Jumat, 25 Maret 2011

TEKNIK PEMERIKSAAN DATA

Teknik Pemeriksaan Data

Teknik pemeriksaan keabsahan (trustworthhiness) data pada penelitian adalah sebagai berikut :

a. Uji Kredibilitas (Credibility)
Uji kredibilitas merupakan pengujian kepercayaan terhadap data hasil penelitian. Cara pengujian yang dilaksanakan adalah:

1) Ketekunan Pengamatan
Ketekunan pengamatan bermaksud untuk menemukan ciri-ciri dan unsur-unsur dalam situasi yang sangat relevan dengan persoalan-persoalan atau isu yang sedang dicari dan kemudian memusatkan diri pada hal-hal tersebut secra rinci. Dalam pengamatan ini peneliti melihat dan mengamati sendiri kegiatan ESKA dikalangan anak jalanan di Jl. Cipto Kota Cirebon, kemudian peneliti mencatat perilaku dan kejadian sebagaimana yang terjadi pada keadaan sebenarnya.

2) Triangulasi
Menurut Sugiyono (2008:125) yang mengutip dari pendapat seorang ahli, yaitu Wiliam Wiersema (1986) mengemukakan bahwa “Triangulation is qualitative cross-validation. It asses the suficiency of the data according to the convergence of multiple data sources or multiple data collection procedures”. Triangulasi dalam pengujian kredibilitas ini diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara, dan berbagai waktu. Dengan kata lain bahwa triangulasi adalah pemeriksaan keabsahan data dengan memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau pemanding terhadap data yang ada. Triangulasi dapat dilakukan terhadap sumber data, teknik pengumpulan data dan waktu.
Teknik Triangulasi ini dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan yang sama pada setiap sumber. Hal yang menjadi pembanding antara lain:

a) Hasil observasi dan hasil wawancara
b) Perkataan informan di depan umum dan perkataan pribadi
c) Membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen.
1) Kecukupan Referensi
Kecukupan referensi berarti adanya pendukung untuk membuktikan data yang telah ditemukan oleh peneliti. Bahan referensi misalnya rekaman wawancara, foto-foto, dan alat bantu perekam data misalnya camera, handycam, tape recorder. Pentingnya referensi ini adalah agar data-data yang ditemukan lebih otentik dan dapat dipercaya.

2) Uraian Rinci
Digunakan dalam melaporkan hasil penelitian yang dilakukan seteliti dan secermat mungkin dengan mengacu pada fokus penelitian.
b. Uji Transferabilitas (Transferability)
Uji Transferability adalah pengujian hasil penelitian dengan mengacu kepada sejauh mana hasil penelitian dapat diterapkan atau digunakan dalam konteks dan situasi sosial lain. Agar orang lain dapat memahami hasil penelitian tersebut, maka peneliti membuat laporannya dengan memberikan uraian rinci, sistematis, dan dapat dipercaya.

5 Teknik Analisis Data
Langkah-langkah pokok yang dilakukan peneliti dalam penelitian studi kasus ini adalah :
a. Perumusan tujuan penelitian.
b. Penentuan unit-unit studi.
c. Sifat-sifat mana yang akan diteliti dan hubungan apa yang akan menuntut penelitian
d. Menentukan rancangan serta pendekatan dalam memilih unit-unit dan teknik pengumpulan data dan sumber-sumber data yang tersedia.
e. Mengumpulkan data.
f. Mengorganisasikan informasi serta data yang terkumpul dan menganalisa untuk membuat interpretasi dan generalisasi.
g. Menyusun laporan dengan memberikan kesimpulan dari hasil penelitian.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknis analisis data kualitatif. Bogdan dan Taylor (dalam Moleong, 2010:4) mengemukakan bahwa :
“Metodologi kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Pendekatan ini diarahkan pada latar belakng individu tersebut secara holistik (utuh)”.

Proses analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan menelaah seluruh data berbagai sumber, yaitu dari wawancara, observasi, pengamatan yang dituliskan dalam catatan lapangan, dokumen resmi, dan foto.

6 Jadwal dan Langkah-langkah penelitian
Penelitian direncanakan, dilakukan dalam waktu 1 (satu) bulan dengan lokasi di Kota Madya Cirebon:
Langkah yang ditempuh dalam penelitian ini akan disesuaikan dengan jadwal dan situasi di lapangan. Adapun garis besar dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Studi literatur, untuk mendapatkan gambaran awal tentang masalah-masalah dan teori pendukung dalam melakukan suatu penelitian.
b. Penjajakan, untuk mengetahui lokasi yang akan dijadikan tempat penelitian dan mengetahui ada atau tidaknya masalah yang telah ditentukan
c. Penyusunan dan pengajuan proposal, sebagai suatu prasyarat untuk mengikuti seminar proposal penelitian yang selanjutnya dapat dijadikan acuan penelitian.
d. Seminar proposal, untuk mendapatkan tanggapan dan masukan guna menyempurnakan proposal yang telah disusun.
e. Penyusunan instrumen penelitian, untuk dijadikan sebagai pedoman dalam pengumpulan data ketika melakukan penelitian.
f. Pengumpulan data, dilakukan sesuai dengan instrument penelitian sebagai bahan untuk melakukan analisis yang akan disajikan dalam laporan hasil penelitian.
g. Pengolahan dan analisis data, dilakukan untuk mendapatkan suatu kesimpulan tentang hasil penelitian
h. Bimbingan dan penulisan laporan penelitian, dimaksudkan agar penyajian hasil penlitian ke dalam laporan benar-benar ilmiah
i. Pengesahan hasil penulisan KIA, dimaksudkan agar hasil penulisan dapat diakui oleh pihak lain yang membacanya
j. Sidang KIA, untuk mempetahankan atau mempertanggungjawabkan secara ilmiah hasil penelitian yang telah disajikan dalam laporan penelitian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar