang dengan melibatkan pengurus, kader dan Tim Kerja Organisasi yang dibentuk sekaligus pembubaran kepanitiaan program yang telah dilaksanakan. Evaluasi terbagi atas 2 tahap yaitu :
1. Evaluasi Proses
a. Persiapan Awal ; Sosialisasi yang dilakukan oleh praktikan dengan menemui pengurus organisasi PKK Desa Lembang mengenai maksud dan tujuan praktikan datang ke Desa lembang terlaksana secara penuh dan mendapat tanggapan yang baik dari pihak pengurus PKK Desa Lembang
b. Asesmen ; Mulai dari mengidentifikasi masalah (melakukan tehnik PEKA), menentukan rangkring prioritas, mengidentifikasi system sumber seluruh pengurus organisasi PKK Desa Lembang terlibat dalam kegiatan tersebut.
c. Perencanaan ; Tahap perencanaan mencakup merumuskan tujuan program, merumuskan langkah-langkah kegiatan, membentuk Tim Kerja Organisasi (Panitia pelaksana kegiatan), menyusun anggaran, menyusun indicator keberhasilan dilakukan oleh pengurus PKK Desa Lembang.
d. Intervensi ; Sistem sumber yang dimanfaatkan dalam kegiatan tersebut sudah memberikan manfaat terhadap kegiatan yang dilaksanakan dan dalam mengimplementasikan kegiatan seluruh Tim Kerja organisasi dan sasaran terlibat dalam kegiatan tersebut.
e. Evaluasi ; Evaluasi terhadap proses dan evaluasi terhadap hasil kegiatan yang dilaksanakan dilakukan oleh Tim Kerja Organisasi dan pengurus PKK Desa Lembang sehingga mereka mengetahui apa saja yang harus diperbaiki dari kegiatan tersebut.
f. Terminasi ; Pada tahap pengakhiran kegiatan melibatkan seluruh pengurus PKK Desa Lembang dan mereka berjanji akan terus melanjutkan kegiatan/program kerja mereka yang belum terealisasi meskipun praktikan tidak lagi berada di Desa Lembang.
2. Evaluasi hasil
a. Kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan waktu yang telah disepakati yaitu pada hari Jumattanggal 15 Oktober 2010 pukul 09.00 WIB artinya adanya ketepatan waktu pelaksanaan program/kegiatan.
b. Lokasi kegiatan bertempat di Balai Desa Lembang dan tidak mengalami perubahan dari apa yang telah disepakati.
c. Kegiatan yang dilaksanakan tepat sasaran yaitu Ibu- ibu yang anaknya mengalami Kurang Gizi dan Gizi Buruk sebanyak 48 orang dan balita yang menderita Kurang dan Gizi Buruk sebanyak 48 orang.
d. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 82 % dari undangan yang disebarkan.
e. Peserta merasa puas dengan kegiatan ini karena menambah pengetahuan dan wawasan mereka mengenai Gizi Buruk balita dan cara menanggulanginya.
f. Antusiasme peserta sangat tinggi hal ini terbukti terjadi sesi tanya jawab dari para peserta kepada nara sumber
g. Kesesuaian materi yang disampaikan nara sumber tidak melenceng sesuai dengan program yang dilaksanakan.
h. Dari mulai perencanaan program sampai pelaksananaan program dan dari hasil evaluasi program diperoleh gambaran bahwa program yang dilaksankan sangat bermanfaat bagi peserta khususnya dan masyarakat umumnya serta bagi organisasi penyelenggara program tentunya.

G. Hasil Kerja Terminasi
Masyarakat merasakan manfaat dari kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan oleh praktikan bersama organisasi dan organisasi akan melanjutkan kegiatan-kegiatan tersebut sehingga tidak berhenti setelah maahasiswa meninggalkan Desa Lembang.Praktikan juga sekalian pamit kepada masyarakat karena pada hari Kamis tanggal 23 Oktober praktikan akan kembali ke Bandung karena masa praktikum II telah berakhir di Desa Lembang. Praktikan juga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan oleh masyarakat Desa Lembang.




BAB IV
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

A. Kesimpulan
1. Persiapan
Pada intinya kegiatan praktikum II ini menitik beratkan pada pengembangan organisasi local yang ada di masyarakat. Proses ini dimulai dengan persiapan-persiapan baik itu persiapan pra lapangan atau persiapan sosial yang dilakukan oleh praktikan bersama kelompok. Kemudian melalukan identifikasi organisasi-organisasi local yang terdapat di masyarakat kemudian melakukan assessment untuk memahami masalah dan kebutuhan yang menjadi prioritas dalam pengembangan organisasi. Selanjutnya dilakukan penyusunan rencana tindaklanjut dan mengimplementasikannya
2. Asesmen
Kegiatan Identifikasi dimulai dengan melakukan Diagram Ven untuk mengetahui seberapa jauh atau dekat hubungan organisasi tersebut dengan masyarakat dan seberapa besar manfaat yang diperoleh masyarakat dengan adanya organisasi tersebut. Selanjutnya melakukan kegiatan asesmen organisasi dimulai dengan penelusuran sejarah, Refleksi pencapaian tujuan organisasi,Penilaian Ciri-ciri organisasi, menentekukan prioritas masalah, melakukan RTL, melaksanakan program/ kegiatan dan terakhir melakukan evaluasi terhadap keseluruhan rangkaian program /kegiatan yang telah dilaksanakan.
3. Perencanaan
Kegiatan- kegiatan yang dilaksanakan tersebut dilaksanakan oleh Tim Kerja Organisasi (Kepanitiaan) yang telah dibentuk pada saat menyusun Rencana Tindak lanjut (RTL) tentunya berkoordinaasi dengan dinas instansi terkait dan mendapat dukungan dari pemerintah Desa setempat.Jalinan kerjasama yang baik antara praktikan, PKK Desa Lembang, masyarakat, pemerintah Desa Lembang dan system lainnya menjadikan kegiatan yang dilaksanakan dapat terlaksana dengan baik dan sesuai dengan apa yang diharapkan.
4. Intervensi
Kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan oleh praktikan dan PKK telah membawa dampak positif bagi pengembangan organisasi PKK. Selain melakukan pengembangan gizi balita yaitu penyuluhan gizi buruk terhadap ibu balita dan pemberian makanan tambahan juga PKK mampu mengembangkan jaringannya sehingga organisasi ini mampu melakukan aksesibilitas dengan pihak-pihak luar secara lebih optimal lagi.
5. Evaluasi
Seluruh rangkaian kegiatan mulai dari proses kemudian hasil yang di capai merupakan kerjasama Tim yang baik dalam pelaksanaan kegiatan. Mulai dari kelompok sasaran, Sistem sumber, PKK Desa Lembang sendiri dan pihak-pihak yang terkait yang telah mampu bekerja sama sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai.


6. Terminasi
Terminasi dilakukan berdasarkan asesmen dan keputusan bersama organisasi. Terminasi merupakan proses pengakhiran hubungan kerja secara professional karena dirasa tujuan kegiatan telah tercapai, proses kegiatannyanya telah lengkap dilaksanakan dan praktikan juga telah habis masa waktu praktikum keberadaannya di Desa Lembang.
b. Rekomendasi
1. Isi
Isi rekomendasi yang dapat praktikan sampaikan diantaranya yaitu Kepada Pihak Pemerintah Desa Lembang agar segera dapat menindak lanjuti balita yang terserang Gizi Buruk dan Kurang Gizi dilapangan.
2. Sasaran
Sasaran dari Rekomendasi ditujukan kepala Pemerintahan Desa Lembang.
1. Langkah-langkah :
a) Menggerakkan dan memberdayakan masyarakat Desa lembang untuk hidup sehat dan menerapkan PHBS (Prilaku Hidup Bersih Sehat ) di Desa Lembang.
b) Lebih meningkatkan kerjasama dengan pihak Puskesmas Desa Lembang agar lebih giat lagi memberikan penyuluhan kepada masyarakat desa lembang karena dapat mengurangi resiko terjadinya Gizi Buruk dan Kurang Gizi di Desa lembang.
c) Meningkatkan kerjasama dengan Lintas sektoral terkait yaitu Dinas Kesehatan Kab.Garut,Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Perindustrian serta sector-sektor lain yang terkait dengan masalah Gizi dan masyarakat agar dapat terus memantau dan memberikan bantuan kepada masyarakat secara langsung agar penanganan masalah Gizi di masyarakat dapat ditangangani secara baik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar